"aku tau kamu adalah penyihir hitam berusia 300 tahun lebih, kamu juga yang membantu kakek buyutku dahulu James." Lucifer duduk di kursi ruangan dia bekerja sembari menatap James tanpa ekspresi.
James di panggil kemari setelah satu tahun berhenti mengajar Victoria. Karena dia mengajar sihir pada Victoria, dan sihir tersebut membuat ledakan mana yang besar pada tubuh Victoria. Akhirnya Lucifer membuat James berhenti menjadi guru Victoria. Seharusnya James di hukum mati, namun mengingat jasanya dulu, Lucifer jadi meringankan hukumannya.
James membungkuk dengan segala hormat, dia mengerti kesalahannya dan tidak ingin membela diri. "Iya yang mulia, saya tau saya bersalah karena membahayakan nyawa yang mulia putri," ucap James.
"Saya menerima apapun hukuman dan perintah dari anda yang mulia," sambung James, mengerti apa tujuan Lucifer memanggilnya kemari setelaj sekian lama.
"Gunakan sihir hitam mu."
Perkataan Lucifer baru saja langsung membuat James terkejut. Dia tidak salah mendengarnya bukan? Sihir hitam miliknya, Lucifer ingin dirinya menggunakan sihir itu lagi.
Refleks James mendongak dan menatap Lucifer terkejut. "ITU TIDAK MUNGKIN YANG MULIA!" dengan nada tinggi James menolak perintah Lucifer.
Bukan tanpa alasan james menolaknya. Sihir hitam bertahun-tahun lalu yang dia gunakan itu sudah tidak bisa digunakan lagi.
"Anda tahu sendiri yang mulia sihir hitam milik saya tidak bisa dipergunakan lagi, dan itu berhubungan dengan raja Pyton."
Lucifer diam, dia mengerti akan hal itu, namun ini adalah jalan satu-satunya agar Victoria bisa berumur panjang.
"Aku tahu." Lucifer bangkit, dan berjalan menuju arah James.
"Ledakan mana dalam tubuh Victoria akan semakin besar, tubuh manusia biasa tidak bisa menanggung itu lebih lama lagi kamu tau itu," ujar Lucifer dengan wajah serius, menatap James tajam.
"Tap-tapi yang mulia..." Belum sempat James melanjutkan kalimatnya, Lucifer langsung berkata lagi.
"Cari caranya agar sihir hitam mu itu bisa digunakan lagi, atau kalau tidak nyawamu yang akan membayar nya." Lucifer kembali duduk di kursi kerjanya, dan menatap James datar.
James tidak bisa berkutik lagi jika Lucifer sudah memutuskan. Lagu pula ini adalah salahnya James juga, dia yang membangkitkan sihir dalam tubuh Victoria, kekuatan yang harusnya di segel selamanya.
Namun sekarang jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa Victoria adalah dengan sihir hitam itu. Entah bagaimana caranya, James sudah tidak memiliki sihir yang kuat dan besar seperti dulu. Perjanjian darah, antara dia dan raja Pyton dahulu yang membuat sihir James tidak bisa digunakan lagi. Setelah mengalahkan penyihir agung, raja Pyton bersedih karena kematian wanita yang sangat dia cintai, saintess. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian wanita tersebut, lalu dia menjalin perjanjian darah dengan James, di mana dalam perjanjian itu James tidak akan bisa lagi menggunakan sihir hitam, jika dia nekad menggunakan sihir hitam itu maka nyawanya akan jadi taruhannya. Menjadi penyihir itu entah anugerah atau hukuman, seorang penyihir memiliki umur yang panjang dan tubuh fisik yang awet muda. Namun setelah menandatangani perjanjian darah itu, anugerah yang dia dapatkan sebagai penyihir tidak akan berlaku lagi.
Mungkin ini akhir dari perjalanan hidup James sebagai penyihir hitam. Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan seseorang. James tidak pernah membayangkan hari ini akan terjadi dalam hidupnya. Dia akan membayar semua dosa-dosanya selama ini.
Penyihir hitam seperti James, adalah penyihir yang memiliki kekuatan dari iblis. Berbeda dengan penyihir biasa pada umumnya, penyihir biasa pada umumnya memiliki kekuatan sihir yang dianugerahi dari dewa. Penyihir hitam menggunakan kekuatannya untuk kepentingan pribadi, berbeda dengan penyihir biasa. Penyihir hitam juga memiliki sikap, dan watak seperti iblis. Mereka egois, tidak segan-segan melenyapkan manusia untuk kepentingannya sendiri. James dulu seperti itu, sebelum bertemu raja Pyton yang akhirnya mengubah seluruh hidupnya.
....
Victoria berjalan di lorong istana menuju kamarnya. Dia merasa lelah setelah melihat perkelahian antara Philip, Renfred, dan Leonardo. Khaled yang dia sangka pemalu, dan penakut itu ternyata ikut bertengkar dengan mereka. Akhirnya Victoria memilih pergi dari sana. Lagi pula ada sesuatu yang harus dia lakukan.
Siapa yang menyangka seseorang menghadang jalannya. Sebelah alis Victoria naik, heran dengan tujuan orang yang menghalangi jalannya itu.
Alastair de Grant Gwenalyne, kakak angkat ke-7.
Victoria berniat tidak ingin meladeninya dan akan melewati nya saja. Namun pangeran ke-7 itu tidak mau melepaskan Victoria.
"Ada urusan apa anda dengan saya pangeran Alastair?!" tanya Victoria dengan nada menekan dan tatapan tajamnya.
Alastair tersenyum miring melihat reaksi yang diberikan oleh Victoria. Pangeran ke-7 itu seperti telah merencanakan sesuatu yang buruk. Bersama dengan pengawal dan kstaria pribadinya, Victoria menebak jika Alastair akan melakukan sesuatu pada dirinya.
Alastair mencondongkan tubuhnya dan sedikit membungkuk, lalu berkata tepat di depan wajah Victoria. "Kau ini paling kecil diantara kami bersaudara, tapi nyalimu cukup besar adik."
Victoria memasang wajah kesal, dia mencoba menahan diri untuk tidak menggunakan sihir pada Alastair.
Setelah mengatakannya, Alastair menormalkan kembali tubuhnya dan menatap Victoria sembari tersenyum smirk.
"Tangkap dan bawa dia!" ujar Alastair memerintahkan kstaria dan pengawalnya untuk menangkap Victoria.
"Ck, sial!" Victoria berdecak kesal, dia bersiap menggunakan sihir api untuk melawan mereka. Kedua bawahan Alastair itu mulai mendekat pada Victoria, mereka bersiap untuk menangkap Victoria dari dua sisi.
Victoria bersiap dengan sihir apinya di kedua tangan, dengan jentikan jari saja Victoria bisa menyingkirkan meter berdua.
"Apa yang anda lakukan pangeran!" Victoria terkejut dengan kehadiran seseorang tiba-tiba, berdiri tepat di depan Victoria seolah-olah melindungi Victoria.
Victoria mengira orang yang sekarang berdiri di depannya adalah Leonardo, namun Victoria salah. Victoria tidak mengenal orang itu.
"Apa yang ingin anda lakukan, tolong jangan memancing keributan pangeran Alastair!" Laki-laki tersebut mengancam Alastair. Entah bagaimana Alastair takut dengan ancamannya, dia memberikan aba-aba pada bawahannya untuk mundur dan pergi dari sana.
"Ck! Ayo pergi!" Alastair dan kedua bawahannya pergi dari sana dengan wajah kesal. Rencana mereka gagal karena laki-laki tidak dikenal itu.
Setelah kepergian Alastair, laki-laki tersebut berbalik dan berkata dengan lembut dan sopan kepada Victoria. "Anda baik-baik saja yang mulia putri?" tanyanya dengan nada lembut.
Victoria mengangguk. "Aku baik-baik saja, dan terima kasih."
Meskipun Victoria tidak terlalu membutuhkan bantuannya, namun dia harus mengucapkan terim kasih. Laki-laki di hadapannya ini sepertinya seorang bangsawan, rambutnya berwarna hitam, dan manik matanya berwarna merah tatapannya sangat tajam setajam pedang yang dia bawa sekarang.
"Sepertinya aku belum pernah melihat mu di istana," ujar Victoria.
Laki-laki dihadapannya ini terlihat berusia 13 tahun, dia sangat tinggi mungkin setinggi Philip. Laki-laki itu tersenyum, lalu membungkuk hormat kepada Victoria.
"Perkenalkan yang mulia, saya Ian Lexander Ignatius."
Deg!
Victoria terkejut mendengarnya. Dia adalah karakter yang Aria buat. Ian, tokoh yang Aria buat menjadi antagonis. Dia mencintai Ariel. Cerita novel berjudul 'true love', di mana seharusnya Ariel menjadi tokoh utama, dia akan bertemu dengan pangeran dari kerajaan musuh yang dulu pernah dihancurkan oleh Lucifer. Namun pertemuan Ariel dan pangeran itu terjadi setelah mereka dewasa, dan sebelum itu kisah Ariel akan terjalin dengan Ian Lexander Ignatius. Putra tunggal, pewaris keluarga Duke Ignatius. Aria sedikit lupa dengan novel yang ia tulis itu, melihat kisahnya berjalan tidak sesuai dengan alur novel, Aria mulai melupakannya. Lagipula dunia yang dia tulis adalah dunia nyata jadi tidak ada gunanya Aria berpegang pada kisah novel itu.
"Saya kemari untuk bertemu dengan pangeran Januar, kami berteman dekat selama di akademi."
Victoria tidak pernah menyangka jika Ian adalah teman dekat Januar de Gwenalyne, pangeran ke-3.
KAMU SEDANG MEMBACA
Victoria's [END]
FantezieAria mengira bahwa dirinya bernasib menyedihkan seperti novel dan komik Isekai yang dia baca. Tapi setelah kematian, dan bereinkarnasi menjadi Victoria, dia tahu semuanya berhubungan dengan takdirnya sejak dahulu kala. Terlahir dalam setiap kehidupa...
![Victoria's [END]](https://img.wattpad.com/cover/279332446-64-k838497.jpg)