🐻 s e l a m a t - m e m b a c a 🐻
18. Pengganti Alva
.
.
.
Dengan langkah tertatih Alva memasuki kelas, kakinya sangat sakit akibat pecahan kaca kemarin "Alvaaaa!!! Sayanggggg!! Kenapa gak ada kabar semalem? Gue kangen tau!!!" pekik Rea bahagia, cewek itu merentangkan tangan dari jauh lalu memeluk Alva erat.
Mati-matian Alva menahan air mata agar tidak keluar. Percayalah akibat dipeluk Rea kaki Alva yang membengkak menjadi tertumpu dan semakin sakit "i-iya, aku ada kegiatan kemarin" alasan Alva mengulas senyuman tipis.
"Ah gak asik lo, gue padahal pengen sekelompok sama lo. Malah sama Didi bego!"
"Oh ya terus gimana?" Alva berusaha menormalkan langkah untuk bisa duduk di kursinya. Tapi gelagat mencurigakan dari Alva terlalu mudah di baca, cewek itu menatap sepatu Alva khawatir.
"Sini lo!" Alva menurut, duduk di kursi yang Rea sediakan. Cewek itu meringis karena Rea membuka sepatunya "kenapa? Kok kaki lo bengkak gini?ayo pulang ikut gue. Bentar gue minta tolong buat angkat lo"
Menahan Rea, Alva menggelengkan kepala "jangan,aku takut Afka butuh aku" Rea tersenyum lalu menggeleng.
"Dia bakalan nyari gue kalau dia butuh, gue yang bakalan gantiin lo. Dia pasti ngerti kalau pembantunya lagi sakit. Dia emang gatau kalau lo lagi sakit gini?" Alva menggeleng saja. Terlalu lelah untuk memberi penjelasan kalau pelakunya adalah suami yang menganggap Alva hanya sebagai pembantu.
"Maksud kamu dia bakalan nyari kamu apa Re?"
"Eh, ya udah gue cariin orang buat bawa lo pulang dulu ya" Rea mengalihkan topik, langsung berlari meninggalkan area kelas. Alva terdiam, pikiran-pikiran buruk mulai hinggap, cewek itu menggelengkan kepala beberapa kali. Tidak ada apa-apa, Rea bukan siapa-siapanya Rafka, Alva hanya banyak pikiran saja.
Tidak lama kemudian Davi dan Zeka datang "ayo ikut" ujar Davi, Alva diam, semalam dia diperlakukan seperti itu karena Rafka tidak suka Alva tersenyum pada mereka. Sepele memang, tapi siapa yang tidak tahu Rafka? Hal sekecil apapun kalau bagi Rafka sudah membuat ia tidak suka maka cowok itu akan selalu mempersalahkannya.
"Alva! Lo dengerin Davi gak? Mau pulang atau tetep di sini?" Kesal Rea karena Alva tidak menjawab. Tidak tahu saja Alva kalau Rea sangat khawatir sekarang. Kaki Alva benar-benar bengkak.
"Di sini aja"
"Gak, angkat dia secara paksa, trus bawa ke dokter, jangan banyak bacot lo berdua"
"Lah ngatur?"
"Emang lo siapa?"
Terkekeh, Alva tersenyum melihat ketiga orang yang pagi-pagi sudah bertengkar didepannya "ah lu gak asik Vier, Yon, cepetan anterin Alva ke rumah sakit baru ke rumah dia, gue mau minta izin sama Rafka. Gue gak mau nanti dia malah marah sama sahabat gue" setelah kepergian Rea, tanpa cewek itu sadari air muka kedua cowok yang menjadi anggota PMR itu berubah menjadi tegang.
Vier atau Davier dan Yon atau Zekalion adalah penggalan nama Zeka, hanya orang tertentu yang tahu nama itu dan hanya satu orang yang memanggil Zeka dengan nama tersebut.
"Davi mikir yang sama kayak Zeka gak?" Davi mengangguk membenarkan.
"Hm" balas Davi singkat "ayo Al, kita anterin" kedua cowok itu memapah Alva lalu membawa cewek itu ke rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ataxaria [ completed]
Ficção Geral"Afka sampai kapan aku harus nunggu?" "Afka sampai kapan aku jatuh cinta sepihak?" "Afka apa aku salah karena udah suka kamu?" "Maaf aku udah cinta sama kamu, suamiku" ---------------------------- Ini cerita tentang Alva Queensya Azalea, cewek be...
![Ataxaria [ completed]](https://img.wattpad.com/cover/285923641-64-k811678.jpg)