HAPPY READING
...
Terlihat seorang laki-laki sedang berjalan menyusuri koridor bersama kedua sahabatnya yang selalu mengekor di belakangnya
"Ke kantin kuy? mumpung jamkos" ajak Barra yang diangguki Reygan dan Garrel
Di saat berjalan menuju kantin, mata Garrel tidak sengaja menangkap seorang gadis yang sedang berdiri di tengah halaman di bawah teriknya panas matahari
Garrel menepuk-nepuk pundak Reygan berkali-kali.
"Rey, Rey. I--itu" tunjuk Garrel ke arah halaman sekolah
"Adel? Itu Adel kan? ngapain dia disitu coba?" heran Reygan
Sikap keponya mulai muncul. Ia langsung menghampiri gadis dengan rambut dikucir kuda itu
"Kita samperin dia!" titahnya
"Lo dihukum?" tanya Reygan yang diangguki sang gadis
"Dihukum siapa?"
"Pak Munir"
"Kok bisa? baru kali ini loh, liat lo dihukum" kata Garrel
"Sekali-kali gue nyatet kenakalan gue kalik. Bosen, kalau hidup gue mlempeng lurus gitu aja" ucap Adel dengan santainya
"Anjirrr, ini Adel kan? Lo kesambet setan apa dah?" tanya Barra
"Sekate-kate lu kalo ngomong! Gue lagi gak kesambet kalik"
Adel beralih menatap Reygan yang sedari tadi hanya diam
"Kenapa lo diem?"
"Gapapa. Gue cuman heran aja sama sikap lo yang sekarang. Kenapa beda jauh sama Adel yang gue kenal dulu sih?"
Adel tersenyum tipis
"Semua bisa berubah dengan sendirinya. Entah itu karena waktu atau bisa karena orang lain yang pernah menancapkan luka dihati kita" jawab Adel yang masih setia dengan posisi hormatnya
Wajahnya berubah menjadi pucat dengan mata yang terlihat sayu. Serta keringat dingin yang bercucuran di wajahnya
"Del, lo gapapa kan? kalau lo gak kuat, istirahat aja! biar nanti gue yang bilang ke pak Munir" Reygan menunjukkan muka kekhawatiran nya
"Khawatir lo telat. Kayaknya bentar lagi gue mau pingsan"
BRUKKKK!!
Tubuh Adel terjatuh lemas. Dengan sigap, Reygan menangkapnya dan langsung menggendong nya ke UKS
Gantungin aja dulu, wkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan Dinata (End)
RomantikGenre : fiksi remaja, romansa. "Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel. "Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan. Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
