Happy reading❤️
Maap baru update lagi gaiss dan makasi buat yang udah nungguin, lope u deh sekebon
Hai author balik lagi dengan chapter baru nih, sana buruan baca jangan lupa juga buat vote and commentnya
••••
"Arsy sini nak." ucap Abhizar.
"Eh- iya pa." Arsy duduk di sebelah Abhizar.
"Kita langsung mulai makan aja ya." Mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum membicarakan hal inti.
Dilain tempat dentuman musik memenuhi ruangan itu, Shaka sudah meneguk beberapa gelas minuman haram itu.
"Hai ganteng, kita ketemu lagi," ucap seorang wanita yang berpakaian sangat minim.
"Kok diem aja si ganteng?"
"Lo bisa diem ga?" namun perempuan itu tak berhenti menggoda Shaka.
"Yakin ga mau pesen kamar?" ucap perempuan di hadapan Shaka dengan nada yang menggoda.
"Pergi." ucap Shaka dengan nada dingin.
Kita liat sejauh mana kamu bertahan sayang, batin perempuan di hadapan Shaka.
----
Rain sedari tadi menunggu kepulangan Shaka pasalnya putranya itu mengatakan akan pulang hari ini.
"Mama nungguin siapa?" ucap Shelin.
"Shaka belum pulang Lin, mama khawatir dia kenapa-napa."
"Biar Shelin susulin ke cafe ya ma?"
"Ga usah nak, nanti kamu kenapa-napa lagi, ini udah malem banget."
"Tenang aja ma, Shelin bisa jaga diri kok."
"Mama ikut deh."
"Eh- ga usah ma, biar Shelin aja." ucap Shelin
"Yaudah kamu hati-hati ya nak."
Shelin melajukan mobilnya menuju suatu tempat namun bukan cafe milik kakaknya, sesampainya disana ia memutuskan untuk langsung masuk ke dalam.
"Hai cantik."
"Minggir." dingin Shelin.
Kalo ga karena lo gue ga bakal pernah masuk kesini bang, batin Shelin.
"Kita main-main dulu sayang." ketika Shelin melangkah tangannya ditarik paksa.
"Lepasin!" Shelin terus memberontak.
"Tugas lo cuma nurut!" bentak pria di hadapan Shelin.
Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Shelin, tinggal sedikit lagi namun aksi itu gagal karena seseorang datang dari arah belakang.
Bugh
Tubuh Shelin bergetar, ia sangat ketakutan karena kelancangan seseorang yang tidak dikenalinya.
"Lin." Shelin mendongak menatap seseorang yang suaranya tak asing ditelinga Shelin.
"Bang Rai." lirih Shelin.
"Ikut gue dulu." Shelin mengekori Raihan menuju parkiran.
"Lo tunggu di mobil gue, biar gue yang ke dalem cari Shaka." Shelin mengangguk patuh.
"Kalo ada apa-apa hubungi gue." lagi-lagi Shelin mengangguk.
"Bang Rai." langkah Raihan terhenti ketika mendengar Shelin memanggil namanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSHAKA (END)
RomanceWARNING⚠️⚠️ PLAGIAT JANGAN MENDEKAT LEBIH BAIK SEGERA MINGGAT🙏🙏 FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA Arshaka Marvelino Pratama memiliki sifat dingin dan mudah marah. Setiap kali emosinya memuncak ia akan mendatangi club untuk melepaskan kemarahannya. Na...
