28. Past and future

252 24 0
                                        

Semua orang memilki masa lalu dan masa depan yang berbeda, tergantung kita bagaimana menyikapi itu semua. Sebaiknya kita fokus dengan masa sekarang. Karena masa sekarang bisa menjadi penentu masa depan, dan menjadi perbaikan masa lalu.

- Devan maharaja

.
.
.
.
.

"Wah gila seh! kejadian tadi bikin jantung gue kejedag kejedug," ujar Vandro.


"Terus kenapa tadi lo mau salaman sama tuh kunti? ha?" Lio melempar tatapan sinis ke Vandro.

"Ya kan gue belum tau kalo dia itu kunti"

"Eh guys, cerita masa lalu yuk. Atau ga impian masdep?" saran Marcel.

"Ya udah hayuk, kita mulai dari masa lalu dulu," usul Alex.

"Gue dulu," ujar Gio.

"Kalian tau kan dulu gue pernah sayang banget sama satu cewe, karena gue terlalu sayang, akhirnya gue mutusin buat jaga dia dari jauh ataupun dekat. Disaat dia terluka, disitu gue yang paling depan buat lindungi dia ataupun nenangin dia. Suatu hari, dia ditangkep sama geng motor lain, dan waktu itu gue masih kelas 10. Gue ga tau harus minta tolong ke siapa, kalau gue minta tolong ke kalian, ini ga ada urusannya sama kalian. Dan gue mutusin buat nolong dia sendiri," Gio menjeda ucapannya sebelum dia kembali menceritakan kejadian pahit dalam hidupnya.

"Akhirnya gue masuk ke markas yang udah di share lokasinya sama ketua geng itu. Gue masuk ke situ dan mulai nyari ruangan yang di pake buat nyekap dia. Ruangan itu sepi, gelap, dan ga ada pencahayaan sama sekali. Cahaya yang gue dapet cuma dari lampu senter di ponsel gue. Tiba-tiba ada yang serang gue dari belakang pake kayu, gue jatuh terkapar lemas, sebab serangan itu bener-bener mendadak dan gue belum ada persiapan,"

"Dia teriak manggil nama gue, disitu dia nangis, mau nolongin gue, tapi dia ga bisa, karena tangan sama kakinya di iket sama ketua geng itu. Anggota geng motor itu mukulin gue berkali-kali sampai ga ada tenaga buat ngelawan mereka. Jadi gue ga bisa nolongin dia dari gedung itu, sampai Devan dateng ke dalam gedung terus ngelawan mereka satu persatu, akhirnya gue coba bangkit dan gue juga ikut buat ngelawan mereka,"

"Devan tau darimana?" tanya Vandro

"Jadi dulu Devan pernah nyambungin live maps di hp gue, karena itu suruhan bokap gue, supaya disaat gue butuh bantuan, bisa minta tolong sama Devan tanpa harus nelfon dia, disitu Devan kayak sadap kamera gue, jadi dia bisa tau apa yang gue alami,"

"Semua anggota geng motor itu udah tepar dan gue sama Devan segera buka tali yang ngikat dia, tapi tiba-tiba ada cowo keluar dari salah satu ruangan paling dalam, kita ga kenal siapa itu cowo. Gue tanya ke dia, dan katanya cowo itu masa lalu dia. Mereka pernah menjalin hubungan selama 2 tahun, dan putus dikarenakan si cowo ini selingkuh. Devan nyoba buat hajar cowo itu dan gue bantu dia. Tali yang ada di tangan sama kaki dia udah gue lepas selagi Devan ngelawan tuh cowo. Kita bertiga menang dan gue bawa dia keluar dari gedung tua itu diikuti Devan,"

"Dua hari setelah kejadian itu, dia jadi lebih pendiam, mungkin karena dia trauma sama kejadian itu. Gue nyoba buat nenangin dia, gue selalu terdepan ketika liat dia sedih, ataupun terluka. Sampai suatu hari, gue denger kabar dia bunuh diri karena depresi berat. Dokter bilang, dia terlalu banyak pikiran dan trauma yang mendalam dalam dirinya. Bahkan dia sempet koma selama seminggu karena depresi itu. Gue selalu nemenin dia disaat kayak gitu, tapi ternyata usaha gue sia-sia, ga ada hasilnya sama sekali. Dia meninggal ketika hari ulang tahun dia, dimana hari itu gue seneng karena dia tambah umur, dan saat itu juga gue kehilangan dia untuk selamanya,"

"Semenjak itu, gue kehilangan sumber bahagia buat selamanya. Ga ada lagi senyum yang bisa gue lihat tiap pagi, bahkan tiap detik. Semua telah hancur dalam satu waktu" Gio mengakhiri cerita masa lalunya.

"Okey, sekarang kita lanjut ceritanya, mungkin ga semua. Gio aja ye yang cerita masa lalu. Gue mau bahas masa depan," ujar Vandro.

"Baiklah, gue mulai, dari kecil gue punya keinginan buat jadi dokter bedah, tapi gue ga tau itu bakal terwujud atau engga. Karena kalian tau lah, sikap gue di sekolah kayak gimana. Gue anak yang bandel, nakal, ga tau aturan, and kasar. Dari kecil gue selalu berdoa supaya cita-cita itu terkabul. Gue ga yakin kalau gue bisa, tapi kata mama, gue ga boleh nyerah dan mulai memperbaiki diri sendiri dengan perlahan. Kalau semisal gue ga bisa jadi dokter bedah, Tuhan pasti punya rencana lebih baik dari rencana gue. Karena apapun yang Tuhan berikan, akan berpengaruh dalam hidup kita. Gue emang anak nakal dan bandel dalam keluarga gue, mungkin jadi satu-satunya. Sempet juga gue dianggap remeh sama keluarga gue karena banyak peringatan di buku sekolah gue,"

"Gue ga nanggepin omongan mereka, ga ada yang gue masukin ke hati, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tapi waktu gue diemin mereka, keluarga gue malah makin ngelunjak buat rendahin gue dihadapan orang-orang. Bilang gue ga punya attitude lah, ga punya masa depan lah, ga punya ini lah ga punya itu lah. Intinya gue selalu salah dimata mereka. Karena tekad yang bulat, gue coba buat nunjukkin ke mereka kalau ga semua bisa dipandang sebelah mata, selama ini gue berusaha buat belajar diam-diam dari mereka dan ga ada yang tau soal kerja keras gue. Suatu saat nanti bakal gue tunjukkin, gue harus semangat kejar cita-cita gue," Vandro tersenyum hangat setelah bercerita tentang masa depannya nanti.

"Ok, next, gue mau cerita soal masa depan gue dan harapan gue di masa depan nanti," ujar Devan.

"Harapan gue di masa depan nanti, kita masih bisa kumpul kayak sekarang, dan bisa nunjukin ke keluarga dan orang yang benci, kita bakal kumpul bareng, gue lihat kalian udah jadi sukses, dan pastinya tampan," Devan tertawa kecil di tengah-tengah ceritanya.

"Dan saat itu juga, kita bisa habisin waktu bersama dengan baik. Mengingat semua kenangan kita hari ini dan hari yang lalu, jadiin semua pelajaran berharga dihidup kita masing-masing. Dan memahami makna masa depan dan masa lalu dengan baik,"

"Setiap momen dalam hidup kita, akan menjadi kenangan yang indah untuk masa depan. Dan untuk masa lalu, biarkan itu menjadi pelajaran dan bekal masa depan,"

"Semua orang memiliki masa lalu dan masa depan yang berbeda, tergantung kita bagaimana menyikapi itu semua. Sebaiknya kita fokus dengan masa sekarang. Karena masa sekarang bisa menjadi penentu masa depan, dan menjadi perbaikan masa lalu"

"Ada yang mau bilang lagi soal masa depan dan masa lalu?" tanya Vandro.

"Gue rasa udah ga ada, mending sekarang istirahat aja deh, besok pagi kita kan joging," Marcel berdiri dari duduknya dan mulai membereskan halaman belakang rumah Gio sebelum pergi tidur.

Mereka membantu Marcel dengan baik, mulai dari membuang sampah, menyapu kotoran, menggulung tikar, setelah pekerjaan selesai, mereka memasuki rumah untuk beristirahat dan menyiapkan kekuatan untuk hari esok.


holaa aku up lagi nih, maaf ya aku jarang up, soalnya jarang buka wp, banyak kegiatan dirumah, aku usahain double up ya, jangan bosen sama cerita aku🥺

mau konflik ga?

kalau mau, aku tambahin ke chapter selanjutnya, hehehe

kalau mau, aku tambahin ke chapter selanjutnya, hehehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
EGRYROSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang