Selamat pagi Readersku! Sudah ada yang bangunkah? Maaf ya updatenya di pagi-pagi buta😂🙇🏼♀️
Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Lo ikut gue!" Ucap Rama menarik tanganku.
Apa-apaan Rama ini, datang-datang langsung seenaknya saja menarikku. Dan kenapa wajah Rama terlihat begitu marah? Apa ada yang salah?
"Santai dong bro! Nasya lagi ada perlu sama gue" ucap Rendy menghalangi jalannya Rama.
Sontak saja Rama berhenti berjalan dan otomatis pun aku juga berhenti berjalan.
"Gak akan gue biarin Nasya jatuh dipelukan lo Rendy!" Ucap Rama menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah Rendy.
Ada apa ini? Mereka sudah saling kenal?
"Emang kenapa? Lo siapanya Nasya?" Tanya Rendy menantang.
"..."
Saat ditanyai pertanyaan seperti itu, aku hanya bisa melihat Rama terdiam. Tapi memang benar apa yang dikatakan Rendy kenapa Rama marah saat Rendy berdekatan denganku?
"Kenapa lo diem? Kalo bukan siapa-siapanya gak usah belagu!" Ucap Rendy yang bisa kulihat tertawa meremehkan Rama.
"Brengsek!" Ucap Rama melepaskan tanganku kemudian langsung memukul wajah Rendy.
Tak lama kemudian bisa kulihat Rendy membalas pukulan Rama.
Astaga
Astaga
Astaga
Kenapa mereka berdua malah bertengkar?
Apa mereka tidak sadar saat ini kita sedang menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kampus? Tidak bisa kubiarkan! Aku tidak mau terlibat masalah apa-apa mengenai kampus.
"Stop! Kalian berdua kenapa sih? Kenapa malah berantem? Gak liat sekarang kita ada di kampus? Jangan buat keributan cuma karna gue! Kalo kalian masih gak mau berhenti, gue pergi dari sini!" Ucapku langsung meninggalkan mereka berdua.
"Tunggu Sya, aku anter ya" ucap Rendy menahan tanganku.
"Gak bisa! Nasya pergi sama gue" ucap Rama langsung melepaskan tangan Rendy yang memegang tanganku.
"Lo jangan ikut campur!" Ucap Rendy dengan nada tinggi.
Hah apa ini? mereka mau bertengkar lagi? Terserah saja, aku tidak peduli! Untuk pertama kalinya aku merasa sangat kesal dan malu akibat ulah mereka. Lihat saja, aku tidak mau bertemu lagi dengan mereka berdua.
"Udah sana adu jotos aja, gue pergi" ucapku langsung berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Tunggu Sya" ucap Rama.
"Kenapa?" Tanyaku langsung melihat Rama.
"Clarissa nyuruh gue buat jemput lo, katanya mau ngerayain ulang tahun lo di cafe" jelas Rama padaku.
"Sya, kamu ulang tahun? Kenapa gak bilang?" Tanya Rendy padaku.
Oh baiklah, jadi hal ini terjadi hanya karena Clarissa menyuruh Rama? Good sekali....
***
"Sya, kenapa wajah mereka babak belur begitu?" Tanya Clarissa saat melihat wajah Rama dan Rendy yang terluka.
Setelah drama yang terjadi di kampus tadi, aku langsung pergi untuk segera menemui Clarissa. Dan tanpa ku sangka-sangka mereka berdua alias Rama dan Rendy mengikutiku sampai disini. Saatku menyuruh mereka untuk pulang, Clarissa langsung saja menegurku, dan menerima kehadiran mereka di cafe ini. Dan jadilah, aku merayakan ulang tahun ke 19 ku dikelilingi oleh dua orang yang wajahnya terluka. Benar-benar perayaan ulang tahun yang sangat absurd yang pernah aku alami. Saat tadi kami mengambil hasil sebuah potret kebersamaan kami, wajah terluka mereka juga sangat terlihat pada hasil potret tersebut.
"Karna lo" Ucapku seadanya.
"Apaan deh, tiba-tiba bawa gue" ucap Clarissa.
"Emang karna lo bambang" dumel batinku.
Setelah selesai makan dan mengambil banyak hasil potret ulang tahunku. Aku pun pamit pulang, dengan alasan kost ku akan tutup pada jam 10 malam.
Saatku keluar cafe, aku pun segera memesan ojek online untuk nanti aku naiki. Dan jangan lupakan Rama dan Rendy yang terus saja mengikutiku.
"Sya, aku anter ya" ucap Rendy menawarkan tumpangan.
"Engga" ucapku.
"Hahaha, Nasya maunya pulang sama gue. Iya kan Sya" tanya Rama padaku.
"Engga, gue udah pesen ojol" jawabku yang sebenarnya masih kesal dengan mereka berdua.
"Soal tadi sorry aku gak tau kamu ultah Sya" ucap Rendy tiba-tiba.
"Gapapa" ucapku seadanya.
"Gue juga minta maaf, udah buat kacau dihari ulang tahun lo" ucap Rama sembari menggaruk kepalanya.
"Hah, udahlah gak usah diinget lagi. Mendingan lo berdua cepet pulang terus obatin luka-luka itu. Gue pulang duluan, bye" ucapku kemudian menaiki ojek online yang sudah ku pesan tadi.
Hari ini, benar-benar hari yang menguras banyak emosi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana guys?
Jangan lupa Vommentnya :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Nasya [TAMAT]
Romanzi rosa / ChickLit"Disaat teman-temanku iri dengan kebahagiaan yang ditampilkan oleh pasangan yang sedang menjalani cinta dan kasih sayang. Aku iri dengan mereka yang mempunyai keluarga yang harmonis dan bahagia" Di usiaku yang baru menginjak 18 tahun yang kupikirkan...
![Nasya [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/173280901-64-k630938.jpg)