Part 30

13.1K 439 7
                                        

"Jangan membawa mereka pergi dengan seenaknya!" teriak Sasa dengan marah.

+++

Sasa dan si kembar meronta dari pria tua itu,  Sasa menjambak kerah baju pria tua itu sedangkan Edel menggit kaki pria itu dengan kuat.

Sasa dengan sigap menggendong Adel saat lelaki itu melepaskan gendongannya.

Sasa menarik si kembar berlari keluar rumah. Si kembar mengikti Sasa dengan wajah snagat percaya.

Sasa berlari menuju ke pos satpam lalu meminta bantu untuk mengusir pria ang berada didalam rumah.

Adel memeluk Sasa dengan erat karena masih merasakan ketakutan sedangan Edel mengelus pundak kembarangannya dengan pelan.

"Bagaimana bisa dia masuk?" Tanya Sasa membuat Edel merasa bersalah.

"Tadi dia menyubut nama mama Yola. Aku mengira dia mengenalnya" Ucap Edel.

"PAPA UDAH BILANG JANGAN MEMBUKA PINTU UNTUK ORANG ASING!" Teriak Adel dengan kesal kepada kembarannya.

Elvin datang dengan wajah khawatir seraya melihat Adel yang menangis.

"Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Elvin dengan wajah khawatir.

"Adel baik-baik aja" Ucap Sasa membuat Elvin menatap wanita itu dengan wajah terkejut karena baru menyadarinya.

Sasa dan Elvin berbicara diluar.

"Makasih banyak Sa" Ucap Elvin membuat Sasa mengangguk.

"hm, bukannya aku cocok jadi ibu" Ucap Sasa dengan nada bergurau.

"Kenapa kamu bisa dirumahku?" Tanya Elvin membuar Sasa tersenyum lebar.

"Aku punya firasatkalau aku harus kerumahmu" Ucap Sasa dengan wajah berbinar.

Elvin menatap Sasa dengan wajah aneh.

"Aku mau bertemu dengannya dulu, jagain anak-anak sebentar" Ucap Elvin dengan wajah tidak enka hati.

Sasa mengancungkan jempol lalu mendekati si kembar lagi.

Edel dan Adel menatap Sasa sedari tadi dengan tatapan tidak lepas.

"Kamu suka dengan papa kami?" Tanya Adel.

"Mungkin" Ucap Sasa dengan anda bergurau.

"Bukannya Aunty harus membuat kami menyukaimu dulu baru papa?" Tanya Edel mmebuat Sasa menggeleng.

"Aku sukanya dengan papamu, ngapain aku harus membuat kalian menyukaiku?" Tanya balik Sasa.

"Teman kami ada yang seperti papa, pacar ibunya mendekati teman kami, berusahan terus pada akhirnya tidak bisa mendapatkan hati teman kami dan pacar ibunya pergi" Curhat Adel.

"Kalian pasti akan menyukaiku tanpa harus aku mendapatkan hati kalian" Ucap Sasa dengan yakin.

"Kami masih memikirkannya" Ucap Adel membuat Sasa terkikik.

"Aku tidak membutuhkan izin kalian, Aku hanya perlu hati papamu" Ucap Sasa dengan percaya diri.

"Aku gak mau, papa bersama wanita lain. kami gak mau papa gak sayang kami lagi" Ucap Adel membuat Sasa tersenyum gemas.

Sasa menegelus pipi Adel dengan lembut.

"Kamu bisa mengusir aunty kalau emang Papa tidak sayang lagi kepada kalian" Ucap Sasa seraya mengancungkan jari kelingkingnya.

Adel dan Edel saling berpandangan lalu menekan segel perjanjian bersama dengan jari kelingking merka secara bergilaran.

****

Dosen = SuamiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang