Reno,12 biologi. Bisa dibilang dia juga famousnya VGS, karena ia adalah ketua OSIS yang terkenal humble, bijak, dan jangan terlewatkan, ia juga tak kalah ganteng nya dari Reygan.
Hari ini, tepatnya hari pendaftaran calon kandidat ketua dan wakil ketua OSIS. Adel yang berniat mencalonkan diri menjadi kandidat ketos langsung menemui Reno di ruang OSIS. Awalnya sih dia ingin nyalon waketos, tapi gara-gara bacotan ichi ocha yang terus menyuruhnya untuk nyalonin jadi ketos, jadi ia terpaksa nurut permintaan dari sahabatnya itu.
Sementara Reygan, ia juga mendaftar jadi ketos dengan alasan utama agar dia bisa leluasa ngerjain Adel
"Permisi" ucap Adel yang memasuki ruangan OSIS.
"Iya, ada apa ya?" Tanya Reno.
"Maaf kak, saya Adel dari 11 IPA 1 mau daftar kandidat ketua Osis." Jelas Adel dengan sopan.
"Ni anah sopan banget, cantik lagi." batin Reno.
"Kak?? Pendaftaran nya udah tutup ya? yahh Adel telat dong" Adel memanyunkan bibirnya.
"Gemezzz." gumam Reno tanpa sadar.
Reno tersadar dari lamunannya. "Eh belum ditutup kok. Pendaftaran nya masih buka. Nih, kamu ngisi formulir nya dulu ya." Reno memberikan selembar kertas formulir.
"Iya kak, emm sekalian aku boleh pinjem bolpoinnya boleh gak? soalnya tadi aku lupa bawa." cengir Adel.
"Owhh boleh." ucap Reno sambil menyodorkan bolpoin ke Adel.
Ketika ingin mengambil bolpoin dari tangan Reno, Adel tidak sengaja menyentuh tangan cowok itu, dan terjadilah tatap tatapan.
Jantung Adel kini mulai tidak normal dan pipinya pun mulai memerah.
"Em Del, lo pake blush on ketebelan ya? pipi lo merah tuh" ucap reno sambil terkekeh.
Sebenarnya jantung Reno juga udah senam, tapi dia tetap berusaha cool.
"Eh e-enggak kok. Maaf ya kak"
"Iya, santai aja."
Dari arah pintu, Reygan masuk tanpa mengucapkan salam, dengan tampang muka sok cool nya, serta kedua pergelangan tangannya yang ia masukkan ke dalam saku celananya.
Kedua kurcacinya entah hilang kemana, mungkin udah pulang duluan. Memang dasar teman gak ada akhlak!.
"Eh, lo masuk bisa ketok pintu dulu gak sih" kesal Reno.
"Gak!. Gue disini gak mau basa-basi, jadi gue mau daftar calon kandidat OSIS tahun ini" ujar Reygan yang melirik sinis Adel.
Adel tak peduli dengan tatapan Reygan, ia hanya fokus mengisi lembar formulir yang ada ditangannya.
"Yeee tu anak cuek amat dah, dasar mak lampir!" batin Reygan.
"Owhh lo mau daftar? Yaudah nih, lo ngisi formulirnya dulu." Ucap Reno.
"Ok." Reygan langsung menyaut lembar formulir dari tangan Reno dan langsung menuju sofa. Disana, erdapat Adel yang tengah sibuk mengisi formulir.
"Ekhemmmn... n. a.m.a Reygan Dinata Putra yang paling handsome dan cool." Reygan mengeja setiap data yang akan diisi.
Ia sengaja melakukan hal itu agar suasana tidak terlalu hening, dan juga bisa mengambil perhatian gadis yang ada disampingnya.
"Lo bacanya bisa didalam hati gak sih rey? berisik tau gak!" Adel mulai kesal.
"Suka suka gue lah. Kan mulut mulut gue. Kenapa lo yang sewot? MAK LAMPIR!!! wlekk" Reygan menjulur kan lidahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan Dinata (End)
RomanceGenre : fiksi remaja, romansa. "Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel. "Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan. Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
