.
.
.
Selamat Membaca
.
.
.
Keduanya kini tengah menikmati indahnya malam yang dipenuhi banyak bintang, dan tak lupa bulan yang selalu menemaninya.
"Del, Lo tau gak? Dari sekian ratus bahkan berjuta banyak bintang yang ada di langit, hanya ada 1 bintang yang berhasil bikin gue takjub dan bahkan seketika bisa buat gue jadi amnesia sama dunia"
"Kok bisa gitu? Emang nya bintang apa?" Tanya Adel yang masih menatap atas langit
"Elo"
Jawaban singkat Reygan, membuat Adel tercengang, apa maksut dari Rey? Apa dia-- ah sudahlah, Adel tidak mau berharap
"Em, maksutnya?" Kini Adel merubah posisinya menghadap Reygan
"Lo adalah bintang ketiga yang ada di hati gue, setelah orang tua gue. Pertemuan kita emang gak seindah bintang, tapi gue bersyukur karena Tuhan telah mengatur cerita pertemuan tentang lo sama gue"
Adel mengangkat satu alisnya dan mengerutkan dahinya
"Maksut lo apa sih? To the point aja!"
"Gue suka sama lo del, Lo mau gak jadi pacar gue?"
"Pfttttt bwahahahahaha"
"Kok lo ketawa sih, kan gue serius"
"Emm gimana ya, gue mikir dulu deh"
"Yah, kok gitu sih. Emang gak bis--"
"REYGAN, ADEL, ayok lanjut perjalanannya. Keburu larut malam nih"
"Hih, ganggu suasana aja!" Gerutu Reygan.
Mereka ber-4 melanjutkan perjalanannya. Kini, sudah 4 bintang yang mereka dapat
"Duh, kurang satu bintang nih. Bintangnya disembunyikan dimana sih? Susah banget nyarinya" kesal Ocha
"Sabar, bentar lagi juga ketemu. Nah--- tuh ada bintang tuh"
"Mana? Mana?. Lah kok diatas pohon sih. Mana pohonnya tinggu banget. Bar, cepet lo ambil sono!"
"Kok gue sih? Kan gue gak bisa manjat"
"Sttt Rey, Rey. Lo mau gue jawab 'iya' soal tadi kan?" Bisik Adel
"Ya mau lah"
"Nah, kalau lo bisa manjat pohon itu terus ngambil bintangnya, gue akan jawab iya. Kalau lo gagal, maka gue akan nolak Lo"
"Ahhhh, itu mah kecil."
"Minggir, biar gue yang manjat"
"Lo bisa manjat Rey? Setau gue, lo gak bisa manjat deh"
"Bisalah. Apasih yang gak bisa dilakuin seorang Reygan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan Dinata (End)
RomantikaGenre : fiksi remaja, romansa. "Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel. "Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan. Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
