Hallo jangan lupa vote ya!
Follow juga
Kalau ada typo komen. Okee
'Flor Misteriosa=Bunga Misterius'
***
Diva menyurusi koridor yang cukup sepi, setelah bel pulang berbunyi ia di haruskan ke ruang guru untuk mengurus administrasi terlebih dahulu yang cukup lama membuat ia sedikit terlambat dari jam biasanya. Ia terus berjalan sesekali bersenandung kecil hingga ia yak sadar sudah berada di Diva gerbang sekolah, dirinya menengok kanan serta kiri seraya mencari mobil jemputannya.
Diva mengeratkan tasnya lalu berjalan ke arah halte sesekali mengumpati supir jemputannya yang tak kunjung datang. Ponsel di gengamnya sesekali ia mainkan agar tidak bosan sampai akhirnya ada motor yang berhenti di depannya. Diva mendongkak melihat seorang siswa memakai pakaian yang sama dengan dirinya tengah membula helmnya, dengan pikiran yang bertanya-tanya ia tersenyum tipis.
"Hai?" sapa orang itu sambil duduk di dekat diva
Diva hanya tersenyum canggung sebagai jawabannya
"Belum pulang? Udah sore loh," tanya seseorang itu.
Diva menggeleng, matanya menyapu dada kanan seseorang itu untuk mencari nametag seraya berkata. "Belum."
Cowok itu tiba-tiba mengulurkan tangannya di hadapan Diva. "Ohya, kita belum kenalan. Nama gue Reyhan."
Reyhan cowok yang berdominan seperti orang jepang ini adalah cowok pintar dalam matematika. Reyhan selalu mengikuti olimpiade matematika dan selalu mendapatkan juara bahkan dirinya selalu menjadi pembincangan hangat di SMA Pemuda yang diva tempati. Dan jangan lupa Reyhan adalah musuh terbesar bella karna bella sering di banding-bandingkan oleh murid SMA pemuda.
Diva membalas uluran tangan Reyhan. Tetapi tanpa mereka berdua sadari seseorang tengah mengawasi Diva serta Reyhan seraya mengatur emosinya, dadanya naik turun, matanya tak henti-hentinya menatap Diva dan Reyhan, tangannya mengepal kuat serta aura yang begitu mencengkam.
"Reyhan Reyhan Reyhan. Tunggu berita kematian lo besok!" Ucapnya seraya menancapkan gas motornya.
"Gue di--" jawab Diva terpotong oleh sopir jemputannya.
"Maaf non menunggu lama, tadi saya isi bensin dulu," ucap sopir Diva
Diva berdiri lalu menatap Reyhan sekejap. "gue Diva," lanjutnya lalu melangkah pergi di hadapan Reyhan.
Reyhan terus menatap Diva hingga mobil yang Diva tumpangi pergi. Dirinya tersenyum lebar lalu menaiki motornya diiringi dengan bersiul pelan.
***
"Assalamualaikum. MAMA!" Ucap Diva di akhiri dengan teriakan memanggil mamanya.
"Waalaikumsalam. Mama lagi nonton jangan teriak-teriak " jawabnya
Diva berjalan keruang tamu. Dia melihat mamanya yang sedang menonton berita lalu melangkah menyalimi dan mencium pipi sebelah kanan mamanya dengan penuh kasih sayang, hal itu sudah menjadi rutinitas di kala berangkat sekolah dan pulang sekolah.
"Gimana pertama masuk sekolah?" Tanya Mama Sintia
Diva mendudukan bokongnya di sofa lalu memejamkan matanya sekejap. "not bad"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDERALD (END)
AléatoireAlderald Putra Mahadewa adalah cowok sejuta dewa memiliki kekuasaan, kekayaan, ketampanan, kepopuleran bahkan kematian. Di era modern ini siapa yang tidak tahu nama Alderald ketua preman di sekolahannya bahkan namanya tidak asing di telinga sekolaha...
