37. Kejadian geng motor bandung

205 22 0
                                        

Qin menceritakan semua kejadian soal geng motor di masa lalu, Gio dan yang lain memperhatikan dengan seksama.

flashback on

Dahulu ada kejadian yang besar di kota Bandung, peperangan antara dua geng motor yang terkenal. Geng motor Egryros dan Vaxion, dari angkatan  1 hingga angakatan 5 mereka sudah bermusuhan.

"MENDING SEKARANG LO NYERAH!! KARENA SAMPAI KAPANPUN GENG LO ITU GA BERGUNA BUAT MASYARAKAT!!!" teriak Kelvin, dia adalah ketua Vaxion pertama sekaligus sebagai pembangun Vaxion. Dia adalah ayah dari Vin.

"KATA NYERAH CUMA ADA DI KAMUS BANCI!!!" balas Damian tak kalah emosi.

"GA USAH BASA BASI!!!" satu pukulan melayang tepat di rahang keras milik Damian. Karena tidak teirma dengan ulah musuhnya itu, Damian membalas pukulan Kelvin tak kalah keras.

Hidung Kelvin mengalir darah segar, Damian mengeluarkan smirk andalannya. Dia kembali menghabisi Kelvin, melayangkan satu bogeman di wajah milik Kelvin.

Ditengah peperangan besar tersebut, salah satu anggota Egryros membunuh salah satu anggota Vaxion dengan tragis. Banyak luka dan darah yang ada ditubuh korban tersebut.

"Lo udah bunuh anggota gue!!! sekarang juga lo harus matii!!!!" Kelvin mengeluarkan pistol yang ada di kantongnya.

Dia berniat akan menembak pelaku pembunuh, akan tetapi malah ada anggota lain yang melindungi, peluru itu terembak sempurna di punggung  Rozion.

Setelah tertembaknya Rozion, anggota Vaxion banyak yang mengangkat senjata dan mulai menembaki musuhnya satu per satu. Banyak darah yang memenuhi lapangan banteng, korban yang meninggal tidak sedikit, hanya tersisa beberapa orang yang hidup dan mulai melestarikan budaya geng motor ini.

Semenjak kejadian tersebut, geng motor yang ada di kota Bandung sudah diberhentikan, tidak ada lagi generasi yang diperbolehkan untuk melanjutkan geng tersebut.

flashback off

"Yah, terus sekarang makam om Rozion masih ada?" tanya Devan.

"Masih, besok kita kunjungi dia ya, sama korban lain. Udah lama juga kita ga jenguk dia," Damian mengukas senyumnya, dia mengingat dulu mereka berdua pernah berebut Vania. Dan dia lah pemenangnya.

"Kita mau ke markas dulu ya, kita pamit," Gio menyalimi punggung tangan orang tua tersebut secara bergantian.

Mereka bergegas menuju markas, tadi Gio mendapat pesan dari Argo, bahwa ada salah satu jaket anggota Egryros yang tertinggal di markas. Keadaan markas juga hancur sekarang, dan yang pasti pelaku kehancuran ini adalah salah satu anggota Egryros.

Tapi siapa? apakah orang ini benar-benar anggota Egryros? ataukah hanya jebakan?

"Siapa yang dateng pertama di markas?" tanya Gio pada semua anggota yang ada di dalam markas.

"Gue bang, tapi waktu gue dateng, keadaan markas masih utuh. Gue pergi sebentar buat beli cemilan sama stok makanan," ujar Samudra.

"Lo kunci pintunya ga?" tanya Gio.

"Gue kunci, kemarin bang Lio ngasih kunci cadangan ke gue," jelas Samudra.

"Setelah Samudra, siapa yang dateng ke markas?" tanya Gio lagi.

"Gue, waktu itu keadaan markas udah berantakan," ujar Argo.

"Ada yang dateng ke sini sebelum lo ga?" tanya Lio.

"Ga tau, intinya waktu dateng keadaan markas udah hancur"

"Mencurigakan, bukan dia pelakunya," ujar Devan.

"Maksud lo apa?" alis Gio menaut sempurna.

"Pelaku ini bawa kunci cadangan, sekarang siapa pembawa kunci cadangan selain Gio?" ujar Devan.

"Tunggu, kunci utama ga ada?!" Gio terkejut karena di saku jaketnya tidak ada kunci utama markas.

"Semalem lo taruh mana?" tanya Alex.

"Masih ada di saku, kalian tau kan kalo gue ga pernah keluarin tuh kunci dari saku"

"Pelaku ini pake kunci utama, bukan cadangan," ujar Devan.

"Bang!!!" teriak Samuel dari pintu utama.

"Wesh panik banget kalian dah? kenapa sih? LAH KOK MARKAS BERANTAKAN!!"

"Ada peneror lagi, kita lagi selidiki," balas Devan.

"Kalian cari kunci utama? Nih!" Samuel menyodorkan kunci utama markas kepada Gio.

"Makanya kalo kunci markas itu dijaga bukan dihilangin. Kemarin aja jatuh di parkiran," dia meninggalkan mereka di ruang utama.

"Perasaan kemarin malem udah dirumah deh," Gio bingung dengan kejadian ini.

"Lo lupa, makanya ga inget!" Samuel keluar dari dapur dengan sepiring cemilan.

"Kebanyakan pikiran lo! pantesan ga inget!" Samudra menyenggol lengan Gio.

"Mungkin sih, besok udah ujian kelulusan. Masalah juga banyak banget lagi, kapan kelar ya Tuhan!" Gio menjambak rambutnya frustasi.

"Balik dulu aja kalian, biar gue sama angkatan lain yang jaga. Kelas 12 fokus ujian aja. Bentar lagi lulus, belajar yang bener," ujar Argo.

"Tumben lo bener!" Marcel merangkul pundak Argo.

"Lo nya aja yang selalu salah!"

"Kita balik dulu, markas tolong dirapihin lagi, makasih," Gio berjalan keluar markas untuk kembali kerumahnya dan belajar.

"Lihat tanggal main selanjutnya bruh, gue tau lo fokus ujian buat kelulusan. It's okay gue kasih waktu buat mikir masa depan lo. Selesai ujian, baru gue kasih semua ini ke lo" seseorang membatin pernyataan tersebut yang entah ditujukan untuk siapa.

"Bro, gue balik dulu. Udah ditunggu calon istri dirumah," Samuel melangkah pergi. Hanya ada Argo dan Samudra yang ada di dalam markas.

"Eh gue cabut keluar dulu ya, udah ditunggu malaikat surga dirumah," Samudra menyambar jaket dan kuncinya yang ada di atas meja.

"Malaikat izrail noh nunggu lo!"

"Hahaha, gue duluan bro!" Samudra mulai melajukan motornya.

"Waktunya gue balik, sebelum ke rumah, mending gue muter-muter dulu deh, sekalian cari angin malam," Argo bermonoloh pada dirinya sendiri. Nanti kalau ada yang nyaut, malah jadi horor.

Dia mulai melajukan motornya menyusuri kota Bandung. Argo mulai kembali ke rumah sekitar pukul 23.00.





syalalalala ku kembali ahayy

bisa sampe chapter 50 ga yaa?? kalo ga sampe gimana? nanti ada extra chapter deh

tapi ga bisa janji yaa, okeyy?? tunggu selesai dulu aja semua chapter.

siapa kira-kira pelaku terror ini ya?

okeyy, ku kasih ciri-cirinya yaa :
1. dia bijaksana
2. termasuk anggota aktif
3. jarang keluar di dialog
4. anaknya asik
5. pembawa kunci cadangan

pepepe besok udah senin lagi nih!!!
semangat ya buat yang online class!!!

EGRYROSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang