Hy semua.....
Vote dulu sebelum membaca ya...
Jangan lupa juga buat ramein dengan cara komen di setiap paragraf juga :)
Happy reading kesayangan💗💗
-oOo-
Dua hari menjelang ujian akhir semester, SSR kini menjadi tempat berkumpulnya dua tim yang akan menjadi perwakilan SMA Galaksi dalam ajang bergengsi cerdas cermat sains tingkat SMA se-Jakarta. Kompetisi besar itu, rutin diselenggarakan setahun sekali.
Di dalam ruang penuh saksi latihan mereka ini, juga terdapat Bu Ghea selaku pembimbing mereka selama beberapa bulan belakangan. Guru dengan paras cantik, muda, bertalenta dan cerdas. Karena itu, Bu Ghea kerap dijadikan sosok roal model oleh siswanya.
For you information, tim pertama terdiri dari Boby, Tania dan Athaya. Dan untuk tim kedua, ada Gino, Rachel dan Vani. Keenam siswa itu tengah mendengarkan wejangan dari Bu Ghea.
"Menang atau kalah, dua kata yang akan membuat kalian takut, terpacu, atau bahkan jadi hal yang selalu kalian pikirkan setiap waktunya." Bu Ghea berdiri di depan mereka semua. "Satu hal dari saya yang boleh kalian ambil sebagai motivasi, tapi boleh juga tidak." Bu Ghea diam sejenak. "Never think bahwa kemenangan bukanlah segalanya, karena yang berfikir seperti itu adalah mereka yang never won anything."
"Kemenangan bukan selalu dengan meraih juara pertama, bukan selalu saat kalian berhasil mengalahkan banyak orang di sebuah kompetisi. Tapi, kemenangan juga merupakan sebuah definisi dimana setelah kita gagal, kita tetap mau belajar lebih keras. Dan ketika kita belum berhasil, we keep trying to achieve it."
"never get tired of winning and never stop learning." Bu Ghea menyampaikan dengan tegas dan lugas.
"So guys, Thank you for your hard work these few months. Saya sangat-sangat mengapresiasi itu, dan Let's do what's best for the Galaksi."
"Thank you miss, senang bisa dibimbing sama guru secerdas dan sekeren Bu Ghea," ucap Boby berterima kasih.
"Of course Boby." Bu Ghea kemudian mengambil tasnya yang ditaruh di atas meja. Membuat keenam siswa itu maju ke depan bersamaan.
Kedua tim dan juga Bu Ghea berkumpul membentuk lingkaran kecil. Kemudian mengulurkan tangan untuk melakukan yel-yel.
"GALAKSI!!!" teriak Boby.
"KERJA KERAS! KERJA CERDAS! KERJA TUNTAS!" sahut mereka semua dengan semangat.
***
"Aya..."
Aya yang baru keluar dari SSR kembali memutar tubuhnya saat Boby memanggil. Cowok itu baru saja selesai mengunci ruang tersebut.
"Kenapa kak Boby?" tanya Athaya menyambut ramah.
"Senang bisa latihan bareng lo selama ini," tutur Boby jujur. "Semangat ya ujiannya, semoga hasil ujiannya bisa bikin lo senyum terus."
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Teen FictionDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
