Tzuyu bergegas menghampiri seorang dokter untuk bertanya, diikuti oleh Mimosa.
"D-dok ini ada apa?"
"Detak jantung pasien tiba-tiba saja melemah ketika proses operasi sedang berlangsung. Kami membutuhkan alat pacu jantung untuk mengembalikan detak jantungnya," jelas dokter yang tentunya membuat mereka berempat terlebih lagi Tzuyu terkejut.
"Saya permisi dulu, keadaan sedang genting sekarang ini." Sang dokter pun berlalu pergi.
Tiba-tiba saja Tzuyu pingsan, yang tentunya membuat Mimosa terkejut.
Mereka berlari ke arah Tzuyu, tapi Sana lah yang lebih dulu menangkapnya.
Sana mengangkat Tzuyu dan membawanya ke kursi. Mendudukkan diri di atasnya lalu membaringkan Tzuyu di pahanya.
Sana menempelkan tangannya pada kening Tzuyu bermaksud untuk mengecek suhu tubuh gadis itu.
"Tubuhnya sedikit panas.." Sana menatap kedua sahabatnya dengan raut khawatir.
Mata Tzuyu perlahan terbuka yang mengambil atensi ketiga perempuan asal Jepang tersebut.
"Tzu.. gwenchana?" tanya Sana.
"Kalau tidak salah dia belum makan dari kemarin." Momo yang malah menjawab, dengan raut datar.
"Kau juga belum tidur kan tadi malam? Sebaiknya sekarang kau istirahat, Tzu. Setelah bangun baru makan untuk mengisi tenagamu," ujar Mina.
"Tapi unnie..~" Tzuyu merengek, dia ingin menunggu sampai operasi kakaknya selesai.
"Tidak ada tapi-tapian! Jangan keras kepala," tegas Mina.
Tzuyu hanya bisa pasrah, tidak ada gunanya kalau dia membantah Mina.
"Padahal sendirinya keras kepala.." gumam Sana.
"Kau bilang apa tadi?" Mina menatap tajam sahabatnya itu yang membuat Sana merinding seketika.
Sana dengan cepat menggelengkan kepala, "Aku tidak bilang apa-apa kok." Ia menunjukkan senyuman manisnya pada Mina.
"Kau temani Tzuyu, aku dan Momo akan mengurus perusahaan. Kalian jangan lupa makan."
"Dadah San. Jangan lupa makan," pesan Momo.
Mina pun menarik Momo keluar dari rumah sakit, meninggalkan Sana dan Tzuyu berduaan.
Sana menundukkan kepalanya untuk menatap Tzuyu yang ternyata juga menatapnya.
"Wajahmu pucat, Tzuyu-ah. Tidurlah, akan kubangunkan saat operasinya selesai."
Sana mengelus kepala gadis itu.
Tzuyu pun memejamkan matanya bersiap untuk tidur.
Sana tersenyum melihatnya, Tzuyu sedikit berbeda dari biasanya. Ia tersenyum dan tak lagi menunjukkan wajah datarnya.
~
Langit telah berubah menjadi gelap yang menandakan bahwa malam hari telah tiba.
Sana perlahan membuka matanya, ternyata dia juga ikut tertidur ketika menjaga Tzuyu.
Sana mengerjapkan matanya kemudian melihat sekeliling, ia mendapati Tzuyu di sebelah kanannya.
"Jam berapa ini?" tanya Sana.
"Jam tujuh unnie," jawab Tzuyu.
"Lama juga kita tertidur.."
Reflek keduanya menoleh ketika mendengar suara langkah kaki yang asalnya dari arah kiri.
"Halo.." sapa Momo dan Mina.
Mina mengambil tempat di sebelah kanan Tzuyu sedangkan Momo di sebelah kiri Sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Mommy (Satzu)
Fiksi Penggemar[ SUDAH TERBIT ] Chou Tzuyu harus menjadi sugar baby dari seorang wanita yang berusia 20 tahun demi membayar biaya pengobatan sang kakak. (This work has nothing to do with the idols real life)
