Jangan lupa vote dan komen ya...
Selamat membaca semuanya, semoga suka dan berkesan:)
-oOo-
Pagi-pagi sekali, Athaya sudah berada di kelasnya. Cewek itu tersenyum menatap kotak makan yang kini berada di genggamannya. Lalu beralih mengusap salah satu jari telunjuknya yang dibalut oleh plester.
Beberapa detik ia terbuai dalam lamunannya. Lalu saat dua orang yang kehadirannya ditunggu melewati kelas Athaya, dia langsung saja terburu-buru melangkah keluar. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.
"Kak Athala!"
Athala menghentikan langkah, begitu juga dengan cewek yang berada di sampingnya—Rachel.
"Kak Rachel boleh tinggalin aku sama kak Athala sebentar?"
Rachel tersenyum, lalu mengangguk. Namun, saat baru saja dia akan mengambil langkah, Athala langsung mencekal pergelangan tangannya. "Ngomong aja, tanpa lo harus ngusir dia."
Rachel menggeleng tidak enak. "Tapi nggak apa-apa Ta, kamu butuh waktu juga sama Athaya."
"Dia yang butuh! Bukan gue!" Athala menatap Athaya tajam.
"Iya udah nggak pa-pa." Athaya tetap memamerkan senyumnya, meskipun beberapa kali ia sadar bahwa Athala sudah sangat jauh dari yang dulu ia kenal. Gaya bicara, cara menatap, bahkan cara memperlakukan Athaya yang jauh dari kata seorang pacar.
"Aku cuma mau ngasih bekal ini sama kamu. Tadi pagi aku bikin nasi goreng, tapi dibantu sama Bi Muti sedikit."
Athala berdecak. "Lo bisa ngasih makanan itu ke orang lain selain gue. Gue nggak suka!"
"Athala, aku punya salah sama kamu atau gimana? Kalo emang iya, aku minta maaf. Aku bingung diginiin sama kamu, apa kata-kata aku pernah nyakitin kamu? Apa aku ngecewain kamu? Tolong bilang sama aku."
"GUE NGGAK SUKA SAMA LO! PUAS?!"
Athaya tersentak saat Athala membentaknya di koridor. Bahkan Rachel pun sama kagetnya dengan Athaya. Mereka sama-sama tidak menyangka bahwa cowok itu akan senekat itu.
"Oh ya?" Athaya tertawa, tawa yang membuat hati Athala sakit saat mendengarnya. "Aku nggak percaya, kamu pasti boongin aku. Aku tau kamu."
Rachel meringis, menatap Athaya dengan rasa kasihan. "Aya, mending kamu ke kelas dulu. Jangan ribut di sini, bentar lagi sekolah bakalan rame Ya."
"Kak Rachel cewek kan? Bisa nggak, ngertiin aku sebentar aja."
Athala mengikis jaraknya dengan Athaya. "Jangan pernah nyalahin Rachel Athaya. Satu lagi, lo jangan pernah bawa-bawa dia lagi!"
"Athaya!"
Viona dengan emosi yang meletup-letup, mendekat pada Athaya, Athala dan Rachel. Cewek tinggi itu baru saja datang bersama Alin.
"Maksud lo apa?!"
Athaya terkejut mendengar Viona membentaknya. Begitupun dengan Athala dan Rachel. "Gue selama ini udah anggap lo sahabat paling baik Ya. Tapi kenapa lo ngelakuin ini sama gue?! Kenapa?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Roman pour AdolescentsDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
