🐻 s e l a m a t - m e m b a c a 🐻
15. Diculik kakek-kakek
.
.
.
"Pulang sekolah pengen mampir kemana?" Tanya Rafka lembut, beberapa hari ini Alva merasa suaminya ini berbeda dengan Rafka yang dulu. Alva merasa kalau ini bukan Rafka yang sebenarnya. Tapi, selagi ini terus berjalan Alva menikmatinya.
"Gak kemana-mana. Langsung pulang aja, kamu pasti cape kan?" Tangan besar Rafka mengelus pelan puncak kepala Alva penuh sayang.
"Kayak biasa lo pengertian, ayo pulang" Alva memegang tas Rafka, tapi cowok itu melepas tangan Alva dari sana, menggenggamnya dan membawa ke perut "jangan pegangan di sana, disini aja. Pegang yang kuat, nanti jatuh" peringat Rafka membuat jantung Alva berdegup lebih kencang.
"Al!"
"Eh iya?" Kaget Alva baru sadar.
"Jangan ngelamun, ayo pulang kerumah kita"
Kita? Satu kata yang sakral dari Rafka, kata yang mampu memuat pipi Alva merona karena senang.
"I-iya"
Diperjalanan, Alva menatap sekitar "Afka" panggilnya pelan.
"Hm?"
"Kita kemana?"
"Mau beli rokok dulu bentar, rokok gue abis" Alva mengangguk mengerti, dia ingin melarang tapi takut Rafka marah-marah seperti dulu. Kejadian saat Alva melarang Rafka balapan saat itu masih terngiang di kepala Alva, dia memegang dahi dan bergidik. Jangan sampai hal itu terjadi lagi.
"Iya"
Tanpa bicara lagi, Rafka memasuki super market "ngapain lo disini?" Rea menepuk pundak Alva.
"Astaghfirullah, aku kaget Re" Alva mengusap dada karena terkejut dengan tepukan dan kehadiran Rea yang tiba-tiba.
"Maaf hehe" Rea nyengir "sama siapa? Kok gak masuk?"
"Tadi sama Afka, aku nunggu dia beli rokok"
"Oh gitu, ya udah gue masuk ya. Dadah cantik" Rea melambaikan tangan, dibalas oleh Alva. Tanpa cewek itu tau, didalam sana Rea berbicara sesuatu dengan sang suami.
Beberapa lama kemudian Rafka datang dengan wajah yang berubah dari sebelumnya, tidak ada lagi senyuman tipis, wajah dingin dan suram itu kembali "Afka, kamu gak pa-pa?" Rafka menoleh dan menggeleng, tanpa banyak omong, cowok itu langsung melajukan motor ke rumah.
"Aku panasin air buat kamu mandi dulu" Rafka diam, tidak merespon, tapi tangannya bergerak untuk mendorong Alva, menyingkirkan cewek itu dari hadapannya "kamu gak mau air panas?" Tanya Alva menawarkan, cuaca hari ini cukup mendung, makanya Alva menanyakan perihal air untuk mandi Rafka.
Tatapan menyeramkan tanpa ekspresi Alva beberapa hari yang lalu kembali, cowok itu mencengkeram pipi Alva kencang "jangan banyak bacot! Gue gak suka, atau mau gue bikin lo gak bisa ngomong?"
"Af- aw" ringis Alva kala cengkraman itu terlepas bersamaan dengan hilangnya Rafka dari pandangannya "Afka kenapa? Tiba-tiba dia balik kayak dulu lagi? Aku emang gak pantes ya buat ngerasain Afka yang sayang balik ke aku?" Alva terkekeh geli sambil mengelus rahang yang seakan mati rasa karena Rafka tadi. Bodoh, Alva sangat bodoh, bisa-bisanya dia berfikir kalau Alva mulai mencintainya, nyatanya itu semua hanya pemikiran bodoh dan tidak berguna, karena Rafka tidak mencintainya, entahlah sampai kapan, yang pasti untuk sekarang hal itu tidak akan terwujud.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ataxaria [ completed]
General Fiction"Afka sampai kapan aku harus nunggu?" "Afka sampai kapan aku jatuh cinta sepihak?" "Afka apa aku salah karena udah suka kamu?" "Maaf aku udah cinta sama kamu, suamiku" ---------------------------- Ini cerita tentang Alva Queensya Azalea, cewek be...
![Ataxaria [ completed]](https://img.wattpad.com/cover/285923641-64-k811678.jpg)