Genre : fiksi remaja, romansa.
"Harga diri lebih penting daripada segala materi."- Adel.
"Apa yang gue mau, harus gue dapetin!"-Reygan.
Semesta mempertemukan mereka sehingga terlibat dalam skenario Tuhan. Apakah keduanya saling punya rasa? dan apaka...
Reygan menstandarkan motornya di garasi rumahnya. Ia sengaja menuntun motornya dari gang depan sampai ke rumahnya, agar penghuni rumah tidak mengetahui kalau Reygan sudah pulang.
Reygan sudah was was, hari ini pasti ia akan disidang di depan keluarganya. Apalagi yang datang memenuhi surat panggilan sekolah tadi adalah papa nya.
Reygan jalan memindik mindik agar suara hentakan kakinya tidak begitu terdengar.
"Gue harus hati hati nih. Semoga papa sama mama lagi keluar" Reygan celingak celinguk memantau situasi.
"EKHEM!!!" suara itu membuat Reygan menghentikan langkahnya.
Seketika Reygan kicep langsung. Kalau papanya sudah membentak, pasti riwayat nya akan hancur.
Di ruang tamu, Reygan berusaha menelan saliva nya susah payah. Disana terdapat papa, mama, serta adiknya.
"Em, Reygan mau diapain ya pah? Reygan mau ke kamar dulu nih. Soalnya mau mengerjakan tugas."
Padahal Reygan tidak pernah mengerjakan tugas. Itu hanya alasan belaka agar terbebas dari kandang macan.
"Kamu di sekolah ngapain aja sih Rey?" Tanya mama Ana.
"Ya Reygan sekolah lah ma. Ya kalik Reygan di sekolah nyopet. Kan gak lucu."
"REYGAN!! jawab yang bener!" Perintah Surya.
"Ahahaha rasain tuh. Makannya, sekolah tuh yang bener bang! jangan tebar pesona mulu!" kini Rania angkat bicara.
"Diem lu cil, gausah ikut campur deh."
"Papah...bang Reygan masa manggil aku bocil sih, kan aku udah gede." Rania merengek kepada papanya.
"Yee, kang ngadu Lo!"
"Diem kamu Rey! Sekarang papa tanya. Kamu kenapa berantem sama kakak kelas, sekolah sering berangkat telat, dan berani ngelawan sama guru? Kamu mau sekolah atau mau cari dosa sih?" tanya Surya.
"Mati gue" batin Reygan.
"Em, Rey cuman gabut pah" jawab Reygan dengan entengnya.
"Gabut? Gabut mu gak berfaedah Rey! Kalau gabut itu ngaji, biar dapet pahala!"
"Lah iya ya pah, kok Reygan gak kepikiran sama sekali. Yaudah deh, nanti kalau Reygan gabut, Rey pasti ngaji."
"Hallah, bo'ong tuh pah. Bang Reygan mah cuman megang Al-Qur'an nya doang. Kagak dibaca!" cibir Rani.a
Reygan menatap tajam adiknya tersebut. Sungguh adek lucknut. Bukannya membela abangnya, eh malah memojokkan.
"Yaudah, kali ini papa akan maafin kamu. Tapi lain kali jangan diulangi lagi!"
Reygan tersenyum lega, akhirnya ia terbebas dari macan
"Oiya, katanya kamu mau ngenalin pacar kamu? Mana janjinya?"
"Em, lusa Rey bawa kesini pah."
"Beneran? Awas aja kalau bohong. Kalau bohong, Papa akan melanjutkan perjodohan itu."
Reygan hanya menganggukkan kepada."iya, Rey janji bakal bawa dia kesini lusa."
...🦋...
Ocha kini sedang berada di rumah Adel. Karena hari ini, mereka akan mengerjakan tugas kelompok kerajinan.
"Kita mau buat apa nih Del?"
"Gue punya nya kain flanel sih. Kita buat kerajinan dari kain flanel ajalah."
"Ok. Gue buat gantungan kunci aja ya, biar gak ribet"
"Terserah lo aja, gue mau buat boneka" ucap Adel.
"Del minta lem nya dong"
"Nih."
"Del, pinjem gunting nya."
"Nih."
Ocha selalu mengganggu Adel yang kini tengah fokus dengan kerajinan miliknya.
"Bel mint--"
"Berisik Cha! Astaghfirullah sabar, itu kan peralatan disamping lo juga ada. Ngapain elo minjem ke gue terus!"
"Oiya, hehehehe maap lupa" cengir Ocha.
Ditengah aktivitasnya, Ocha selalu mengoceh. Walaupun Adel sudah melontarkan tatapan maung ke arahnya.
"Oiya Del. Gue mau tanya boleh gak?"
"Paan?"
"Hubungan lo sama Reygan apasih?"
"Temen" singkat Adel
"Temen apa temen?"
"Temen nyet!!"
"Santuy dong! ,gue kan nanya baik baik"
"Heh! lo dari tadi ngoceh mulu tau gak? Kalau lo ngoceh mulu kapan selesainya nih" Adel melemparkan penggaris yang ada didekatnya ke arah Ocha.
"Yaelah Del, sensi amat sih! Lo lagi pms?"
"Kalau iya emang kenapa?"
"Pantes kayak macan" gumam Ocha pelan
...🦋...
"Del,kok kerajinan gue kayak ada yang aneh gitu ya?" ocha menatap hasil karyanya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hasil karya ocha
"
Pfttt lagian elo nya sih, bikin karya kreatif dikit kek. Itu kalau seandainya lo kasih ke anak kecil, pasti anak kecil nya nangis gara gara ketakutan"
"Lah mau gimana lagi? ootak gue udah mentok buat ini. Gak papa lah yang penting gue buat dan dapet nilai."
"Terserah Lo Cha. Yaudah sono pulang, entar dicariin emak lo"
"Yah, nanti aja deh"
"Em saya mencium bau bau mencurigakan nih. Lo pasti disini ada maunya kan?" Adel memperhatikan Ocha dari atas sampai bawah.
"Hehehehe sebenernya gue laper. Lo ada makanan gak?"
Adel mendengus kesal. "ada di dap--" sebelum Adel menyelesaikan omongannya, Ocha terlebih nyelonong masuk ke rumah Adel.