15| ITCED - Victoria

13.5K 1.8K 19
                                        

_o0o_
Happy Reading!

...

Satu Minggu lamanya Ariel tinggal di istana. Hal yang Victoria takutkan ternyata tidak terjadi. Ariel memang sudah diangkat oleh Lucifer menjadi anaknya, tapi sikap semua orang di istana kepada Ariel sangatlah formal. Mereka menganggap Ariel layaknya bangsawan pada umumnya.

Berbeda jauh dengan sikap semua orang kepada Victoria.

Tapi tetap saja, Victoria masih kesal sekaligus penasaran dengan sikap Idris yang terlihat tidak suka kepada dirinya. Entah kesalahan apa yang telah Victoria lakukan, entah sengaja ataupun tidak.

Tapi untuk sekarang Victoria sibuk untuk mempersiapkan pesta penyambutan untuk Renfred. Karena hari ini Renfred akan pulang untuk beberapa hari selama liburan musim dingin.

"Bella, apakah semuanya sudah siap?" Victoria tengah melihat semua persiapan yang telah disiapkan eh para pelayan, tentunya untuk menyambut Renfred.

Bella mengangguk mantap. "Sudah putri."

"Baiklah jika sudah selesai semua, cepat bantu aku untuk bersiap," ucap Victoria dengan bersamangat.

Hari ini Victoria akan berdandan secantik mungkin hanya untuk Renfred.

"Putri Victoria!" Tiba-tiba seseorang memanggil, Victoria mau tak mau berhenti dan menoleh. Itu Ariel, ia berjalan menuju Victoria.

"Saya mengucapkan salam kepada anda." Ariel menunduk dan memberikan hormat.

"Eh, tidak perlu seperti itu kita adalah keluarga!" Tentunya Victoria merasa tidak enak  dengan salam hormat dari Ariel.  Karena bagaimanapun juga Ariel sekarang adalah kakak Victoria, meskipun diantara keduanya tidak ada hubungan darah.

Ariel tersenyum manis. "Maaf, tapi saya terbiasa melakukan ini putri."

Mendengar jawaban dari Ariel, Victoria hanya diam dan mengulas senyum. Jika begitu adanya tidak ada yang bisa Victoria lakukan.

"Ngomong-ngomong, apakah anda sibuk?" tanya Ariel.

Sebelah alis Victoria naik, merasa heran sekaligus bertanya-tanya dengan pertanyaan yang dilontarkan Ariel.

"Memang kenapa? Apakah ada hal yanga penting?"

Ariel langsung tersenyum kikuk. "Ah tidak-tidak, bukan begitu, hanya saja saya ingin mengajak putri untuk minum teh bersama, itu saja. Tidak ada hal yang penting kok," ujar Ariel canggung.

Victoria terlihat berpikir untuk menjawab ajakan Ariel.

"Ummm... Harusnya aku bisa, tapi untuk sekarang aku harus mempersiapkan banyak hal, maafkan aku," ujar Victoria yang pada akhirnya menolak ajakan Ariel.

"Ah begitu..." Raut wajah Ariel langsung berubah, begitu juga dengan nada bicaranya. Ia terlihat sedikit kecewa.

"Baiklah lain kali saja kita lakukan itu," sambung Ariel yang kemudian tersenyum.

Victoria yang merasa tidak enak hati telah membuat Ariel sedih, ia kemudian mendapatkan sebuah ide.

"Besok saja bagaimana? Sekalian aku ingin memperkenalkan mu pada seseorang," ujar Victoria.

"Benarkah?!" Ariel langsung menyahut dengan bersemangat.

Victoria mengangguk. "Iya."

"Terima kasih putri!" seru Ariel.

Victoria hanya membalasnya dengan tersenyum.

"Baiklah, besok kita akan minum teh bersama. Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Victoria berpamitan.

"Iya putri."

Tak lama setelah kepergian Victoria dan Bella, tiba-tiba saja Idris muncul disebelah Ariel.

"Anda lagi-lagi berusaha akrab kepada dia," seru Idris menatap kepergian Victoria.

"IDRIS!" Ariel berseru terkejut dengan kehadiran Idris yang tiba-tiba berdiri disebelahnya.

"Kau selalu membuatku terkejut!" sambung Ariel.

Idris tersenyum tipis menanggapi reaksi Ariel.

"Memang kenapa? Apa aku salah jika ingin akrab dengan putri Victoria?" tanya Ariel sembari melirik Idris.

"Saya sudah berulang kali bilang pada anda, untuk lebih baik menjauh dari putri Victoria," jawab Idris dengan nada menekan.

"Atas dasar apa kau melarang aku untuk menjauhi putri Victoria?" Ariel balas bertanya.

Idris hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ariel.

Sedangkan Ariel mulai kesal dengan diamnya Idris, ia merasa jika Idris menyembunyikan sesuatu darinya.

"Cepat jawab Idris?! Apa alasannya?! Kenapa aku tidak boleh dekat dengan putri Victoria?!"

Idris mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan dari Ariel.

"Karena kau-" Idris langsung diam. Ia tidak melanjutkan kalimatnya setelah mengingat sesuatu yang harusnya tidak ia katakan pada Ariel.

"Aku kenapa?" tanya Ariel menatap Idris intens.

Idris lagi-lagi hanya diam. Detik kemudian, hanya dalam kedipan mata, Idris sudah tidak ada lagi dihadapan Ariel. Ia lari menggunakan sihir, menghindar pertanyaan dari Ariel.

Ariel mendengus. "Lagi-lagi dia kabur."

"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku Idris," ujar Ariel bermonolog sendiri.

Sedangkan ditempat lain. Para pelayan sudah berbaris disepanjang jalan masuk istana, menyambut kedatangan Renfred. Di sana juga ada Victoria, dan juga Grizelle.

Tak lama kemudian kereta kuda berlambang istana Gwenalyne tiba.

Pelayan membukakan pintu kereta tersebut. Victoria merasa terkejut dengan laki-laki yang keluar dari dalam kereta, itu Renfred. Ia bertambah tinggi, dan juga semakin tampan. Jika Victoria tidak salah ingat, Renfred sekarang berumur 11 tahun, tapi dia sangat tinggi. Tinggi Renfred bahkan setara dengan paman kepala pelayan.

Victoria's [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang