bukan Rafka

50.1K 2.8K 213
                                        

Follow ig
@txxzfi_

Alur kedepannya mungkin bakalan gak nyambung, soalnya Fi udah lupa sama ceritanya, terus Fi males baca hehe, maaf ya up nya blm bisa banyak.

🐻 s e l a m a t - m e m b a c a 🐻

41. Bukan Rafka

.
.
.

"Kamu harus makan banyak biar anak kamu sehat, cucu bunda bakalan kuat kalau kamu juga kuat" Dewi menyodorkan banyak makanan untuk Alva. Cewek itu tersenyum karena ketika bangun di sambut oleh manusia baik seperti Dewi dan juga Baron, ah jangan lupakan Alva untuk bersyukur, entah keajaiban darimana, bayinya tidak kenapa-kenapa.

"Iya bunda, makasih ya"

"Assalamualaikum eperiwan!!!" Heboh Darren memasuki ruang rawat Alva, cowok itu tidak lupa adab, ia menyalimi tangan Dewi dan Baron lalu duduk di samping Alva sambil menebar senyuman memualkan perut. Untung itu Alva, kalau bukan sudah pasti kena tampol.

"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.

"Hai Alva cantik, hari ini gue dateng bawa buah kesukaan lo" Darren mengeluarkan buah stroberi, cowok itu ikut tersenyum melihat binar mata bahagia Alva, tapi sepersekian detik setelahnya wajah Alva kembali dingin, cewek itu menghela nafas sebentar kemudian tersenyum tipis.

"Makasih ya Ren"

"Lo sedih karena bukan suami lo yang ngasih?" Tebak Darren, dibantah Alva dengan gelengan kepala.

"Bukan itu, aku mau makan sekarang, tapi kamu gak peka"

"Oh iya, hehe" cengir Darren sambil menggaruk kepala bagian belakang. Cowok itu menuju wastafel untuk mencuci buah tadi kemudian menuju brankar Alva lagi.

"Darren, om sama Tante ada urusan, nitip Alva dulu ya. Di jagain, jangan tidur" pesan Baron di tanggapi Darren dengan kerucutan bibir.

"Darren gak pernah tidur ya om!! Iya Darren jagain"

Dewi dan Baron terkekeh kecil melihat tingkah laku Darren sebelum mereka menghilang dari pandangan keduanya.

"Mau gue suapin?"

Menggeleng, Alva mengambil buah stroberi dari tangan Darren dan memakannya dengan ekspresi bahagia "enak banget!!! Darren suapin aku lagi dong!" Alva membuka lebar mulutnya.

"Hah? Tadi bukannya--"

"Apasih, cepetan!!!" Darren menurut, seingat cowok itu matanya tidak bermasalah. Jelas-jelas tadi dia melihat Alva menggeleng, tau ah, yang penting sekarang bisa melihat wajah Alva dengan jelas.

"Gue kesini cuma mau ngasih baju buat Alva, ya udah lanjutin aja suap-suapannya" Rafka meletakkan paper bag di atas sofa sebelum meninggalkan ruangan.

Sial! Lagi-lagi gue jadi sadboy. Batin Darren, sudah senang karena Alva meminta di suapi dan ngehalu kalau Alva suka balik padanya, ternyata cewek itu hanya melakukan hal tadi untuk membuat Rafka sakit hati. Kalau begini Darren apa bisa berharap Alva akan menjadi miliknya?

"Gue bakalan bantu lo, buat bikin Rafka cemburu"  mendongak, Alva menggelengkan kepala.

"Nggak, reaksi dia tadi cukup buat aku gak enak banget. Kasian Afka, nanti aku minta maaf deh"

TOLOL! ADA YA ORANG TOLOL KAYAK LO?!!. Sabar, Darren harus mensugesti diri sendiri agar tidak toxic dan membuat Alva ilfeel padanya.

"Gak usah, itu sepadan sama apa yang dia lakuin sama lo"

"Afka gak ngelakuin apa-apa, yang terjadi sama aku murni karena aku gak hati-hati jadi ketemu orang jahat di jalan"

"Begal Al" koreksi Darren.

"Iya itu, aku kangen anak-anak mereka gimana?"

"Gak usah inget mereka, inget gue aja njir" kesal juga Darren. Dia yang dateng ke sini tapi anggota Draco yang ditanyakan keberadaannya oleh Alva.

"Iya, makasih udah dateng Ren" Alva mengulas senyum tipis.

"Iye" jawab Darren dengan senyuman yang dipaksakan.

"Kapan pulang?"

Anj, baru aja dateng!

🐻🐻

"Kamu bisa jalannya?" Tanya Rafka khawatir, cowok itu memegang pundak Alva, lalu melepaskan ketika Alva sudah duduk di sofa. Rafka mengambil handsanitizer dan menyerahkan pada Alva.

"Buat apa?" Tanya Alva sembari menerima benda pembersih kuman itu dari sang suami.

"Buat-- ehm..." Rafka menggaruk kepala bagian belakang "a-aku tau kamu gak nyaman aku sentuh, jadi.. mungkin itu berguna buat bersihin bekas tangan aku yang kotor dan.. berani mengang kamu" Rafka menjawab tanpa berani menatap Alva, rasa bersalahnya selalu muncul saat melihat wajah polos itu.

"Kamu suami aku, itu hak kamu Af" Alva menepuk sisi samping sofa "kamu duduk di samping aku, kamu bilang kamu bakalan berubah dan buktiin kamu pantas jadi ayah dari anak kita" Alva tersenyum tulus, senyum yang dari dulu tidak pernah berubah.

Mata Rafka berkaca-kaca, kristal bening perlahan turun dari pipi tirusnya "kamu gak marah sama aku Al?" Alva menggeleng, cewek itu malah menarik tangan Rafka dan menatap suaminya dalam. Tangannya perlahan menyentuh wajah Rafka, sementara Rafka memejamkan matanya saat Alva menghapus air mata cowok itu.

"Kamu kok kurusan?" Rafka makin menurunkan air mata, cowok itu heran dengan kebaikan Alva, disaat kondisinya tidak baik-baik saja, cewek itu tetap mengkhawatirkan Rafka seperti biasa. Seperti apa yang selalu dia bilang kalau Rafka itu no satu. Cewek itu akan selalu menomorsatukan Rafka diatas kepentingannya sendiri.

"Aku gak kurusan, kamu harusnya liat diri kamu sendiri, karena aku--"

Cup

Tersenyum, Alva mencium singkat bibir Rafka "udah aku gak pa-pa, liat aku baik-baik aja? Gak usah nyalahin diri sendiri, ini udah takdir"

"Tapi andai--"

"Jangan ngomong lagi, atau aku ngambek" Alva menatap Rafka untuk memastikan, dia tidak pernah diperlakukan lembut begini. Alva merasa dia ngelunjak, apa ini benar?

"Jangan, kamu mau apa? Kamu laper? Atau perlu apa? Nanti aku usahain buat lakuin apa yang kamu mau" Alva bersandar di pundak Rafka membuat cowok itu melemaskan bahunya agar Alva mendapatkan posisi nyaman.

"Aku boleh minta elusin perut?"

"Boleh" jawab Rafka dengan senyuman, cowok itu mengelus pelan perut Alva yang mulai membesar "anak ki- bayi kamu udah berapa bulan?" Alva tersenyum, salah satu tangannya ikut mengelus perutnya sendiri.

"Kamu gak perlu gitu, dia anak kita Af"

"Tapi aku ngerasa gak pantas --"

"Kenapa? Bukannya kamu bilang kalau kamu akan jadi ayah yang hebat buat dia?" Rafka mengangguk "buktiin, aku gak pernah denger kalau ketua Ataxaria gak nepatin janjinya"

"Pasti"
















Happy new year ya guys

I hope ini cukup, nanti Fi lanjutin kapan-kapan hehe

Follow ig dulu kalau mau next cepet

@txxzfi_

Votement🐻

Ataxaria [ completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang