25 - Kekacauan yang sebenarnya

214 26 0
                                        

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Berada di antara keluarga besar membuatku merasa tak nyaman sudah pasti aku akan ditanyai hal-hal yang tak ingin kudengar. Apalagi, saat ini Tante yang kurang dibelay itu ada di antara kami semua. Sebetulnya hari ini aku disuruh Oma untuk menjenguk Tante Laras yang baru saja melahirkan anak ke duanya, ya bisa dibilang aku akan melihat adiknya Rama. Dan jangan tanya aku datang dengan siapa, tentunya aku datang sendiri ke tempat ini.

“nak, mau coba gendong gak?” Tanya tante Laras menawariku.

Belum sempat ku menjawab,“aduh jangan, nanti malah jatoh anakmu ras” ucap Tante Von alias tante yang kurang dibelay itu, melihatnya saja sudah membuatku gedeg sendiri.

“jangan seperti itu Von, kelakuanmu masih saja sama. Salah Nasya ke kamu itu memangnya apa? kok kamu selalu menjelek-jelekkan Nasya”  ucap Oma menegur tante Von. Omaku sendiri saja heran apalagi denganku yang selalu diusik oleh tante Von.

“sebenarnya dia gak ada salah apa-apa, Cuma saya gak suka aja ngeliat orang jelek kayak anak itu, udah gemuk jelek lagi malu-maluin keluarga besar kita saja. Pasti gak ada suka sama anak itu takutnya malah jadi perawan tua nanti” ucap tante Von melihatku dari atas sampai bawah.

Nyess sekali saudara-saudara! Seketika hatiku serasa diremuk-remuk.

“jaga omongan tante”

Bukan, itu bukan aku melainkan Rama yang tiba-tiba membuka suara dihadapan kami semua. Mau apa lagi si Rama ini? Semoga dia tak membuat kekacauan seperti halnya waktu itu.

“loh memang betul kan nak Rama? Coba kamu lihat saja fisik dia, kamu pasti jijik melihatnya, ya kan?” ucap tante Von bertanya pada Rama.

“justru saya marah, karena tante sedang menghina pacar saya!” ucap Rama lantang.

Seketika aku pun menoleh ke arah Rama karena merasa sangat-sangat terkejut dengan omongannya, bisa kulihat juga semua orang yang ada disini sama terkejutnya denganku termasuk, Oma, Ibuku, Om Bima, Tante Laras, dan Tante Von.

“hahaha, kesambet apa kamu Rama? Pasti di guna-guna sama Nasya” Ucap Tante Von.

“saya sedang tidak bercanda tante” ucap Rama yang bisa kulihat menatap Tante Von dengan kilat
kemarahan yang ada pada matanya.

“Rama-“ ucapku terputus oleh Rama.

“kamu diem aja, biar aku yang jelasin ke semuanya” ucap Rama melihat kearahku dengan tatapan seolah-olah mengatakan “lo diem aja, biar gue yang urus”.

Astaga, sekarang apa yang akan Rama lakukan? Kenapa juga dia berbohong kepada semua orang?

“kebetulan semuanya sedang ada disini, saya akan memberitahu bahwa saya dan Nasya sebenarnya sudah lama menjalin sebuah hubungan ya lebih tepatnya kami berpacaran. Tetapi sayangnya, Nasya tidak ingin orang-orang tau termasuk keluarganya sendiri. Berhubung tante sudah menghina pacar saya, saya akan mengatakan bahwa Nasya mempunyai pasangan dan tidak akan menjadi perawan tua seperti yang tadi Tante katakan. Saya tidak bermaksud untuk menggurui tante, tapi sikap tante benar-benar sudah keterlaluan” ucap Rama.

“sekarang kamu gak perlu sembunyiin status kita dari semua orang, dan lebih baik sekarang kita pergi dari sini” sambung Rama menggandeng tanganku kemudian keluar dari rumah ini.

.
.
.
.
.
.
.

Jangan lupa Vomment❤

Nasya [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang