Adel kini sudah rapi dengan balutan dres putih selutut serta polesan make up di wajahnya. Ia terpaksa merubah penampilannya malam ini, karena perintah dari Reygan. Kata Reygan, "lo harus dandan yang cantik!. Kalau enggak, bokap gue akan ngira lo adalah babu gue"
"Sumpah ya, kalau bukan nepatin janji, males banget gue dandan kayak gini. Lagipula kalau gak dandan, kayaknya gue tetep cantik deh" gumam Adel.
Drttttt drtttt
Dering ponsel Adel berbunyi. Disana tertera nama Reyganyet alias Reygan.
"Halo, Lo dimana Rey? lama amat!"
"Gue udah didepan rumah lo nih. Cepetan keluar!"
"Ok, bentar"
Adel keluar dari balik pintu rumahnya mendapati Reygan yang sedang berdiri di depan mobilnya.
Reygan takjub dengan ciptaan Tuhan yang ada didepannya. "Cantik"
"Hhh makasih, gue dari dulu emang cantik Rey. Lo nya aja yang gak pernah nyadar"
"Dih, kepedean lo"
"Tumben bawa mobil, motor lo kemana?
"Ya kalik gue bawa motor malam malam gini, apalagi bawa bidadari. Entar kalau bidadari nya masuk angin gimana?"
Adel tersipu malu karena mendengar ucapan Reygan barusan.
"Silahkan masuk cantik" ucap Reygan membukakan pintu mobilnya untuk Adel.
"Makasih" Adel mengeluarkan senyum manisnya.
'Rasa kadang bisa dikira, ketika aku melihat perlakuan manismu yang sengaja kamu tunjukkan kepadaku. Tapi sayang, aku tidak mau mengharapkan yang belum tentu menjadi kenyataan.'
...🦋...
Kini, keduanya sudah sampai di rumah mewah yang bermarga Ardinata. Adel merasa sedikit canggung ketika berada disana.
Adel duduk di sofa ruang tamu rumah Reygan. Dihadapannya terdapat keluarga Reygan serta Alena yang menatap Adel dengan tatapan yang sulit diartikan.
Adel menahan rasa gugupnya. Jantungnya kini sudah senam aerobik, dan detak jantungnya mungkin sudah 2 kali lipat dari biasanya.
"Adelia Bulan Permata. Benar itu nama kamu?" Tanya papa Surya dengan raut wajah serius.
Adel mencoba menelan saliva nya dengan susah payah. "I-iya om"
"Apa benar kamu pacar Reygan nak?" Kini Ana yang mulai bertanya.
"Eng-- eh, iya tante."
"Untung gak keceplosan."
Brakkk
"Reygan monyet Reygan monyet" latah Adel kaget mendengar suara gebrakan meja yang dilakukan oleh papa Surya.
Adel menyengir "Maaf, soalnya tadi Adel kaget. Hehehe"
Reygan yang mendengar hal itu, langsung menatap sengit gadis yang berada disampingnya.
"Papa ngapain gebrak meja sih? kurang kerjaan banget!" ujar Reygan
"Ya maaf, kan biar suasana gak terlalu tegang"
"Kamu pilih cewek juga jago ya Rey. Emang ya, sifat kamu 11 12 sama papa." sambung papa Surya lagi.
Alena sedikit terkejut dengan ucapan papa Surya itu."Loh, om nyetujui Reygan sama pacarnya?" Tanya Alena.
"Maaf ya Alena. Setelah om fikir, kan yang jalani kisah percintaan itu Reygan. Jadi om serahkan semua pada dia, yang penting pilihannya baik dan gak neko neko"
Alena merasa kesal."Huftt ni cewek awas aja. Pokoknya Reygan tetep jadi milik gue" batin Alena yang menatap tajam Adel.
"Ngapain lo ngelihatin cewe gue? Cewek gue cantik kan?" Reygan merangkul pundak Adel.
"Dih, masih cantikan gue kemana-mana kalik. Yaudah om, tante. Alena pulang aja. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam."
...🦋...
(Meja makan)
"Ayo Del, nasinya ditambah. Anggap aja ini rumah sendiri"
"Papa jangan modus ya! ingat, papa udah punya mama dan anak dua."
Tukkkkk
Sendok alumunium berhasil mendarat mulus di jidat Reygan, yang dilayangkan si pelaku utama yaitu papa nya sendiri.
"Kalau mau ngomong di filter dulu. Kamu tega kalau papa tidur diluar?"
"Ya tega aja sih. Kan yang tidur papa, bukan Reygan"
"Kamu anak siapa sih? Bikin orang emosi aja"
"Aku? aku anak siapa ya?. Ya Allah Reygan sebenarnya anak siapa?" tutur Reygan yang memulai drama persedihannya.
Adel hanya menyimak. Ia tak berani ikut nimbrung, kali ini ia mencoba menjadi gadis yang pendiam saja.
"Mah, anak kamu tuh. Nanti buang ke sungai aja deh"
"PAPA GAK BOLEH GITU!! enak aja mau buang anak mama yang ganteng ini ke sungai." Ana memelototi suaminya itu dengan tajam.
Seketika papa Surya menundukkan kepalanya, melanjutkan aktivitas makannya.
"Hahaha, papa takut sama mama ya?"
.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan Dinata (End)
RomanceGenre : fiksi remaja, romansa. "Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel. "Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan. Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
