Jangan lupa vote dan komen sebelum membaca ya....
Happy reading....
Jangan lupa kasih bintangnya ya guys, kan gratis!
Banyakin komen yaw🤙
-oOo-
Derap langkah mengiringi bunyi ambulance stretcher yang didorong oleh petugas rumah sakit hingga memasuki ruang IGD. Tidak ada yang mengeluarkan suara, hanya ada helaan nafas, lenguhan, serta ringisan kecemasan menunggu Athala yang sedang mendapatkan perawatan di dalam sana.
Vando menarik rambutnya, tubuh yang sedang bersandar di dinding putih itu perlahan merosot ke bawah. Berjongkok di lantai, menandakan bahwa kepalanya sedang tidak baik-baik saja. Ia kacau, ia tidak mau hal-hal itu terjadi sekarang. Vando tidak siap.
Athaya datang bersama Gilang, cewek itu terlihat tenang, tidak mengeluarkan suara, tapi auranya sudah berbeda dari biasanya. Melihat itu, Rachel yang tadi sedang berada di samping Barbar langsung megambil langkah cepat, menghampiri Athaya.
"Aya... kamu sayang kan sama Athala?" Rachel langsung menyerobot Athaya dengan pertanyaan seperti itu. Ia kemudian menunjukkan selembar kertas yang dapat dibaca oleh Athaya saat itu juga.
RUMAH SAKIT SOEPOMO
jln. Drs. Moh. Hatta No. 08 Jakarta
______________________________________
SURAT KETERANGAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa pasien dengan biodata berikut:
Nama : Athala Abasya Pramudya
Umur : 18 tahun
Alamat: Jl. Cendana no. 03
Hari ini pasien atas nama tersebut dinyatakan sembuh setelah melakukan cuci darah selama beberapa bulan karena divonis menderita gagal ginjal akut.
Jakarta, 2022
Dr. Arlan Stevan
Hari itu, bukan Athaya saja yang terkejut dengan kesimpulan yang ada dalam kertas tersebut. Teman-teman Athala, terkecuali Barbar dan Vando ikut terenyuh dan merasa tidak punya peran di dalam hari-hari berat Athala sebelum ini.
"Lo kenapa nggak kasih tau kita Van?" Saga bertanya, tidak terima. "Lo kenapa nggak kasih tau kalo Atha harus jalanin cuci darah?!"
"Athala yang minta." Barbar menjawab tanpa menoleh, membuat Saga, Gilang dan Jon tidak lagi mengajukan pertanyaan.
"Aya, Athala janji kalo dia sembuh bakalan ngejar kamu lagi. Dia janji kalo akan perjuangin kamu lagi, kamu liat kan Ya? Dia nggak pernah jatuh cinta sama aku, dia nggak pernah benar-benar ada rasa sama aku Ya. Dia cuma pengen kamu nggak kepikiran, dia nggak mau jadi yang menyedihkan di depan kamu." Rachel menahan sesak di dadanya. "Meskipun orang-orang tau kalo aku cinta sama Athala. Tapi aku nggak akan pernah maksa dia buat balas perasaan aku. Aku terpaksa pura-pura, karena Athala yang mau, karena dia pernah nggak percaya kalo dia akan sembuh. Dia nggak mau kamu bareng dia yang penyakitan Ya."
Athaya terpekur, tubuhnya mendadak lemas. Ia meremas kertas di tangannya, meluapkan sedikit perasaan ke sana. "K-kak Rachel," ujar Athaya bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Teen FictionDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
