Benar-benar nafsu makanku hilang dengan sekejap, harus banget ya aku ada diantara mereka berdua? Malah pake acara suap-suapan! Kalau aku terus-terussan ada disana benar-benar akan menjadi obat nyamuk. Bahkan sepertinya, obat nyamuk pun tidak mau disamakan dengan diriku.
Yang tadinya aku kemari berharap akan mendapat barang-barang belanjaan, ini malah disuguhi adegan mesra-mesraan dari mereka. Yang membuatku heran, kenapa Kinan mengajakku kalo ternyata dia akan ditemani Rama. Sudah pasti aku akan menjadi kacang, obat nyamuk atau apalah itu istilahnya. Intinya, orang yang melihat mereka berpacaran mesra.
Sudah sampai disini dan tidak belanja rasanya sayang sekali, kalau sudah begini aku tidak mau pulang, rasanya sia-sia saja. Yang tadi itu sebenarnya alibiku saja, agar aku bisa meninggalkan mereka berdua, aku tidak mau menjadi orang ketiga diantara mereka. Ya sudahlah, belanja sendiri sepertinya tidak buruk juga. Tapi jadinya, alih-alih di traktir Kinan malah isi dompetku juga yang akan terkuras.
Aku membeli banyak belanjaan dari baju-baju, sepatu, juga promo-promo belanjaan lain dari pusat perbelanjaan yang ada disini dan berjalan kesana-kemari dengan membawa banyak bawaan yang ternyata membuatku lapar. Ya wajar saja, saat tadi aku makan bersama Kinan dan Rama. Aku sama sekali tidak menikmati makanan itu.
Sepertinya aku harus mencari restoran yang ada didekat sini, karena sejujurnya untuk berjalan lagi rasanya sudah tidak kuat. Rasanya energiku mulai habis, apalagi sambil membawa belanjaan yang banyak seperti ini.
Aku melihat-lihat disekelilingku apakah ada restoran yang jaraknya dekat denganku? Dan ternyata ada. Aku segera masuk kedalam restoran itu. Aku duduk beristirahat sejenak dan tak lama kemudian seorang waitress datang menghampiriku.
"Mau pesan apa kak?" Tanyanya.
"Saya pesan, makanan dan minuman yang paling enak disini" jawabku tak mau ribet. Karena perutku sudah keroncongan sedari tadi.
"Baik kak, mohon ditunggu ya"
Sembari menunggu makanan dan minuman yang akan datang, aku mengambil handphone-ku untuk melihat-lihat sosial mediaku. Kalau dipikir-pikir aku sudah lama bahkan tidak pernah lagi memposting foto atau video pada sosial mediaku. Aku hanya men-sroll beranda yang ada pada sosial mediaku untuk sekedar mengetahui apa saja yang terjadi pada teman-teman online-ku. Foto-foto yang ada pada akun sosmedku pun sudah lama aku arsipkan. Iseng-iseng aku pun melihat arsipan foto-foto yang ada pada akun instagram-ku, ternyata terakhir kali aku meng-upload foto adalah saat empat tahun yang lalu, benar-benar time flies so fast.
"Nasya?"
Eh
Saat aku menengok kesamping ternyata
"Rendy?"
"Hai, kita ketemu lagi" sapanya ramah.
Rendy yang berdiri disampingku pun langsung duduk dihadapanku.
"Lo makan disini juga?" Tanyaku.
"Engga"
"Loh terus? Lo ngapain disini?"
"Gue pemilik restoran ini Sya. Lo inget ga? Pas gue bilang gue punya usaha restoran jepang?"
"Jangan bilang..."
"Iya, restoran ini milik gue"
Aku menatapnya takjub, restoran ini ternyata milik Rendy. Restoran sebesar ini? Rendy benar-benar memperlihatkan kesuksesannya. Pelanggan yang ada disini pun tidak sedikit, disini sangat ramai dan fasilitasnya bagus-bagus. Aku sangat bangga pada Rendy.
"Biasa aja Sya liatnya, mata lo mau keluar tuh"
"Cubit gue Ren! Cubit!" Ucapku sembari melihat-lihat sekeliling restoran Rendy. Aku masih tidak menyangka! Temanku sudah sesukses ini.
Dan ternyata Rendy benar-benar mencubitku, "Aw, sakit Ren"
"Tadi lo bilang cubit"
"Tapi kan jangan kenceng-kenceng juga Ren"
"Hahaha sorry Sya. Oh iya, lo udah pesen makanan belom?"
"Udah-udah, ini gue lagi nunggu pesenan"
Waitress yang tadi pun datang membawakan makanan dan minuman yang menjadi pesananku. Setelah kulihat ternyata...
"Oh jadi makanan yang paling enak disini ternyata sushi?" Tanyaku pada Rendy.
"Coba lo rasain" ucap Rendy.
Tak menunggu lama, aku langsung memakan sushi ini, "Enak Ren. Enak banget!"
"Bener ga nih"
"Ih bener Ren. Gue belum pernah ngerasain sushi seenak ini"
"Lebay..."
"Dih, serius gue"
"Hahaha iya-iya" jawabnya sambil mengacak-acak rambutku.
"Kebiasaan deh, rambut gue jadi berantakan" ucapku mengeluh.
"Tenang aja Sya, lo masih cantik kok. Eh iya, semua itu belanjaan lo?" Ucap Rendy setelah melihat barang-barang belanjaanku.
"Iya"
"Lo ngeborong?"
"Diem Ren, gue makan dulu"
Aku melihat Rendy yang sepertinya sedang menahan tawa. Ah biarkan saja, aku sedang kelaparan saat ini. Bodo amatlah kalau dia menganggapku rakus.
Setelah makananku habis, aku meneguk minuman. Rasanya kenyang sekali.
"Udah makannya?" Tanya Rendy.
"Lo kan udah liat sendiri" jawabku malas.
"Iya deh, itu barang-barang lo, lo niat ngeborong apa gimana?"
"Ceritanya panjang. Intinya gue melarikan diri dari adik gue sama Rama dan berakhir gue ngeborong itu semua"
"Oh gitu"
"Iya"
"Jadi sekarang udah ga ada hubungan lagi sama Rama?"
"Maksudnya?"
"Dulu kan lo pacaran sama Rama. Sekarang bener-bener udah engga ya?"
"Yang bisa lo liat waktu itu, dia pacaran sama adik gue"
"Sorry Sya, gue mau nanya tapi kalo lo ga mau jawab juga gapapa"
"Iya tanya aja"
"Kapan lo putus sama Rama?"
Pertanyaan Rendy membuatku flashback dengan kejadian empat tahun lalu, "udah lama, dari empat tahun lalu"
"Terus sekarang lo punya pacar?"
"Kalo udah punya juga pasti gue bawa kesini" jawabku mulai tidak nyaman dengan pembahasan ini.
Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan berikutnya, aku pun segera bangkit dari tempat dudukku dan berniat membayar makananku.
"Mau kemana?" Tanya Rendy.
"Bayar"
"Ga perlu Sya. Buat lo gratis"
Aku yang mendengar hal itu pun kembali terduduk didepannya, "Eh? Kenapa? Gapapa gue bayar aja, ini kan bisnis lo" ucapku merasa tidak enak pada Rendy.
"Justru karna lo itu Nasya. Jadi gue kasih gratis"
Kalimat Rendy tidak bisa ku mengerti, "Apaan si Ren. Ga ngerti gue"
"Sya, perasaan gue ga berubah sama lo"
Deg
"Gue masih sayang sama lo Sya"
.
.
.
Makasih untuk kalian yang sudah Vote dan Komen❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Nasya [TAMAT]
ChickLit"Disaat teman-temanku iri dengan kebahagiaan yang ditampilkan oleh pasangan yang sedang menjalani cinta dan kasih sayang. Aku iri dengan mereka yang mempunyai keluarga yang harmonis dan bahagia" Di usiaku yang baru menginjak 18 tahun yang kupikirkan...
![Nasya [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/173280901-64-k630938.jpg)