_o0o_
Happy Reading!
...
"Hghhhh!"
Victoria membuka matanya. Saat bangun ia merasa linglung, sedikit bingung dengan situasi yang terjadi. Kepalanya terasa sakit, tapi Victoria masih bisa menanggung rasa sakitnya.
Victoria menatap Grizelle yang tertidur di sebelahnya, terlihat Grizelle seperti kelelahan berjaga semalaman menunggu Victoria siuman.
Perlahan ada pergerakan Dimata Grizelle, ia terbangun saat sadar bahwa Victoria sudah bangun.
"Victoria..."
Grizelle mengumpulkan kesadarannya, dan menatap Victoria dengan lega.
"Ibu, ibu tidur lagi saja," ucap Victoria. Ia merasa bersalah karena tanpa sengaja membangunkan Grizelle.
"Tidak." Grizelle menggeleng pelan.
"Ibu sudah cukup tidur," lanjutnya sambil tersenyum hangat.
Victoria tau jika ibunya itu berbohong. Kata-kata yang keluar dari Grizelle selalu saja manis Victoria. Tapi kedua mata Grizelle berkata lain, kedua matanya terlihat sangat kelelahan. Ada lingkaran hitam dibawah kantung matanya, seperti mata panda. Itu pasti akibat kurang tidur. Dan sorot mata Grizelle terlihat sayu.
"Ibu tidurlah, ku mohon."
Victoria khawatir dengan Grizelle, terutama kesehatannya. Entah setelah ini malah gantian Grizelle yang sakit.
"Tidak, ibu sudah cukup tidur Victoria. Ibu tidak mengantuk sayan------hoammm."
Grizelle menguap tanpa sadar.
"Tuh kan, ibu ayo naik sini dan ibu tidur sekarang," ucap Victoria dengan tegas. Mengintruksikan kepada Grizelle agar tidur disebelahnya.
"Ayo ibu! Aku akan menemani ibu, aku akan tidur disebelah ibu juga."
Barulah setelah itu Grizelle mau. Ia naik ke ranjang Victoria dan segera tidur di sebelah putri nya itu.
Setelah beberapa detik setelah kepala Grizelle menyentuh bantal yang lembut, ia sudah terlelap tidur. Saat itulah Victoria bangun dan berjalan pelan agar tidak membangunkan Grizelle, dia berniat pergi mencari Bella.
Dengan tubuh yang masih memakai dress piyama, dan rambut yang sedikit acak-acakan, Victoria keluar dari kamarnya dan segera mencari keberadaan pelayannya, Bella.
"Victoria."
Victoria menoleh. Ia kira yang memanggilnya barusan adalah Bella, tapi ternyata bukan.
"Ada apa?!" tanya Victoria dengan nada ketus.
Cukup lama Renfred diam, membuat Victoria jadi tidak sabaran.
"Cepat katakan! Kenapa memanggilku?!" Victoria memasang wajah kesal menatap Renfred.
"Kau sudah bangun.....adik."
"Iya aku sudah sembuh sek---eh sebentar, Adik?"
Victoria menatap Renfred untuk memastikan yang baru saja ia dengar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Victoria's [END]
FantasyAria mengira bahwa dirinya bernasib menyedihkan seperti novel dan komik Isekai yang dia baca. Tapi setelah kematian, dan bereinkarnasi menjadi Victoria, dia tahu semuanya berhubungan dengan takdirnya sejak dahulu kala. Terlahir dalam setiap kehidupa...
![Victoria's [END]](https://img.wattpad.com/cover/279332446-64-k838497.jpg)