24. Camping -Day 2-

495 37 0
                                        

Di hari ke-2 camping SMA Vocational Galaksi School pagi ini mempunyai kegiatan suatu perlombaan.

Camping ini dilaksakan bukan ditujukan kepada kegiatan yang serius. Melainkan hanya untuk bersenang senang, semata-mata me refreshing kan otak para murid

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh panitia yang diantaranya adalah pengurus OSIS mengadakan brifing terlebih dahulu.

Jadi, untuk aturan perlombaan nanti di ikuti 2 peserta oleh setiap perwakilan kelompoknya. Satu orang bertugas untuk mengarahkan, dan sisanya akan berjalan menuju ke arah kentongan dengan mata yang ditutup. Siapa yang berhasil memukul kentongan terlebih dahulu, maka itulah yang akan jadi pemenangnya.

1
2
3
Priittttt

Perlombaan pun dimulai

Kanan--kanan

Kiri woy--kiri

Eh belok dikit

Lurus-lurus

Lompat woy lompat, itu awas ada batu

Teriakan-teriakan instruksi mulai diberikan

Adel yang bertugas sebagai juri sedang sibuk mencatat semua nama pesertanya. Dan siapa yang akan memukul kentongan yang pertama.

Barra sudah mendekati kentongan, dan ia mulai mengarahkan tongkat yang dibawanya agar mengenai kentongan tersebut.

Tapi sayang, pukulannya meleset dan mengarah kepada Adel. Pukulan tersebut mengenai kepala ADEL sehingga membuatnya jatuh pingsan.

"ADEL" teriak Reygan dari kejauhan

Reygan langsung berlari mendekat ke arah Adel, dan menggendongnya untuk dibawa ke posko kesehatan

Terlihat jelas kekhawatiran Reygan terhadap gadis yang disayanginya itu. Jika terjadi apa-apa dengan Adel, maka ia akan membuat perhitungan dengan sahabatnya, Barra.

Posko Kesehatan
Reygan mulai membaringkan tubuh Adel di kasur yang telah disediakan. Ia melarang orang lain untuk mengobati Adel.
Kata Reygan "Lo gak usah repot repot ngobatin. Biar gue aja"

Reygan mulai mengobati pelipis Adel yang sedikit sobek, serta mengolesi minyak kayu putih di bawah hidungnya.

"Del, ayolah bangun. Maafin gue ya, harusnya gue gak nugasin lo di belakang kentongan tadi"

"Ehhmmmm, g--gue dimana?"

"Alhamdulillah, akhirnya lo siluman Del"

"Siuman bego!"

"Eh iya, maksutnya itu. Yaelah salah dikit, gausah ngegas kalik"

"Ya elonya sih, sempet sempet nya bercanda"

"Iya iya, gue salah. Lo ada yang dirasain gak? Pusing atau apa gitu?"

"Gue cuman pusing dikit kok"

"Bentar, gue ambil teh anget dulu. Lo jangan kemana mana!"

"Iya Rey"

Reygan datang sambil membawa teh hangat serta satu roti ditangannya

Reygan mulai membantu Adel yang masih lemas untuk duduk. "Nih minum dulu, biar badan lo agak enakan dikit"

Sruppp

"Makasih Rey"

"Iya sama sama. Oiya lo pasti belum makan kan? Nih gue bawa roti buat Lo"

"Gausah deh, rotinya buat lo aja. Gue gak laper."

"Udah ini ambil aja. Gue gak laper kok"

Kriukkkkkk

"Hahahaha, katanya gak laper? Kok itu cacing lo pada demo" ucap Adel yang sedikit tertawa.

"Hehehehe, yakan gue cuma mau basa basi" Reygan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Yauda deh, rotinya kita makan berdua aja. Biar adil"

"Boleh juga tuh. Gue suapin ya?"

"ih kan gue bukan anak TK lagi, Rey!"

"Iya tau. Tapi menurut gue, Lo adalah my baby girl" Reygan menaik turunkan alisnya

Adel langsung menoyor kepala Reygan "Idih, sok"

"My baby girl, sini buka mulutnya. Aaaaaa--pesawatnya mau masuk"

"Gak mau ih, sini gue mau makan sendiri." Adel langsung membagi roti tersebut menjadi 2 bagian. Satu untuknya, dan sisanya untuk Reygan."

"Yahh, kok lo makan sendiri sih, kan gue mau nyuapin Lo"

"Tapi gue nya gak mau disuapin, lagipula gue juga udah gede. Jadi bukan anak kecil lagi."

Reygan mengrucutkan bibirnya

"Ni anak kalau ngambek gemez juga sih" batin Adel

"Udah, itu bibir lo jangan di monyong monyongin, jelek tau gak! Udah tuh rotinya dimakan, mau kalau gue habisin?"

"Iya-iya, ini makan"

Ekhem

"Lo ngapain ada disini?" Ketus Reygan

Adel menggeplak lengan Reygan. "Husttt gaboleh gitu, Barra kan sahabat lo, masak elo nya ketus ke dia"

"Ada apa Bar?" Tanya Adel

"Emm, itu Del, gue mau minta maaf soal kejadian tadi. Jujur, gue gak sengaja banget"

"Iya gapapa kok. Lagipula kan tadi mata lo ditutup, jadi lo gak salah."

"Jadi gue dimaafin?"

"Iya, gue maafin"

"Aaaa makasih Del, makasih" senang Barra yang memegang kedua pergelangan tangan Adel

Reygan yang melihatnya mulai tak terima, dan langsung mepelaskannya."Woyy, cewek gue nih. Kalau lo embat, gue jamin akan bikin hidup lo gak tenang"

"Eh iya iya, kan tadi cuman refleks Rey, maafin gue ya"

"Iya iya, gue maafin. Lagipula jarang jarang kan, elo minta maaf tulus kek gini"

"Kalau sama Adel gue minta maafnya tulus sih, tapi kalau sama elo, enggak!" Ucap Barra dengan pelan

"Ha, apa apa? Lo tadi bilang apa? Coba diulang sekali lagi" ucap Reygan yang menjewer telinga kanan Barra

"Eh eh enggak kok Rey, enggak. T-tadi cuman bercanda"

Adel yang menyaksikan hal itu hanya mengangkat sudut bibirnya, mengukir sebuah senyuman.

"Sono lu keluar, ganggu gue sama adel aja"

"Iya iya gue keluar. Mentang mentang disini gue jomblo"

"Tenang Bar, entar gue cariin jodoh lu di dalam hutan"

"Lo kira jodoh gue orang utan? Temen gak ada akhlak banget lo!"

"Gue keluar dulu ya Del, semoga cepat sembuh" Barra melemparkan senyuman manis kepada Adel, dan mendapatkan tatapan sinis dari Reygan

Reygan menutup kedua mata Adel menggunakan tangannya. "Udah woy jangan diliatin terus. Orangnya kan udah keluar"

"Apasih Rey, gajelas! Lo cemburu?"

"Enggak, siapa juga yang cemburu. Mending sekarang lo istirahat, biar nanti malam bisa lanjut kegiatan selanjutnya"

"Em yaudah gue tidur. Tapi lo keluar dari sini"

"Kalau gue mau disini gimana?"

"Ya gue gak mau tidur"

"Eh, jangan dong. Entar elu gak sembuh sembuh lagi. Yaudah gue keluar, selamat bobok gadisnya Reygan"

Reygan Dinata (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang