EKSTRA CHAPTER

10.7K 682 110
                                        

Happy reading❤️

Hai author balik lagi dengan chapter baru nih, dah sana buruan baca jangan lupa juga buat vote and commentnya

••••

Shaka terus menempel dengan Nara entahlah sikap manja seorang Shaka muncul begitu saja.

"Ih Ka! ga sadar apa badannya berat banget." keluh Nara yang masih menggendong putri mereka.

"Biarin. Aku kangen tau!" andai dari awal kisah mereka seperti ini, mungkin tidak ada hati yang terluka.

"Zhenna udah bobo belum?"

"Udah, noh liat bamoy udah tepar. Minggir dulu aku mau mindahin Zhenna." akhirnya Shaka mengalah dan membiarkan Nara memindahkan bamoy.

Grep

Baru saja dilepas, tapi pria itu kembali memeluk perut sang istri dari belakang. Nara hanya bisa menghela nafas melihat tingkah suaminya.

"Nara cantik, bikin debay buat Zhenna yuk." bisik Shaka di telinga Nara.

"Dih Zhenna masih kecil kali masa mau punya adek."

"Ayolah sayang! kita bikin debay sampai 10 buah." Shaka melepas pelukannya dan mengangkat tangan menunjukkan angka 10 dengan jarinya.

"Jangan gila deh Ka." Nara tampak frustasi dengan permintaan suaminya.

Tanpa menunggu persetujuan sang istri, Shaka menggendong Nara dan membawanya menuju ranjang yang cukup besar.

"Hua mau ngapain sih." Nara meronta-ronta.

"Mau bikin debay sayang." ucap Shaka dengan lembut.

Wajah keduanya semakin lama semakin dekat bahkan hembusan nafas keduanya sudah menerpa wajah masing-masing.

"Mau ya sayang?" ucap Shaka.

Nara sepertinya terhipnotis dengan tatapan suaminya, ia hanya mengangguk setuju dengan permintaan Shaka.

Senyuman terbit di wajah Shaka, ia memiringkan wajahnya dan sedikit lagi-

Oek oek oek

Bugh

Nara terkejut mendengar tangisan Zhenna, ia juga tak sengaja menendang pabrik pembuatan Zhenna.

"Argh sakit Nar." lirih Shaka.

"Minggir dulu! itu anaknya nangis ih." Nara mendorong dada bidang Shaka dan mendekati putrinya.

"Cup cup jangan nangis sayang. Ini bunda." Nara menenangkan Zhenna, hanya beberapa menit akhirnya bayi itu tenang.

"Sayang tanggung jawab." Nara menoleh ke arah ranjang.

"Aku ga ngapa-ngapain." elak Nara.

"Kamu kesini atau aku tangkep kesana." ancam Shaka.

"Udahlah kita tidur aja udah malem juga." Nara sepertinya tidak tau apa yang dirasakan suaminya saat ini.

Akhirnya Shaka tampak pasrah dan menghadap ke arah berlawanan. Nara ikut menidurkan dirinya di sebelah Shaka.

"Gitu aja ngambek." sindir Nara namun tak digubris oleh Shaka.

"Jadi ga? kalo ga ya udah aku bobo." goda Nara.

Shaka yang mendengar hal itu langsung menghadap ke arah istrinya dengan mata yang berbinar-binar.

Malam itu menjadi malam yang panjang bagi keduanya, dimana pembuatan debay ke-2 dimulai. 

ARSHAKA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang