Aku terbangun dari tidurku yang tak seperti biasanya. Kali ini aku tidur di atas kasur yang lembut. Sungguh nyaman.
Rasanya tidurku sangatlah nyenyak, mungkin juga karena Jihyo unnie tidur bersamaku dan memelukku.
Aku mengubah posisiku menjadi duduk, lalu menoleh ke kiri dan kanan, mencari keberadaan Jihyo unnie.
Kosong..
Segera aku bangkit dari kasur dan keluar dari kamar ini. Di luar, terlihat Jihyo unnie yang sedang memasak.
Aku menghampirinya, memeluknya dari belakang, membuat tubuh Jihyo unnie menegang.
"Unnie~" panggilku manja.
"Kamjagiya!"
"Aish.. kau mengagetkanku Tzuyu."
"Hehe.. mianhae."
Aku mengeratkan pelukanku sembari meletakkan daguku di bahu kanannya.
"Kau sudah bangun?" tanya Jihyo unnie.
"Belum.." jawabku.
"Jadi aku berbicara dengan siapa sekarang ini eoh~?"
"Halo aku arwahnya Tzuyu." Kami berdua tertawa karena candaan yang kubuat.
"Bukan begitu.. kalau kau masih mengantuk, tidur lagi saja eoh." Jihyo unnie berucap sembari mengelus tanganku yang melingkar di perutnya.
"Tak mau. Aku ingin menemani unnie."
"Arraseo arraseo. Mandilah dulu, Tzu. Aku sedang membuat sarapan."
Aku tidak menuruti perkataan Jihyo unnie melainkan malah memejamkan mataku.
"Sarapan apa?"
"Kimbap dan tteokbokki. Makanan kesukaanmu."
Mataku langsung terbuka lebar dan rasanya aku tidak lagi merasa mengantuk. Segera aku berlari menuju ke kamar mandi untuk mandi tentunya.
Setelah selesai mandi, aku bergabung dengan Jihyo unnie di lantai. Makanan sudah terhidang di depan kami.
"Unnie masih mengikuti tutorial untuk membuat ini, coba kau cicipi apakah rasanya enak."
"Suapi eonnie~"
"Ckckck, dasar bayi besar.."
Jihyo unnie mengapit sepotong kimbap menggunakan sumpit dan mengarahkan sumpit tersebut ke depan mulutku. Kulahap sepotong kimbap tersebut dan mengunyahnya.
"Bagaimana rasanya?" Jihyo unnie bertanya penuh penasaran.
"Enak unnie." Aku menjawab sambil tersenyum membuat Jihyo unnie juga menampakkan senyumannya.
"Perlu kuantar ke kampus, Tzu?"
"Tidak usah unnie." Soalnya jarak kampus dengan rumahku tidaklah dekat.
"Unnie jalan-jalan saja." Anggukan kepala Jihyo unnie berikan sebagai tanggapan dari ucapanku.
"Oh ya unnie.."
"Wae?"
"Sepulang kuliah boleh aku ke rumah Shasha?"
"Tentu saja boleh. Kenapa mesti bertanya padaku?"
"Mina unnie bilang harus minta izin dulu sama unnie," jelasku yang dibalas dengan anggukan kepala.
Setelah sarapan, aku mengecup pipi Jihyo unnie sebagai salam, lalu berangkat ke kampus.
~
Sekarang ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Sana unnie sesuai perintah dari Mina unnie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Mommy (Satzu)
Fanfiction[ SUDAH TERBIT ] Chou Tzuyu harus menjadi sugar baby dari seorang wanita yang berusia 20 tahun demi membayar biaya pengobatan sang kakak. (This work has nothing to do with the idols real life)
