🐻 s e l a m a t - m e m b a c a 🐻
26. Cinta atau bodoh?
.
.
.
Sudah seminggu Alva ada di kediaman Mahardhika, lebih tepatnya mansion milik Dave. Dia sudah bisa berjalan dengan normal karena Dave menjaga dan mengatur pola makan Alva dengan baik.
"Kak Al, kok bengong?" Lamunan Alva buyar, cewek itu menatap Angelia meminta penjelasan.
"Iya El?"
"Kakak mikirin apa?" Ulang Angelia dibalas gelengan dari Alva.
"Ayo dong kasih tau El! Jangan bilang kakak mikirin dokter?" Bibir Angelia cemberut, kentara kalau gadis kecil itu merasakan cemburu pada Alva. Bahkan sejak kedatangan Alva kesini, Angelia sudah tidak suka, tapi berkat penjelasan Dave sekarang mereka sudah sangat dekat dan Alva sudah menganggap Angelia sebagai adik.
"Kakak udah punya suami, buat apa mikirin Dave?"
Angelia menggendikkan bahu tidak tahu sambil menggeleng "ngga tau, tapi awas aja kalau kak El ngambil dokter Dave, dia malaikat El. Kalau gak ada dokter El gak bisa bobo, kalau gak ada dokter El juga gak bisa makan, kalau--"
"Kalau apa hm?" Pipi Angelia memerah mendengar pertanyaan dari cowok yang telah dia bicarakan dengan Alva. Hal itu membuat Alva terkekeh pelan, apalagi saat Angelia memeluknya untuk bersembunyi. Padahal jelas-jelas kalau usaha itu sia-sia mengingat ukuran tubuhnya.
"Kalau dokter nanya El dimana jawab aja El nya lagi bobo" Angelia mengeratkan pelukan pada Alva. Dibalas Alva dengan tawa kecil, kedua orang didepannya ini sangat lucu.
"Badan kamu besar, saya masih bisa melihatnya dengan jelas" Angelia berbalik sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangan mungilnya.
"Kak Al, El lagi malu nih, suruh dokter buat pergi, nanti El malunya nambah"
"Dave pergi" suruh Alva, Dave terkekeh sambil menggeleng.
"Ada-ada saja, kenapa kamu malu? Lagipula itu benar" Dave melepaskan kedua telapak tangan Angelia, menunjukkan senyuman tipisnya.
Karena senyuman itu Angelia menutup mulut Dave sambil celingak-celinguk dan memelototi Alva "jangan liat!!! Senyum ini milik El!!" Ucapnya posesif.
"Oke, kakak pergi aja" pasrah Alva sebelum keluar dari ruangan.
Cewek itu memutuskan untuk menyalakan ponsel yang di silent selama sepekan terakhir. Begitu Alva membukanya ada ratusan panggilan tak terjawab dari Verga. Dari beberapa anak-anak Ataxaria hanya Verga yang tidak Alva blokir mengingat cowok itu tidak pernah menghubunginya, kecuali ini ulah Davi dan juga Zeka.
Hati Alva rasanya seperti ditusuk, nyeri sekaligus sakit. Apa Rafka tidak berniat mencarinya? Satu saja tidak ada panggilan dari cowok itu. Alva ingin Rafka mengkhawatirkannya sekali saja, Alva ingin dia dicintai, bukan hanya mencintai.
Melirik pintu ruangan Angelia, Alva meringis, memaksakan senyum saat Dave duduk di sebelahnya "enak ya jadi El. Aku jadi pengen punya penyakit parah supaya Rafka cin--"
"Mulut kamu dijaga, berhenti bersikap bodoh seperti itu. Kamu berhak bahagia"
"Aku gak perlu bahagia, asalkan Rafka bahagia, aku bakalan ikut bahagia. Walaupun itu harus ngorbanin nyawa, aku gak peduli" jawab Alva tanpa beban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ataxaria [ completed]
Aktuelle Literatur"Afka sampai kapan aku harus nunggu?" "Afka sampai kapan aku jatuh cinta sepihak?" "Afka apa aku salah karena udah suka kamu?" "Maaf aku udah cinta sama kamu, suamiku" ---------------------------- Ini cerita tentang Alva Queensya Azalea, cewek be...
![Ataxaria [ completed]](https://img.wattpad.com/cover/285923641-64-k811678.jpg)