28. Qué le pasa a Ansel?

1.4K 63 6
                                        


Hallo jangan lupa vote ya!
Follow juga

Kalau ada typo komen. Okee

'Qué le pasa a Ansel?=Ada apa dengan Ansel?'

***

Ayo mati!

Kamu hidup di dunia cuman jadi sampah.

Mati buat lebih baik.

Sayat tanganmu sekarang!

Gantung dirimu!

Lompat dari balkon kamarmu!

Mati itu menyenangkan.

"AAAAAAAAA HOSH HOSH HOSH," Nafasnya memburu serta pelipisnya di banjiri banyak keringat, tubuh yang begetar itu kini tengah ketakutan, ia memeluk dirinya sendiri membisikan kata penenang untuk dirinya sendiri.

Cowok itu menatap sekitarnya dengan raut wajah ketakutan ia menarik selimutnya hingga sampai dagu menutup kedua telingannya dengan kedua tanggannya.

Matanya terpejam di iringi dengan suara-suara yang bermunculan kembali. Suara itu tak pernah berhenti untuk mengajaknya bunuh diri, ia berusaha untuk mengabaikan suara itu tetapi percuma suara itu seakan melodi yang di putar terus menerus membuat cowok itu prustasi.

"N-nggak. J-jangan lagi pliss," mohonnya merapalkan doa dalam hati. "Gue harus tahan. Papaaa aku takut hiks."

Ayo mati!

Mati buat hidupmu menjadi lebih indah.

Bunuh diri jalan terbaik.

Sayat tanganmu sekarang juga.

Ayo sayat tanganmu.

Gantung diri saja.

Tidak akan sakit.

PRANG

PRANG

BRAK

PRANG

BRUK

Cowok itu melemparkan beberapa benda yang berada di dekatnya. Ia sangat muak mendengar suara-suara aneh yang menambah beban pikiran. "PERGI GUE MUAK SAMA KALIAN. KENAPA SELALU ADA DI PIKIRAN GUE!!!"

Cowok itu memukul-mukul kepalanya tangannya menjambak keras rambutnya hingga beberapa helai tercabut. "E-Elmo Elma t-tolongin gue."

"AAAARRRGGGGHHHHH."

PRANG

Cowok itu melemparkan gelas yang berada di nakasnya kakinya kini berjalan sempoyongan menuju pintu kamar, ia harus segera keluar dari kamarnya agar suara-suara yang membuat telingannya sakit itu terhenti.

Cowok itu melewati beberapa serpihan kaca yang berserakan di lantai, dengan sekuat tenaga ia berjalan tertatih-tatih menginjak beberapa sepihan kaca.

Beberapa tetes darah kini mengalir di telapak kakinya, cowok itu tak merasakan sakit sama sekali bahkan ia tak menyadari bahwa dirinya menginjak serpihan kaca.

MATIIII

"NGGAKKKK!" Cowok itu berteriak keras saat mendengar suara itu tubuhnya meluruh ke lantai menekuk kedua kakinya, tangannya menutup kedua telingannya ia menggelamkan wajahnya dan menangis dalam diam.

ALDERALD (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang