EMPATPULUHLIMA

271 25 0
                                        

.
.
.


Follow my Instagram:
@ayu.permata28

Biasakan untuk memencet bintang nya terlebih dahulu. Thank you<3

***

Reygan barusaja turun dari motor besarnya sembari melepas helm full face miliknya. Kemudjan, ia melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam markas. Semenjak kematian Adel, ia berubah menjadi cowok yang cuek, dingin, dan hanya bicara kalau itu adalah hal penting saja. Selain itu ia hanya diam.

"Hay bro!" sapa Garrel. Reygan menjawabnya dengan berdehem saja.

"Dari makam Rey?" Reygan menolehkan kepalanya ke arah Barra dan mengangguki pertanyaan Barra itu.

Ia kemudian langsung duduk di sofa, menyenderkan punggungnya, dan mulai berkutik dengan rubik yang barusan ia ambil dari meja didepannya.

"Kenapa lo suruh gue dateng kesini?" enam kata keluar dari mulut Reygan.

"Lo gak lupa kan kalau malam ini ada tanding balapan?"

Reygan menggeleng. "Lawan gue siapa?" tanya Reygan yang masih memainkan rubiknya.

Garrel menjawab. "Kita gak tahu. Katanya sih, nanti ada pembalap baru."

Reygan hanya mengangguk.

°°°
23:00 PM.

Arena balap sudah dipenuhi oleh banyak penonton yang akan menyaksikan pertandingan balap motor antara Reygan dan juga lawannya nanti.

"Semangat Rey. Gue yakin pasti lo akan menang." ucap Ocha. Gadis itu sekarang seperti ratu yang ada ditengah-tengah geng Rajawali. Dimana Rajawali ada, disitu pasti ada Ocha.

"Yoi. Gue yakin pasti lawan lo akan kalah." kata Barra yang menggandeng tangan Ocha.

"Jangan lupa bismillah bro! Tuhan gue selalu menyertai Lo." tutur Garrel yang menepuk pundak Reygan.

"Woy! goblok banget sih lo? Lo sama Reygan itu beda agama!" kesal Barra yang melihat kebodohan Garrel yang kelewatan overdosis.

Garrel hanya menyengir dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Sorry, gue kan lupa."

"Garong pe'a! Kayaknya pas lo lahir, otak lo ketinggalan di dalam rahim mama lo deh."

"Enak aja. Otak gue itu gak ketinggalan. Dan gue itu gak bodoh, cuman kurang pinter aja."

"SAMA AJA BEGO!" ucap Barra dan Ocha bersamaan.

Suara deruman motor dari arah depan mengalihkan perhatian semua orang yang ada disana. Orang itu menunjuk kearah Reygan dan menjulurkan jempol kirinya ke arah bawah. Lalu membawa motornya ke garis start. Reygan menatap secara rinci tubuh seseorang itu.

"Tuh orang siapa sih? songong banget."

"Belum tahu kalik kalau Reygan itu siapa."

"Hallah nanti kalau kalah paling nangess."

Reygan tak memperdulikan ocehan ketiga temannya. Ia mulai bersiap meyalakan mesin motornya. Lelaki itu menatap sekilas lawannya yang sedari tadi tidak pernah membuka helmnya sama sekali. Bahkan tidak bicara sedikitpun dan hanya menunjukkan gerak-geriknya saja.

Reygan Dinata (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang