Happy reading❤️
Gaiss maap lupa kalo mau update hari ini huhu, jadi bari di update udah malem banget ya. Masih ada yang bangun? Maapin yak
Hai author balik lagi dengan chapter baru nih, sana buruan baca jangan lupa juga buat vote and commentnya
••••
Sesampainya di apartemen Raihan, Shaka memarkirkan mobilnya dan bergegas menuju unit apartemen sahabatnya itu.
Berkali-kali Shaka memencet bel namun pintu apartemen Raihan tak kunjung terbuka.
"Lo udah dateng Ka." Shaka menoleh ke arah belakang mendapati Raihan membawa beberapa belanjaan.
"Gue kira lo tidur Rai."
"Masuk." ucap Raihan mempersilahkan Shaka.
"Kenapa Ka?" ucap Raihan sembari meletakkan barang belanjaannya tadi.
"Ehm ajarin gue tentang agama dong Rai." Raihan tertegun mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Ini ga demi cewe kan?" Shaka menggeleng cepat.
"Waktu itu iya, tapi gue sadar selama ini-"
"Gue udah jauh dari Allah, sedangkan apapun yang gue mau selalu gue dapetin. Gue takut hidup gue ga punya arti nantinya." Raihan tersenyum melihat Shaka.
"Lo tau kan suatu saat gue bakal jadi imam buat istri gue? gue ga mau jadi imam yang buruk untuk dia." sambung Shaka.
"Oke gue bakal ajarin lo."
Tepat sekali suara adzan berkumandang. Hal pertama yang akan ia ajarkan pada Shaka adalah shalat.
"Ayo."
"Kemana?" Raihan menghela nafasnya.
"Lo ga denger udah adzan waktunya kita shalat."
"Tapi gue lupa caranya shalat." cicit Shaka.
"Gue ajarin Ka." Shaka menundukkan kepalanya pasalnya ia merasa sangat malu, bagaimana tidak shalat saja dia tidak bisa.
"Lo mau kemana katanya shalat tapi kok ke kamar mandi sih." protes Shaka.
"Astaghfirullah Shaka, kita wudhu dulu baru nanti shalat." jelas Raihan.
"Eh- iya ya?" Raihan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Shaka.
Shaka mengekori Raihan menuju kamar mandi. Shaka memperhatikan Raihan yang sedang berwudhu dan mengikutinya.
Sesudah berwudhu Shaka membentangkan sajadah yang sudah diberikan Raihan.
"Sabar ya Allah." gumam Raihan.
"Ka, kiblatnya ga ke sono." Shaka menampakkan cengirannya.
"Maaf Rai."
Shaka mengikuti gerakkan Raihan dari takbir hingga salam. Setelah selesai salam Shaka langsung melipat sajadahnya.
"Zikir sama doa dulu Ka, jangan main lipat aja." peringat Raihan.
Setelah selesai menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Raihan mengajak sahabatnya untuk menuju sebuah ruangan yang berisi banyak buku.
"Ngapain kesini?" heran Shaka.
"Belajar ngaji Ka."
Karena ini baru pertama kali, Shaka tampak terbata-bata pada saat mengaji. Shaka sudah berusaha semampunya.
Setelah dirasa cukup Raihan memutuskan untuk mengakhiri pembelajaran hari ini. Ia tak ingin terlalu memforsir Shaka mempelajari semuanya dalam satu waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSHAKA (END)
Roman d'amourWARNING⚠️⚠️ PLAGIAT JANGAN MENDEKAT LEBIH BAIK SEGERA MINGGAT🙏🙏 FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA Arshaka Marvelino Pratama memiliki sifat dingin dan mudah marah. Setiap kali emosinya memuncak ia akan mendatangi club untuk melepaskan kemarahannya. Na...
