Part 44

35.2K 784 258
                                        

Sasa memandangi foto pernikahannya yang terlihat sederhana. Dulu mereka menikah tidak merayakan acara yang mewah.

Elvin memeluk Sasa dari belakang lalu menenggelamkan wajahnya dilekuk leher istrinya.

"Happy anniversary" Gumam Elvin.

Sasa memutar badannya lalu memeluk suaminya dengan erat.

"Aku sayang kamu, kita terlalu banyak pertengkaran selama ini. Beri aku waktu berdua hari ini bisa?" Pinta Sasa membuat Elvin mengeratkan pelukannya.

"Setiap hari akan kuberi buat kamu Sa" Ucap Elvin dengan nada serius.

"Kia akan kubawa kerumah mama, biar dia bermain disana" Ucap Sasa membuat Elvin mengangguk setuju.

"Kerja kamu gimana?" Tanya Elvin membuat Sasa melepaskan pelukannya.

"Aku off seminggu, Dena sudah mengurusnya" Ucap Sasa sambil menyingir.

"Oke deh" Balas Elvin dengan senyum lebar.

***

Sasa dan Elvin berjalan sambil bergandengan. Mereka menikmati kencan di hari tua mereka. Menggelikan tapi mereka melakukannya.

Selesai nonton bioskop, mereka memutuslam berbelanja barang-barang couple.

"Baju ini aja" Ucap Sasa sambil memegang baju kaus berwarna merah.

"Enggak Sa" Tolak Elvin dengan wajah malu.

"Kenapa?" Tanya Sasa sambil memesang wajah sedih.

"Menggelikan" Bisik Elvin membuat Sasa memasnag wajah cemberut.

"Ayoklah!" Teriak Sasa membuat pengunjung disana melihat kearah mereka.

Elvin terkejut lalu membawa istrinya menuju ke Fitting room.

"Pakai ya" Ucap Sasa dengan mata memelas.

Elvin memegang baju tersebut dengan wajah terpaksa.

Semua mata menatap kearah mereka dengan sedikit tertawa mengejek. Elvin yang terlihat sudah berumur masih memakai pakaian couple sedangkan Sasa yang masih awet muda terlihat santai.

"Aku seperti kakek-kakek genit kalau seperti ini" Ngeluh Elvin membuat Sasa tertawa geli.

"Udah ah, kita pergi ke restoran di hotel. Aku udah siapin semuanya" Ucap Sasa dengan wajah antusias.

Sesampainya di parking valet, Sasa turun lebih dulu diikuti Elvin. Mereka berjalan bergandengan masuk.

Sasa memberhentikan langkahnya " kamu duluan aja, aku Toilet bentar. Atas nama ku" Ucap Sasa seraya berjalan pergi.

Sasa tersenyum miris berjalan pergi dari suaminya.

Elvin yang masih terlihat santai, ia berjalan menuju ke lantai restoran hotel tersebut.

Elvin diantar pelayan disana menuju ke bagian rooftop yang terlihat kosong, hanya terdapat meja bundar. Terdapat seorang gadis duduk menunggunya.

Elvin terkejut saat melihat Adel memutar kepalanya.

"Pa" Panggil Adel untuk pertama kalinya lagi setelah sekian lama.

Elvin memeluk Adel dengan erat. Ia memeluk putrinya dengan erat.

Elvin tidak mengatakan apa-apa, ia diam seribu bahasa.

"Aku pulang pa" Ucap Adel dengan nada gembira bercampur sedih.

"Papa rindu kamu nak" Ucap Elvin dengan suara bergetar.

"Mom" Panggil Adel membuat Elvin melepaskan pelukannya.

Dosen = SuamiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang