"untuk kali ini kau ku lepaskan Oberon, sebelum aku mengetahui yang sebenarnya aku tidak akan berbuat apapun padamu, tapi..." Victoria berhenti bicara, ia memejamkan mata dan mulai merapatkan mantra.
'devaciuse elvandra' sebuah cahaya kecil muncul lalu lenyap begitu saja saat menyentuh bibir Oberon.
"Dengan begitu kau tidak akan mengatakan apapun tentang ku, dan yang terjadi sekarang ini pada siapapun. Coba saja jika kau bisa, tapi mantra ku ini tidak pernah gagal."
Dengan menggunakan sihir teleportasi, Victoria lenyap begitu saja dihadapan Oberon. Setelah kepergian Victoria, Oberon dapat bernafas lega. Pria itu menormalkan tubuhnya, dan mengusap keringat di wajahnya.
"Penyihir..."
"Sangat menarik." Oberon tersenyum smirk. Beberapa detik kemudian para pengawal berdatangan.
Dan di tempat lain...
Victoria tiba di rumah Romy. Larry langsung menghampiri Victoria dan bertanya apa yang terjadi. Namun Victoria memilih untuk tidak menceritakannya pada Larry, karena Victoria masih belum bisa mempercayai dia.
"Malam ini, aku berencana untuk menemui Kenzi di penjara istana. Tolong kau jaga Romy selama aku pergi." Victoria menatap Romy yang tertidur pulas.
"Kenapa kau membuang tenaga mu hanya untuk anak manusia itu Victoria, cukup bebaskan kakak laki-lakinya dan kita bisa pergi dari sini," ucap Larry yang kembali memulai perdebatan dengan Victoria lagi.
Victoria melirik Larry dengan tajam. "Berapa kali pun ku katakan, kau tak akan mengerti. Hatimu itu penuh kebencian, kau pikir aku tidak tahu? Kau mengikuti ku hanya untuk memanfaatkan ku, sejujurnya aku bisa dengan mudah menyingkirkan mu Larry namun tidak ku lakukan, karena aku berniat mengubah kebencian di hatimu itu." Victoria tersenyum, kemudian berjalan melewati Larry.
"Tenang saja Larry, itu hanya firasat ku saja meskipun sebagian besar itu adalah kebenaran nya."
Larry hanya terdiam, lagi-lagi dia dibuat terkejut dengan sikap Victoria. Dan lagi-lagi dirinya kalah berdebat dengan Victoria. Larry berpikir jika suatu saat Victoria akan merasakan apa yang Larry rasakan, dan saat itu Victoria akan mengerti.
Victoria pergi menuju hutan, di sana dia mengeluarkan beberapa batu mana yang dia bawa dari kekaisaran. Batu mana yang Victoria bawa, bermacam-macam warnanya. Victoria berusaha melakukan sesuatu pada batu mana tersebut. Batu mana biasanya digunakan untuk menambah mana atau tenaga seorang penyihir, agar dapat menggunakan sihir lebih besar lagi, namun kali ini Victoria melakukan hal yang sebaliknya. Victoria mentransfer sihirnya pada batu mana lima batu mana tersebut. Setelah menerima kekuatan sihir Victoria, batu mana itu berubah. Ukuran batu mana tersebut berubah menjadi sedikit besar, warna mereka sedikit memudar, dan jadi sedikit bersinar.
Setelah mentransfer kekuatannya pada batu mana itu, Victoria mulai kelelahan. Larry muncul secara tiba-tiba, dia mengikuti Victoria.
"Apa yang kau lakukan?" tanya nya.
Victoria tak menjawab, dia hanya melihat sekilas kearah Larry. Victoria tersenyum tipis melihat penampilan Larry.
"Kenapa kembali ke bentuk itu? Ku kira kau menyukai bentuk manusia."
Larry kesal mendengar perkataan Victoria yang terdengar seperti sebuah sindiran. "Jangan mencari gara-gara dengan ku Victoria, apa kau mau berdebat lagi dengan ku?!"
"Jawab pertanyaan ku, untuk apa kau melakukan ini semua, seharusnya kau menggunakan batu mana itu untuk menambah kekuatan mu," ujar Larry.
"Ini disebut batu sihir, aku menciptakannya untuk berjaga-jaga. Aku memang tidak bisa mati, tapi bukan berarti aku tidak bisa kalah, suatu hari nanti, ini akan menjadi sangat berguna." Kelima batu mana tadi melayang-layang di atas telapak tangan Victoria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Victoria's [END]
FantasyAria mengira bahwa dirinya bernasib menyedihkan seperti novel dan komik Isekai yang dia baca. Tapi setelah kematian, dan bereinkarnasi menjadi Victoria, dia tahu semuanya berhubungan dengan takdirnya sejak dahulu kala. Terlahir dalam setiap kehidupa...
![Victoria's [END]](https://img.wattpad.com/cover/279332446-64-k838497.jpg)