🐻 s e l a m a t - m e m b a c a 🐻
40. Awal dan akhir
.
.
.
"Selamat pagi pak Rafka"
"Selamat pagi pak!"
"Selamat pagi pak Rafka"
"Morning pak!"
Semua sapaan karyawan hanya di balas Rafka tatapan dingin. Cowok itu memasuki ruangan dan mulai berkutat dengan dokumen-dokumen yang ada ditangannya.
"Rafka, aku--" begitu memasuki ruangan, Rafka sudah disambut dengan pacarnya. Siapa lagi kalau bukan Rea?
"Kemasi barang-barang lo! Gue gak suka liat wajah lo!" usir Rafka dingin. Cowok itu bahkan tidak sudi memandang wajah sekretarisnya. Rasa bersalah akan selalu datang jika dia terus melakukan hubungan terlarang dengan Rea. Bayang-bayang Alva yang menangis membuat Rafka takut dan juga menyesal secara bersamaan.
Rea, memegang pergelangan tangan Rafka dengan tidak tahu diri "Al, aku--"
"Lo kenapa? Udah sana, gue mau kita putus, gue gamau ada hubungan apapun sama lo dan gak usah bikin drama kalau anak yang ada di perut lo itu anak gue!" Rea terkejut, dia tidak menyangka Rafka tahu siasatnya. Awalnya dia ingin menggunakan alasan itu agar Rafka tetap di sampingnya, tapi ternyata rencananya sudah diketahui Rafka. Sial! Cara apa lagi untuk membuat Rafka tetap disisinya?
"Ta-tapi ini anak kamu, a--" Rea tetap kekeh kalau anak yang ada dikandungannya adalah bayi Rafka.
"Gak, gue gak peduli! Pergi sebelum gue suruh orang buat ngusir lo" potong Rafka judes.
"Tapi Al-"
"Gue aja yang pergi" putus Rafka sebelum meninggalkan tempat.
Sementara itu Rea mengepalkan tangan "awas lo Alva!"
Lihat? Alva selalu disalahkan, bahkan tanpa perempuan itu melakukan apapun.
Sementara itu disini Rafka sekarang, dimakam kedua orang tua Alva. Ini pertama kalinya dia kesini sejak Alva koma, sejak itu juga dia kehilangan rasa percaya diri untuk menganggap dirinya pantas di sebut menantu oleh kedua almarhum orang tua Alva. Apalagi perbuatannya sangat fatal dan tidak bisa dimaafkan, kalaupun bisa, orang itu hanya Alva dan kalaupun Alva sadar, apa cewek yang mendapatkan banyak siksaan dan perlakuan buruk darinya itu akan memberikan maaf?
Apa semudah itu?
Semoga saja.
"Assalamualaikum, bunda, ayah. Maafin Rafka karena gak becus jaga Alva. Maaf juga Rafka baru datang sekarang" Rafka berlutut di antara kedua makam orang tua Alva.
Drt... Drt...
Dering ponsel yang berbunyi membuyarkan lamunan Rafka dan kesibukannya pada kedua makam yang bersebelahan itu.
"Halo Bun, kenapa?"
"Alva meninggal, cepat kesini "
Mata Rafka membesar dan berangsur-angsur memerah, air mata cowok itu perlahan menetes melewati pipinya. Secepat kilat, Rafka berlari menuju mobilnya, mengendarai mobil tanpa aturan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ataxaria [ completed]
General Fiction"Afka sampai kapan aku harus nunggu?" "Afka sampai kapan aku jatuh cinta sepihak?" "Afka apa aku salah karena udah suka kamu?" "Maaf aku udah cinta sama kamu, suamiku" ---------------------------- Ini cerita tentang Alva Queensya Azalea, cewek be...
![Ataxaria [ completed]](https://img.wattpad.com/cover/285923641-64-k811678.jpg)