Setelah Regar selesai menjelaskan, mereka mulai menyusun rencana. Devan memimpin rencana tersebut.
"Rencana kita harus dirubah, ketika mereka dateng dengan cara berpisah kayak sama kita ngelawan mereka. Jadi kita harus nyebar, dan bukan berarti berpisah kayak strategi kayak biasa. Semua kita didepan, inget berkumpul bukan berarti jaga mereka secara berurutan. Kita harus nyebar, setengah lapangan kita isi dengan penyebaran kita. Inti berada di depan, nyebar juga. Yang lain, nanti kalian bagi lagi sesuai kemampuan. Jangan ada yang bergerombol, semua nyebar dan berjaga-jaga. Untuk kali ini, kalian fokus latihan buat lomba basket dulu, buat yang ikut. Yang ga ikut basket, kalian jaga markas dan jaga gerbang sekolah. Lebih banyak yang jaga gerbang sekolah, karena kalian tau sendiri kalau Vaxion bakal nyerang ke sekolah bukan markas. Mereka ga akan nyerang sekali doang, setelah selesai sekolah, mereka bakal nyerang markas. Jika emang mereka mau menyerang markas, gue harap kalian juga bisa ngatasi, dan ingat jangan sampai lengah dengan jumlah anggota mereka," jelas Devan.
"Jangan pernah mancing mereka kalau kita emang kurang persiapan. Biarin mereka yang mancing kita. Hadapi mereka dengan santai, bukan emosi. Semua yang kita lakukan pake emosi ga bakal selesai dan malah buat kita jadi lengah. Jangan pernah juga natapal mereka remeh, pasukan mereka bertambah," imbuh Gio.
"Kenapa kita ga nambah anggota atau pasukan juga kayak mereka?" tanya Varo.
"Dari angkatan satu, yaitu angkatan bokap gue. Emang dari dulu Egryros hanya diizinkan memiliki 250 anggota, tidak boleh nambah ataupun kurang. Dan semua itu ga diambil dari SMA GALAKSI sendiri, tapi juga dari SMA lain. Lestarikan terus peraturan 250 anggota ini, jangan sampai berubah sampai angkatan seterusnya. Dan kata bokap gue juga, angkatan kita ini yang paling banyak musuh. Walaupun cuma ada satu geng musuh kita, tapi anggota mereka ga main-main. Jika dibandingkan, anggota kita kurang 110 orang lagi buat menyamakan anggota mereka. Sebanyak itu, kita ga akan dapet dalam waktu singkat. Kalian tau sendiri kan, kalau pemilihan anggota Egryros bukan cuma sehari. Tapi ada juga yang berminggu-minggu, apalagi anggota inti. Perlu kekuatan yang lebih buat masuk Egryros," jelas Gio.
"Yang dibilang Gio itu bener, apa yang kita lakuin sekarang adalah fokus buat rencana. Kalau emang mereka menyerang secara tiba-tiba, kita harus melawan dengan sigap dan cepat," ujar Argo.
Rencana sudah selesai disusun, sekarang mereka sedang berlatih basket di lapangan belakang markas. Tak lama kemudian, zira turun dari lantai atas dengan langkah gontai. Dia menghampiri Argo lalu melanjutkan tidurnya, dia tidur dipaha Argo
"Lah tidur lagi tuh anak?" tanya Nopal yang baru saja keluar dari kamar mandi. Argo hanya menjawab dengan deheman. Tangannya beralih mengelus surai hitam milik Zira.
"Zira belum bangun?" tanya Gio.
"Tadi udah, tapi tidur lagi dipaha gue," sahut Argo.
Mereka melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. Zira menggeliat, karena merasa tidurnya terusik.
"Cuci muka dulu sana," suruh Gio. Zira melangkahkan kakinya ke kamar mandi, selesai mencuci mukanya, dia kembali ke ruang utama untuk berkumpul lagi.
Terdengar suara tawa yang menggelegar. Itu adalah tawa Lio, Vandro, Merzo. Mereka bertiga mendapat julukan trio tawa.
"Kamu mau makan ga?" tanya Devan perhatian.
"Ciee, ciee, bang Devan perhatian nih ye," goda Zira.
"Makan ga, zira?" tanya Devan lagi.
"Mau lah, ya kali engga"
Devan berjalan ke dapur, mengambilkan Zira makan. Dia kembali dengan sepiring nasi goreng telur. Melihat mata Zira yang berbinar, senyum manis tercetak dibibir Devan.
"Lah bang Devan bisa senyum?" tanya Zira polos.
"Bisalah cantik," Devan mengeluarkan senyumnya lagi. Dia mulai menyuapi Zira dengan hati-hati, "Enak ga nasgornya?"
"Enaklah kan buatan mamas depan," balas Zira. Lagi-lagi Devan menampilkan senyumnya. Ketika bersama Zira, dia lebih banyak menampilkan senyumnya.
"Van, lo ga kesurupan kan?" tanya Terri hati-hati.
"Ga," balas Devan.
"Giliran sama gue aja cueknya kayak kutub selatan, coba kalo didepan Zira, pasti dah senyum kayak orang gila," Karena merasa kesal dengan ocehan kakak angkatannya, Samudra menyumpal mulut Terri menggunakan roti tawar yang barusan dia buat menggunakan susu coklat.
"Nah gitu diem, jangan ngoceh mulu," Samudra meninggalkan Terri yang masih kesal. Walaupun begitu, Terri tetap mengunyah rotinya.
Zira sejak tadi hanya memperhatikan perdebatan mereka. Dia sibuk makan nasgor buatan Devan. Sebenarnya, pribadi Devan adalah sosok yang hangat, dia terlihat cuek diluar ketika bertemu orang lain, selain teman gengnya dan keluarganya.
"Makannya udah habis, sekarang kamu minum dulu," Devan menyodorkan air putih kepada Zira, dengan senang hati dia menerimanya.
Mereka masih ribut dan tidak bisa diam, membuat Zira merasa terganggu. Dia sedang menonton Spongebob di ruang tengah.Dia berjalan ke ruang utama, lalu berteriak kencang.
"DIEM SEMUA!!!"
"AKU MAU NONTON SPONGEBOB DENGAN TENANG!!!" Dia berjalan kembali ke ruang tengah, melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti. Anggota Egryros diam mematung. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Ganas banget tuh bocil," Gio menggeleng-gelengkan kepalanya.
Karena merasa hari sudah hampir larut malam, dia mengajak Zira untuk kembali ke rumah, "Dek, pulang yuk."
"Abang manggil aku pake kata, dek?" tanya Zira tak percaya. Gio hanya mengangguk. Zira meloncat kegirangan, dia memeluk Gio erat, "AAA AKU KANGEN DI PANGGIL DEK!!"
"Ya udah yuk bang, kita pulang," tangan mungil Zira menggandeng Gio. Senyum Zira belum pudar sejak tadi.
"Abang abang tercintaa, dede gemes mau pulang dulu, babayyy," Zira melambaikan tangan mungilnya. Semua membalas dengan senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
EGRYROS
Novela JuvenilPersahabatan yang terjadi antara 7 orang lelaki. Terbentuk awalnya hanya karena pertemanan biasa yang terjadi di sekolah ternama, pada kota Bandung. Semuanya berjalan dengan lancar dan kompak, tetapi suatu hari, sebuah takdir mengejutkan datang dian...
