8. Filter

824 90 2
                                        

"Aku pulang~" Teriak Namjoon setelah itu dia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah.

"Selamat datang Namjoon, anak bongsor papi~" Papi sedang menonton televisi sambil minum kopi, biasalah bapak-bapak gitu. "Bang Yoongi mana? Biasanya pulang bareng sama adek."

"Bang Yoongi masih latihan basket, Pi. Sebentar lagi ada turnamen antar sekolah." Namjoon ikut nimbrung sama Papi liat televisi. "Mami kemana, Pi?"

"Mami ada arisan di tetangga sebelah. Tadi mami udah masakin buat makan siang, adek ganti baju dulu baru makan siang." Papi mengelus rambut Namjoon sambil tersenyum.

"Iya Pi~" Namjoon mengangguk dengan semangat.

Namjoon naik keatas untuk mengganti bajunya sekalian mandi, hari ini panas banget. Setelah itu turun untuk makan siang. Kebetulan sekolah Namjoon tadi pulang siang jadi Namjoon bisa leha-leha dikamar tanpa diganggu gugat Abang nya. Hari ini Namjoon bisa tidur siang sepuasnya dan juga menyalakan musik di ponselnya sekeras mungkin.

---•••---

16.00
In Namjoon's room

Namjoon masih bergelung nyaman di kasurnya sambil meluk-in boneka Ryan kesukaannya. Dia masih betah dengan tidurnya padahal sedari tadi Yoongi memperhatikan nya selama 10 menit.

"Ck ck ck, masih enakan tidur si tiang listrik." Yoongi menjelajahi kamar Namjoon. Kamar Namjoon itu bertema monochrome, sangat sederhana tepat untuk Namjoon yang kalem. Halah kalem apanya.

"Apaan nih?" Yoongi menemukan formulir data diri siswa untuk mengikuti lomba debat bahasa Inggris yang akan dilaksanakan dua Minggu lagi. "Si malih ikut dadakan, apa bisa? Kalo gue sih~ mundur."

Yoongi naik keatas kasur Namjoon dan memeluk erat serta mencari kehangatan dari tubuh adeknya. Namjoon mulai tidak nyaman.

"Ih, pergi sono jangan ganggu gue, bang." Namjoon melepaskan pelukan maut dari abangnya.

"Jangan gerak-gerak sat."

"Anjing Lu, Bang. Malah ngatain gue seharusnya gue yang bilang itu."

"Joon."

"Hm~"

"Lu beneran ikut lomba debat bahasa Inggris? Kan itu dua Minggu lagi." Yoongi merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Namjoon yang sedang tidur.

"Iya gue beneran ikut, sebenernya Namjoon itu disuruh gantiin teman kelas Namjoon itu loh si Rose. Dia lagi sakit dan diopname di rumah sakit. Berhubungan adek Abang ini pintar pake banget dan guru-guru disana percaya kalo adek Abang ini bisa, jadi diikut sertakan deh."

"Tapi lu seharusnya nolak aja, kan lu belum ada persiapan sama sekali. Mana mungkin bisa?" Yoongi menatap Namjoon dengan sendu.

"Namjoon akan coba berusaha belajar semaksimal mungkin, percaya deh sama Namjoon. Kebetulan juga lombanya di aula sekolah. Nanti Abang nonton ya. Abang gausah khawatir sama Namjoon." Namjoon memeluk Abang satu-satunya itu.

"Abang khawatir kalo Lu stress, nanti Abang nggak bisa gangguin lu sama ngatain Lu lagi."

"Emang anjing Lu, Bang." Namjoon mendorong Yoongi hingga terjungkal dari kasur.

'gubrak'

"Bangsat sakit cuk." Yoongi mengelus pantatnya yang tadi jatuh mulus ke lantai.

Namjoon lari keluar kamar dan bersembunyi di balik tangga rumah.

"Sialan anak itu, mana sakit juga." Yoongi keluar kamar sambil mengelus pantatnya. "Joon keluar Lu! Gue piting juga lu." Yoongi berjalan menuruni tangga dan berhenti ditengah jalan. Namjoon tepat berada dibawah nya lalu dia melihat sekeliling nya.

Sweet and Bitter | END✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang