26- Dia Berubah Tapi Aku Tetap Jatuh Cinta

12K 847 79
                                        

Halo makhluk bumi yang diciptakan Tuhan ketika bahagia

Selamat membaca, semoga bisa mengerti cara dia mencintai.

Jangan lupa pencet bintang dulu ya

Semoga selalu baik hati dan selalu mendapat kebaikan dari semesta

-oOo-




Watoki sedang ramai-ramainya di sore hari seperti sekarang. Setiap sudut tempat ini penuh dengan cowok berseragam putih abu-abu khas anak SMA.  Saking banyaknya mereka, Bude sampai harus buru-buru membuatkan pesanan seperti pecel ayam, es teh, atau mi rebus yang enaknya tiada tanding.

"Masa SMA adalah masa dimana gue mengenal teman bangsat," kata Vando.

"Ya elah Van, sebenernya lo mau bilang gini kan." Jon berdehem. "Masa SMA adalah masa dimana gue mengenal teman terbaik."

"Gengsi amat brader gue ni," ucap Barbar pada Vando.

"Iya deh iya," kata Vando kemudian.

"Saga Fardhan Axellino." Barbar mengeja nama Saga saat cowok itu baru saja datang dan langsung bergabung bersama teman-temannya.

"Memang ya, orang bucin tuh hidupnya sibuk." Gilang memperhatikan Saga.

"Sibuk dengan kebucinan ya nggak Lang?" tanya Vando yang diangguki oleh Gilang.

"Asalkan bucin dengan orang yang tepat aja sih," balas Saga.

Athala kemudian ikut bergabung bersama mereka. Cowok dengan gelang hitam di pergelangan tangannya itu lalu menaruh piring berisi mi goreng di atas meja.

"Dan apa benar lo bucin sama orang yang tepat Ga?" tanya Athala kemudian.

"Jikapun enggak tepat, akan gue buat dia menjadi orang yang tepat."

Jon bertepuk tangan, mengapresiasi jawaban Saga. "Anjing! Temen gue keren amat bro kata-katanya."

"Lord Saga udah mengeluarkan kata-katanya. Kalo Barbar gimana? Ayo dong Bar, tunjukin sama kita," suruh Jon memaksa.

Barbar berdehem. "Dia baru akan menyadari, saat dia kehilangan cinta paling tulusnya."

"HAHAHA!" Vando tertawa, kemudian menepuk pundak Barbar dua kali. "Dapet dari mana kutipannya bro?"

"Dari kisah hidup, ya nggak Bar?" serobot Gilang.

"Y."

"Bangsat! Sok cuek," sahut Athala membuat Barbar tertawa lebar.

"Lang nyanyi yuk Lang," ajak Barbar, Gilang yang memang sedang mengutak-atik gitarnya kemudian mengangguk.

"Biar Gilang aja, lo nggak usah ikutan ya Bar. Entar bukannya nyanyi, tapi malah menghancurkan bumi," kata Vando.

"Yang jatuh cinta beda agama nggak usah ikutan," balas Barbar mengejek.

"Monyet lo Bar, itu mulu dah senjata lo. Kit ati nih gue," ujar Vando membuat teman-temannya tertawa.

"Astaga!" kata Saga tiba-tiba mengingat sesuatu. "Ta, tadi Athaya lagi nungguin lo di sekolah. Katanya nomer lo nggak aktif. Sorry, gue lupa ngasih tau lo."

ATHALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang