Jangan lupa vote dan komen sebelum membaca ya....
Banyakin komen dan votenya dong guys... 👉👈
Kalo ada typo tolong dikasih tau ya...
Happy reading....
-oOo-
"Aya, selamat udah berhasil lolos seleksi," kata Viona tersenyum lebar. Mereka tidak sengaja berpas-pasan di lorong ketika keduanya ingin menuju kelas.
Athaya balas tersenyum. "Thank you Vi."
Sekitar lima langkah lagi untuk sampai di kelas X IPA satu, Athaya kebingungan saat melihat Alin terburu-buru keluar dari kelas dengan ekspresi yang menjelaskan bahwasannya cewek itu menangis.
"Alin!" panggil Athaya.
"Alin!" Athaya memanggil sekali lagi, namun yang dipanggil malah mempercepat langkahnya tanpa mau menoleh lagi ke belakang.
"Aya," Viona menahan Athaya yang ingin menyusul langkah Alin. "Kasih dia waktu sendiri dulu, Alin lagi banyak masalah Ya."
"Banyak masalah?" Athaya membeo.
Viona mengangguk, kemudian cewek tinggi itu menunjukkan layar ponselnya pada Athaya.
Terbukti korupsi dana pembangunan Cempaka Hospital, pengusaha Radit Denandra dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara.
Athaya menutup mulutnya setelah membaca headline berita yang ditunjukkan oleh Viona. Radit Denandra adalah Ayah kandung Alin.
"Kok lo nggak pernah ngasih tau gue? Dari kapan Vi?" tanya Athaya.
"Maaf Ya, gue bener-bener minta maaf sama lo. Alin katanya nggak mau ngebebanin lo, apalagi lo lagi seneng banget bareng kak Athala. Dia nggak mau buat lo kepikiran Ya."
"Om Radit ditetapin jadi tersangka udah dari sebulan yang lalu. Dan resmi jadi terpidana tiga hari sebelum Ayah lo meninggal Ya." Viona menghela nafas. "Makanya dia nggak mau banget ngasih tau lo, dia nggak mau lo banyak pikiran."
"Dan udah satu bulan juga Mamanya pergi dari rumah, sampe sekarang nggak pulang."
"Gue ngerasa bersalah banget karna nggak tau apa-apa tentang sahabat gue sendiri."
Viona menggeleng, kemudian menyentuh bahu Athala. "Serius, nggak apa-apa Aya."
***
"Lemes besti, belom diingetin sarapan sama Ayang," kata Jon melangkah dengan terseok-seok sambil memegang kepalanya.
Duk!
Vando memukul keras Jon dengan tasnya. Kadang kesal juga melihat tingkah cowok itu. "Ayang-ayang pala lo!"
"Tetap tampil tenang di era gempuran pamer ayang," kata Barbar.
"Ya iyalah tenang, kan nggak punya cewek lo," ujar Saga.
"Anjing Ga!" Athala tertawa mendengarnya. "Bener aja lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Teen FictionDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
