"Ih my pacar tungguin aku dong, ini kan kaki aku masih sakit" rengek Reygan
"Hih, manja banget sih lo! Kalau gini, mending gue gak nerima lo jadi pacar gue" kesal Adel
Pacar? Yap! Kini Reygan dan Adel resmi berpacaran. Persyaratan dari Adel kemarin sudah berhasil Reygan jalani. Ya--walaupun ujung ujungnya jatuh dari pohon sih
"Sini gue bantu."
"Gak mau, maunya gendong"
"Astaghfirullah Rey, plis deh jangan kayak anak bayi! Lo mau gue papah, atau gue tinggalin?"
"Eh iya iya, di papah aja deh. Entar kalau udah nikah, kita kan jadi papah mamah"
Adel langsung menoyor kepala Reygan "gausah halu, halu lo ketinggian"
"Ya gapapalah sekarang halu. Entar kita liat aja gimana jalan ceritanya"
"Uhhh--bucinnya mulai aktif ya. Iyadeh yang baru jadian, entar pas di sekolah jangan lupa traktirannya ya"
"Apaansih Cha. Nih tas gue tolong masukin bagasi" Adel langsung melempar tas ransel nya se enaknya
"Buset dah, emang gue babu lo?"
"Kan gue minta tolong, gak mah nolongin nih? Yaudah traktirannya gak jadi"
"What? Beneran lo mau nraktir gue?"
"Iya beneran, mau traktir kemana aja juga boleh"
"Wihh, kalau begitu sip lah. Yaudah gue ke bagasi dulu"
"My pacar, emang kamu mau nraktir Ocha?"
"Iya. Tapi pakai uang kamu ya"
Deg
"Mampus, RIP untuk my black card" batin Reygan
"Kenapa? Kok diem? Owhh gaboleh ya? Yahhhh" Adel mengerucutkan bibirnya
"Eh enggak kok. Siapa juga yang bilang gak boleh. Kamu juga boleh belanja sepuasnya"
"Aaaaaaaa makacihhh"
"Tenang Rey, ini demi pacar" batin Reygan
🦋Skip perjalanan🦋
Rumah Reygan
"Assalamu'alaikum, Reygan pulang"
"Wa'alaikumussalam loh kaki kamu kenapa Rey?"
"Maaf tante, kemarin Reygan iseng manjat pohon, eh dia nya malah kepleset terus jatuh deh" jawab Adel
"Ada ada aja kamu, Rey. Emang kamu mau latihan jadi monyet atau gimana?"
"Ih mama mah gitu, masa anak sendiri dibilang monyet" Reygan mendengus kesal
"Kan cuman bercanda, gitu aja mukanya asem"
"Ayo nak Adel kita ke dalem" ajak Ana
"Eh gausah tan, Adel mau langsung pulang aja. Soalnya udah ditungguin sama bunda"
"Owhh yaudah deh, pulangnya naik apa?"
"Emm naik taksi tan, itu taksinya juga udah nunggu"
"Yaudah, hati hati ya"
"Iya, Assalamu'alaikum" Adel menyalimi tangan Ana
"Wa'alaikumussalam. Pacarmu selain cantik juga sopan ya Rey"
"Iya dong, siapa dulu--pacarnya Rey gitu loh
"Helleh. Sana kamu bersih bersih dulu. Mau mama bantu apa jalan sendiri?"
"Jalan sendiri aja deh mah"
"Tadi giliran sama Adel aja sok gak kuat jalan, giliran gak ada dia, kuat jalan"
"Hehehehe kan manja dikit boleh mah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan Dinata (End)
RomanceGenre : fiksi remaja, romansa. "Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel. "Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan. Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
