Hy semuaaa....
Jangan lupa klik bintang di pojok kiri bawah ya.. gratis kok, nggak bayar. Jangan lupa komen juga.
Selamat membaca teman-teman
-oOo-
"MASYAALLAH, CANTIK BANGET YA ALLAH, ALLAHU AKBAR CANTIK BANGET!" teriak Barbar melihat Rachel lewat di depannya bersama Jessie.
"Emang cantik," Jessie mengibaskan rambutnya di depan Barbar.
Barbar memandang bingung. "Lah, orang gue muji Rachel, kenapa setan ini yang GeEr!"
"Ngapa teriak-teriak kaya orang kerasukan sih lo anjir," kata Vando pada Barbar.
"Telat amat lo balas teriakan gue," balas Barbar.
"Iri iri iri," kata Jon pada Vando.
"Gue nggak iri," jawab Vando.
"Lo kaya cewek pms mulu dah," kata Gilang, mengomentari sikap Vando. "Sensian!"
"Nggak usah marah-marah Van," Saga terkekeh. "Salsa kan selalu ada di hati lo."
"Tapi sayangnya enggak bisa sama-sama," timpal Athala telak.
"Jiahhhkkk!" teriak Barbar, tampak bahagia sekali kalau dalam hal sorak menyoraki.
"Gue mulu, gue mulu yang kena," sungut Vando.
Jon tergelak karenanya. "Ya makanya calm dong."
"Barbar! Lo kenapa nggak piket kemaren?!" tanya Jessie ketus.
"Piket? Kemaren jadwal gue piket ya Jes?" Barbar cengengesan. "Lupa gue."
Dengan kesal, Jessie melempar sapu yang dipegangnya ke lantai. "Lo ya! Pura-pura lupa terus tiap ada jadwal piket. Gue doa'in pikun beneran!"
"Doa' lu gitu amat!"
"Widihhhh cantik banget pagi-pagi Sa," seru Jon, sengaja saat Salsa baru ingin memasuki kelas. Cewek itu hanya tersenyum singkat menanggapi ucapan teman sekelasnya itu.
Barbar memberikan jalan yang lebar untuk Salsa masuk ke kelas. Sampai-sampai ia mepet ke pintu. "Silahkan jalan queen Salsa, jangan lupa contekin abang waktu ulangan nanti ya."
"Sok asik lo," ujar Vando singkat.
Barbar tersenyum mengejek. "Emang gue asik."
"Bidadari lewat Bar," bisik Jon pada Barbar.
"Wahh..., ini yang dinamain glowing semriwing Jon," balas Barbar berdecak kagum.
Barbar ini meskipun ikut-ikutan godain cewek-cewek kaya Jon, di hatinya tetap hanya ada Rachel seorang. Dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah.
"Pagi Viona," sapa Jon genit.
Viona yang memang seperti ulat bulu itu, jelas makin senang lah disapa begitu sama cowok ganteng. Apalagi anak Zedeza. Cowok-cowok idamannya di sini.
"Pagi Kak Jensen," balasnya sambil tersenyum. Senyum yang menawan di mata cowok, tapi jelas menjengkelkan di mata Athaya dan Alin.
Vando berlagak ingin muntah. "Nanti Jon baper lo sapa begitu. Panggil Jon aja biar setara sama muka dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA
Ficção AdolescenteDia tetap jatuh cinta paling bahagia. Meskipun di akhir cerita, aku menyakitinya karena harus.
