Tzuyu perlahan membuka kedua matanya, mengerjapkannya berkali-kali kemudian mengubah posisinya menjadi duduk.
Dia menoleh ketika mendengar suara pintu. Kekasihnya masuk ke dalam dan menghampirinya.
"Gimana kondisi kamu? Udah enakan?" Sana mengambil tempat di tepi kasur.
"Udah unnie. Kayaknya aku udah sembuh."
"Mana ada orang sakit yang sembuh dalam sehari." Sana merangkak mendekati Tzuyu dan duduk di atas pangkuannya.
"Ada, aku orangnya."
Sana menaruh tangannya di pundak Tzuyu, mengikis jarak wajah mereka dan menyatukan kening mereka.
"Masih agak panas.."
Sana mengendurkan wajahnya, bangkit dari pangkuan Tzuyu dan duduk di sebelah kekasihnya.
"Mandi air panas sana biar tubuh kamu hangat."
"Untuk apa?"
Sana mengerutkan keningnya, tak paham akan ucapan kekasihnya yang membingungkan.
"Ya kamu kan lagi sa-"
"Untuk apa mandi air hangat kalau ada kamu yang bisa menghangatkanku?"
Tzuyu memeluk Sana dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di leher kekasihnya itu.
"Yak! Jangan peluk-peluk. Kamu belum mandi."
Sana mendorong pundak Tzuyu menggunakan kedua tangannya hingga pelukannya terlepas.
"Gombal mulu kerjaannya. Buruan mandi sana."
Sana memberikan tatapan tajam kepada Tzuyu yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.
"Mandi bareng?"
"Heh!"
"Aw aw aw.. galak ih.."
Tzuyu mengusap lengannya yang memerah karena baru saja dipukul oleh kekasihnya.
"Mau ngebuat aku gak bisa jalan lagi?"
"Hehehe pantes aja jalannya miring-miring. Kalau gitu mandiin~"
"Heh!"
"Aw aw aw! KDRT ini mah.."
"Jangan macem-macem! Mandi sendiri sana."
Sana bangkit dari kasur dan keluar dari ruangan. Tzuyu berdiri dari duduknya dan melangkah ke kamar mandi.
~
Sesampainya di bawah, Tzuyu menuju ke dapur dan mengambil tempat duduk di sebelah kekasihnya.
"Eoh? Bubur?" tanya Tzuyu ketika melihat semangkuk bubur yang terletak di depannya.
"Iya, bubur. Orang sakit kan harus makan itu," jawab Sana.
Tzuyu menoleh ke samping, memandang sang kekasih. Ekspresi wajahnya terlihat tidak suka.
"Gak suka bubur.. rasanya hambar.."
"Walaupun gak suka tetap harus kamu makan biar cepat sembuh."
"Tapi-"
"Kalau gak mau makan gak boleh ke kampus." Tzuyu hanya bisa pasrah. Akan repot kalau dirinya tertinggal pelajaran.
"Hah.. baiklah.."
~
Mobil yang Sana kemudikan baru saja sampai di depan kampus. Tzuyu hendak membuka pintu mobil, namun terhenti karena sang kekasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Mommy (Satzu)
Fanfiction[ SUDAH TERBIT ] Chou Tzuyu harus menjadi sugar baby dari seorang wanita yang berusia 20 tahun demi membayar biaya pengobatan sang kakak. (This work has nothing to do with the idols real life)
