39

6.6K 623 209
                                        

Happy reading❤️

Gais ga jadi diundur. Chapternya udah selesai hari ini ternyata

Hai author balik lagi dengan chapter baru nih, dah sana buruan baca jangan lupa juga buat vote and commentnya

••••

Nara sudah sampai di tempat tinggal barunya bersama Zhenna. Ia akan memulai semuanya dari awal hanya dengan putrinya.

"Zhenna bangun ya?" Nara mengusap pipi gembul Zhenna.

"Adudu cantiknya anak bunda."

Zhenna adalah segalanya bagi Nara, ia benar-benar menyayangi putrinya itu. Sejujurnya Nara belum boleh keluar dari rumah sakit saat ini.

Tapi wanita itu memutuskan untuk di periksa dari rumah saja. Ia belum sanggup untuk bertemu lagi dengan Shaka.

Saat ini Nara berada di kamarnya dengan Zhenna. Ia memandangi wajah putrinya yang sangat mirip dengan Shaka.

"Zhenna kenapa sih kamu mirip bapak kamu? kan bunda yang boyong kamu sembilan bulan."

"Untung aja bapak kamu ganteng ya nak."

Liona selama ini mengurus perusahaan milik Nara yang berada di luar negeri, tapi kali ini dia kembali ke Indonesia karena berita kelahiran Nara.

"Bu bos selamat!"

"Anak gue lagi bocan woi." Liona hanya cengengesan mendengar penuturan Nara.

"Bos lo yakin berhenti kuliah?"

"Gue cuma nunggu Zhenna gedean dikit. Nanti baru gue lanjut kuliah."

"Lo bakal pindah ke luar?" Nara menggeleng cepat.

"Gue mau disini aja."

"Yaudah lo istirahat aja sama Zhenna nanti rumah biar gue yang urus." ucap Liona

Shaka sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Shelin yang mengurus Shaka untuk saat ini.

Karena ia takut terjadi apa-apa jika kakaknya itu pergi sendirian.

"Lo pulang aja Lin. Gue mau di apart aja." ucap Shaka.

"Yakin?"

"Iya nanti kalo gue mau keluar bakal gue hubungin lo."

"Bang." Shaka yang baru membuka pintu mobil menoleh ke arah kembarannya.

"Kenapa Lin? mau minta jajan?" Shelin menggeleng cepat dan langsung memeluk Shaka.

"Lah kenapa ni bocah." Shaka mengusap punggung adiknya.

"Shelin bakal bantu nyari donor mata kok. Bang Shaka jangan sedih-sedih ya?" ucap Shelin.

"Ih jangan nangis nanti makin jelek." goda Shaka.

"Gue gapapa kok makasih udah selalu ada buat gue. Hati-hati di jalan ya?" Shelin mengangguk patuh.

Shaka menunggu sampai kembarannya itu benar-benar pergi dari gedung apartemennya.

Shaka memutuskan untuk menuju unit tempat tinggalnya. Ia mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke dalam apartemen miliknya.

"Ga ada yang berubah tapi sekarang ga ada lo lagi ya Nar."

Shaka melangkah masuk ke dalam apartemen, disana masih terpampang jelas foto dirinya dengan Nara.

Matanya menangkap sebuah map coklat disana, saat membukannya ia terkejut dengan isinya yang tak lain adalah surat perceraiannya dengan Nara.

Ia hanya bisa tersenyum kecut melihat semuanya tentu saja semuanya terjadi karena ulahnya sendiri.

ARSHAKA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang