12| ITCED - Victoria

16.4K 1.9K 40
                                        

_o0o_
Happy Reading!

...

"Dahulu kala, sebelum kekaisaran ini terbentuk, benua ini hanyalah hutan belantara yang penuh dengan monster, dan-"

"Tunggu dulu!" potong Victoria.

"Monster? Apakah benar mereka itu ada?" tanya Victoria.

Sedangkan James sekarang tengah menghela nafas panjang, karena saat ia bercerita Victoria langsung memotong.

"Iya," jawab James singkat.

"Dan benua-"

"Tunggu dulu James," ucap Victoria memotong lagi.

"Apa lagi putri?!"

"Tidak mungkin mereka ada, aku tidak percaya jika makhluk mitos seperti mereka dulu tinggal di sini," ujar Victoria.

"Maka dari itu putri, tolong biarkan saya bercerita sampai selesai, nanti anda akan tau sendiri jawabannya," ucap James.

"Hm, baiklah-baiklah."

"Dan ditengah-tengah para monster seorang penyihir agung berdiri dan melawan mereka semua sendirian. Singkatnya, setelah itu barulah benua ini didatangi oleh orang-orang dari benua lain. Perlahan-lahan kerajaan-kerajaan kecil terbentuk, salah satunya Gwenalyne. Dahulu kala Gwenalyne hanyalah kerajaan kecil, kakek buyut anda yaitu raja Pyton adalah pendirinya, dia berteman dekat dengan penyihir agung itu, sampai tragedi itu terjadi."

"Tragedi apa?" tanya Victoria yang sangat penasaran.

"Cinta segitiga," ucap James.

Victoria terkejut, ia kira akan terjadi tragedi seperti peperangan atau pembantaian ternyata hanya cinta segitiga.

"Lalu James, apa yang terjadi setelahnya?"

"Wanita yang diperebutkan itu adalah seorang saintess, dan dia memilih sang penyihir agung."

"Dan raja Pyton bagaimana dengan dia?" tanya Victoria.

"Cintanya bertepuk sebelah tangan. Akhirnya tragedi itu terjadi. Pertarungan raja Pyton dan sang penyihir agung." James berhenti bercerita sejenak.

"Penyihir agung bisa mengalahkan raja Pyton dengan mudah, tapi sayangnya raja Pyton meminta bantuan kepada seorang penyihir lain. Penyihir yang membantu raja Pyton itu dapat dengan mudah mengalahkan sang penyihir agung menggunakan sihir hitam. Dan saintess yang berusaha melindungi penyihir agung, ia meregang nyawa. Setelah itu dengan luka yang cukup parah, penyihir agung itu menghilang tanpa jejak, entah dia sudah tiada atau masih hidup sekarang, tidak ada yang tau keadaan dan keberadaannya."

"Lalu James, bagaimana dengan penyihir yang membantu raja itu, dimana dia sekarang?" tanya Victoria, ia merasa sangat penasaran dengan kisah yang diceritakan oleh James.

"tidak ada yang tau dia dimana."

"Apa mungkin dia sudah mati," ucap Victoria menebak.

"Itu tidaklah mungkin putri," ujar James.

"Kenapa kau sangat percaya diri?"

James tersenyum miring. Dan tidak ada jawaban yang Victoria dapat.

....

"Menyebalkan! James tidak mengatakan dimana penyihir itu sekarang. Dia hanya diam dan malah mengakhiri kelas."

Victoria tengah mengoceh disepanjang jalan menuju kamarnya. Ia kesal karena kelasnya berakhir, dan Victoria tidak mendapatkan jawaban untuk rasa penasarannya.

"Salam yang mulia putri." Seseorang berhenti didepan Victoria, membuat Victoria menghentikan langkahnya.

"Dia anak perempuan yang tadi," batin Victoria.

Ariel tersenyum, dan bersamanya ada Idris yang memberikan tatapan tidak bersahabat pada Victoria.

"Ada apa dengan bocah laki-laki di belakang itu?! Kenapa dia menatapku tidak suka? Menyebalkan sekali!"

Victoria melirik Idris yang menatap dirinya tidak suka.

"Kau yang tadi bukan?" ucap Victoria sambil tersenyum sekedar hanya untuk membalas senyuman Ariel.

Ariel mengangguk. "Iya yang mulia."

"Oh iya, siapa namamu? Aku belum pernah bertemu denganmu."

"Nama saya Ariel yang mulia. Ariel Jwell," jawab Ariel ia masih menggunakan nama Jwell untuk memperkenalkan diri. Karena Ariel merasa tidak enak jika mengatakan sendiri pada Victoria tentang dirinya yang menjadi anak angkat Lucifer.

"Ariel?" Victoria terkejut saat mendengar nama Ariel Jwell. Nama yang harusnya tidak pernah Victoria bisa lupakan.

"KAU ARIEL JWELL?!" Victoria tanpa sadar menyentuh kedua bahu Ariel erat.

"I-iya yang mulia." Ariel mengangguk kikuk.

"TOLONG SINGKIRKAN TANGAN ANDA!" tiba-tiba tanpa diundang, Idris memotong. Ia menghempaskan kedua tangan Victoria.

Awalnya Victoria kesal dengan perlakuan Idris, tapi perhatiannya teralihkan dengan Ariel.

Ariel Jwell, nama yang tidak pernah bisa Victoria lupakan. Kakak angkatnya, tokoh utama dalam cerita novel ini.

"Ugh!"

Tiba-tiba Ariel kembali batuk, dan batuknya itu mengeluarkan darah. Seketika Victoria dan Idris terkejut, keduanya langsung panik melihat kondisi Ariel.

"hei! Apa kau tak apa?!" tanya Victoria.

"TOLONG ANDA MENJAUH!" Lagi-lagi Idris bersikap kasar pada Victoria.

"Ayo kita kembali," ucap Idris membawa Ariel dengan menuntunnya pelan-pelan menuju kamar.

"Huh! Ada apa dengan dia?!"

Ariel kembali melanjutkan perjalanannya yang terhenti menuju kamar.

"Dalam waktu sehari kau mengalami ini dua kali, ini sudah semakin parah," ucap Idris.

Ariel terkekeh pelan. "Apa kau khawatir Idris?"

"Tentu saja aku khawatir padamu!" jawab Idris dengan nada tinggi.

"Aku masih bertanya-tanya, kenapa kau mengkhawatirkan ku, apa peran ku dalam hidupmu Idris? Kita saja baru saja kenal belum sampai satu tahun," jelas Ariel. Ia merasa heran dengan sikap Idris yang baik kepada dirinya.

Idris terkejut mendengar penuturan Ariel. Ia terdiam, tidak bisa menjawab Ariel.

"Lagi-lagi kau diam Idris." Ariel menghela nafas, dan melupakan ucapannya tadi. Karena Ariel sudah hafal, pasti Idris diam jika ditanya tentang tujuannya yang sebenarnya.

"Sudahlah jangan banyak bicara, ayo segera kembali ke kamar dan menyembuhkan ini," ucap Idris.

Sedangkan ditempat lain, Victoria baru sampai di kamarnya. Seorang pengawal utusan Lucifer datang dan menemui Victoria.

"Ada apa?" tanya Victoria.

"Yang mulia kaisar, memanggil anda putri," ucap pengawal itu.

"Aku akan segera kesana." Pengawal tersebut langsung pamit dan pergi.

"Kenapa ayah memanggilku?" Victoria bermonolog sendiri, ia heran dan ingin tahu kenapa Lucifer memanggil dirinya.

Victoria's [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang