Hai temen-temen semuaaa!!!
Maaf ya, aku baru sempet up sekarang. Karena belakangan ini memang banyak kesibukan yang tidak bisa ditinggalin.
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya biar cepat update ke part selanjutnya yaa!!
Selamat membaca semuaa!!!
Semoga suka, aamiin🙆🏻♀️
-oOo-
Drtt..
Sesendok nasi yang hampir mendarat ke mulut Saga, harus digagalkan kembali oleh cowok itu. Ia menatap horor pada ponselnya yang berdering menampilkan nama Kanjeng Ratu di sana.
Barbar tertawa melihat ekspresi Saga. "Buset! Muka lu kaya maling keciduk warga aja njing."
"Mampus gue!" kata Saga sebelum mengangkat telepon dari Bundanya. Ia menyadari kesalahan besar yang telah diperbuat.
Setelah mengumpulkan keberanian secara total, serta melafalkan beberapa mantra dan untaian doa', akhirnya Saga menggeser ikon hijau di layar tersebut.
"Assalamualaikum hal——"
"Tupperware Bunda yang katanya mau dibalikin lusa mana? Kamu kemanain tupperware bunda Bang?
"Ya Allah Bun, pelan-pelan ngomongnya."
"Nggak bisa pelan-pelan lagi kalo sama kamu. Cepet! Tarok dimana tupperware bunda?!"
"Lupa."
"Apa?! Cari sampe ketemu! Awas aja kalo nggak ketemu. Nggak boleh tidur di rumah!"
Tut... Tut
"Kayanya yang anak kandung si tupperware Ga, bukan elo," kata Jon kemudian tertawa lepas.
"Mungkin aja lo anak pungut Ga," timpal Vando.
"Bego lah! Mau gue cari kemana lagi itu benda," kata Saga, frustasi dibuatnya.
"Emangnya lo bawa kemana sampe lupa segala?" tanya Athala.
"Inget-inget lagi deh, salah naruh kali lu," tambah Gilang.
"Gue nggak lupa, sebenernya waktu itu gue ngasih bekal sama Pak Harto, OB sekolah. Kotaknya dia bawa pulang, terus si anak pak Harto ini, pake acara bawa ini kotak juga ke sekolah dia. Dan sama anaknya, nggak sengaja hilang. Nggak tau sekarang dimana keberadaan kotak makan kesayangan Bunda gue itu."
"Anjir! Rumit juga masalah kotak makan lo." Barbar berkomentar.
"Jujur aja dari awal udah, ngapain lo pake boong segala," kata Athala sangat masuk akal.
Vando mengangguk. "Nggak mungkin juga Bunda lo ngelabrak anak pak Harto yang ngilangin tupperware dia."
"Iya juga ya, kenapa gue nggak kepikiran dari kemaren?"
"Ya karna otak lo pendek, ribet amat masalah sepele doang," ujar Jon.
"Emangnya otak lo panjang?" tanya Saga lalu mendengus kesal.
"Bukan itu kak, gue yakin jawaban gue tadi bener. Sebel banget tau, mana cuma dapet nilai delapan lima lagi ulangannya."
"Iya Aya, nanti gue liat soalnya gimana. Nanti kita coba kerjain bareng juga ya," balas Boby dengan senyum tipis menanggapi ucapan cewek di sampingnya ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Teen FictionDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
