18. Antagonista O Protaginista?

2.2K 96 4
                                        

Hallo jangan lupa vote ya!
Follow juga

Kalau ada typo komen. Okee

'Antagonista O Protaginista?=Antagonis Atau Protagonis?'

***

Setelah keluar dari perkarangan rumah Diva. Al mengemudi menuju rumahnya sesekali ia menguap tanda ia masih mengantuk untung saja jalanan yang ia tempuh tidak terlalu banyak mobil atau motor yang berlalu lalang.

Sesampainya di rumah, Al mengendap-ngendap masuk lewat balkon kamarnya dikarnakan saat ia pergi tak izin dulu kepada sang Buna alhasil ia harus mengendap-ngendap masuk lewat balkon kamarnya.

Sesampainya di balkon kamarnya ia mengatur nafasnya seraya melihat tangga yang baru saja ia naiki untuk sampai di balok kamarnya. Ia menghela nafasnya lalu membalikan badanya seraya berjalan masuk lewat pintu.

Bruk

"ANJINGGGGGG!"

Di saat Al membuka pintu tiba-tiba saja terdengar suara sesuatu serta umpatan seseorang di dalam sana sontak Al langsung saja masuk takut-takut kamarnya kemalingan.

"AGHHH, LIAT MINUM GUE!" Marah seseorang itu sambil menunjuk minuman yang tumpah akibat dorongan pintu dari Al.

"MINUMAN GUE TUMPAH GARA-GARA LO ALDERALD!" Geram Firsan saat melihat minumannya tumpah begitu saja. Tadinya ia akan mukbang ala-ala korea terbukti jika di dekat pintu balkon milik Al terdapat meja yang di atasnya makanan pedas berwarna merah serta kamera yang akan menyoroti wajah Firsan.

"Lo mau ngapain?" Tanya Al kebingungan

"Mukbang. Puas lo," sewotnya

"Oh."

"Oh doang?" Beonya tak percaya. "Lo ga mau ngeganti minuman gue?"

"Al, lo tadi sama Diva?" Timpa Ansel yang sedang memejamkan matanya di atas kasur Al.

"Iya"

"Alderald!!" Kesal Firsan saat ucapannya di acuhkan.

Al berdehem saja seraya membaringkan tubuhnya di kasur samping Ansel dan memejamkan matanya. Ia menghela nafasnya dengan kasar ia kira yang berada di kamarnya maling atau Bunanya, ternyata cuman sahabatnya baguslah jadi ia tak perlu risau. Sedangkan Firsan ia sedang melanjutkan mukbangnya sesekali berceloteh tentang hasil makanan yang ia makan.

"Epul mana?" Tanya Al kepada Ansel dan Firlan karna sedari tadi ia tak melihat Epul sama sekali biasanya epul selalu mengikuti kemana Firlan pergi sedangkan Firsan ia lebih memilih mengikuti Ansel sebab jika ia mengikuti kakaknya dan Epul sudah pasti lawakanya selalu di hiraukan oleh kedua orang itu, ya walau Epul terkadang tak se-kaku kakaknya.

"Biasa dia," jawab Ansel sedangkan Firsan sedang fokus dengan ponselnya.

"Dia kapan balik?" Tanya Firlan kepada Al

"Siapa?" Tanya Ansel yang ingin tahu

"Dia" jawab Firlan

Ansel mengangguk tanda mengerti lalu ia mendudukan dirinya dan menatap Al. "Kalau dia balik, Diva begimana Al?"

Al membuka matanya lalu mengedikan bahunya pandangannya menatap Firsan yang tengah berceloteh sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya di tambah dengan wajah memerah akibat kepedasan.

Al terkekeh ia sangat bersyukur mempunyai teman yang menurutnya sangat unik di mulai dengan Firlan yang sangat cuek, Epul yang pendiam tapi terkadang ia juga bisa seperti Firsan lihatlah sekarang Firsan begitu aneh sudah banyak uang sudah sombong jika berdekatan dengan wanita kalau dia banyak hartanya dan yang terakhir Ansel cowok dengan julukan Anak Nila ini sebelas dua belas dengan Firsan sering melawak bahkan Ansel lebih peka dan lebih peduli, ia akan mementingkan sahabatnya walau dirinya lebih menderita. Itu yang Al suka dari Ansel.

ALDERALD (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang