24. Dangdut number one

340 29 0
                                        

Jam pelajaran setelah istirahat pertama adalah jam kosong, dikarenakan para guru sedang rapat sekolah. Kelas IPA 3 sangat berisik karena mereka sedang dangdutan dipimpin oleh Lio, Vandro, dan Terri.

"TU WA GA PAT!!!" teriak Vandro heboh.

"MAMA TOLONGLAH," lanjutnya.

"AKU SEDANG BINGUNG," sahut satu kelas kompak.

"PUSING KEPALA,"

"KU MEMIKIRKAN DIA,"

"AKU YANG SELALU,"

"TERUS DISAKITINYA,"

Lio, Vandro, dan Terri kompak menggoyangkan kedua bahunya dan serong ke kanan-kiri secara bergantian.

Dari sekian banyak kelas yang ribut, kelas IPA 3 yang paling menonjol dari semua kelas. Kelas yang mempunyai sebutan sebagai raja dangdut kelas.

Sebutan itu diberikan oleh semua guru karena tingkah murid dalam kelasnya yang mayoritas laki-laki menyukai musik dangdut, dan selalu menyanyikannya ketika jamkos seperti sekarang ini.

Dengan nafas yang tersengal-sengal, Lio duduk disebelah Gio. Dia mengambil botol air minum yang dia bawa dari rumah, Lio meneguknya hingga habis.

"Cape banget gue hari ini," keluh Lio.

"Heh Gio, ngapain lo bengong kayak gitu?" tanya Alex.

"Lagi mikir," balas Gio.

"Mikir apaan dah?"

"Mikir negara," balas Gio dengan nada santai.

"Udah ada pak presiden yang mikir"

"Sebagai rakyat yang sopan, santun, pintar, dan idaman, jadi gue ikut mikir negara juga.  Kalo udah jadi beban keluarga, seenggaknya ga jadi beban negara juga"

"Satu spesies dilarang saling mengejek," ujar Marcel.

"Beda!!" sahut mereka berdua kompak.

"Apa bedanya coba?"

"Gue versi mahalan, kalo dia versi banyak murahan," tawa Gio meledak diakhir kalimat, dia tertawa hingga terbahak-bahak.

"Ga usah diperjelas, gio," peringat Alex.

"Ciah, ngerasa ya," goda Gio.

Alex berjalan menuju belakang kelas dan mengambil sapu, dia menimpuk Gio menggunakan sapu yang dia pegang. Karena respon Gio cepat, dia tidak terkena timpukan sapu dari Alex. Dia berlari keluar lapangan, Alex menyusul di belakang sambil berteriak.

"SIMSALABIM HEADSHOT!!!!" teriak Alex.

Dug

Sapu tersebut melayang ke udara dan berhasil mendarat di punggung Gio.

"Aduh sakit banget dah," rintih Gio.

"Ini pelakunya lo kan?" teriak Gio.

"Sotoy lo!"

"Emang bener ye"

"Sotoy"

Mereka berlanjut bermain kejar-kejaran dilapangan sekolah, perlakuan mereka berdua menjadi perhatian semua siswa hingga guru.

Pak Botak mendatangi mereka berdua, dia menjewer telinga Gio dan Alex, Pak Botak menyeret mereka berdua ke ruang BK.

"Kenapa kalian main lari-larian kayak tadi?" tanya bu Rina.

"Noh bu si Alex mulai," ujar Gio menunjuk Alex.

"Lo tuh yang mulai, gue diem aje," balas Alex tak mau kalah.

EGRYROSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang