45| ITCED - Victoria

3.4K 283 10
                                        

"tidak hentikan!" Regina berlari menuju putranya, tentu untuk melindungi anaknya itu.

Oberon semakin senang karena Regina, ibu suri kekaisaran telah muncul dihadapannya dengan sendirinya. Oberon tidak perlu membuang-buang waktu mencari mereka.

Regina berlutut sembari menangis, dia menyatukan kedua tangannya memohon di depan Oberon agar mengampuni mereka.

"Aku mohon padamu ampunilah kami, ku mohon!" Regina masih menangis, dia tidak bisa melihat kehancuran ini. Di hatinya masih ada harapan agar Victoria bisa datang untuk menyelamatkan mereka semua.

Oberon tersenyum miring, dia menanggapi permohonan Regina. "Kenapa aku harus mengampuni kalian?"

"Kami semua tidak memiliki salah padamu, aku mohon padamu untuk menghentikan semua ini, jika kau menginginkan tahta kekaisaran, akan aku berikan kepada mu sekarang juga tapi aku mohon jangan bunuh putraku," ucap Regina.

Regina masih berlutut memohon di hadapan Oberon, ia akan seperti itu sampai Oberon mengabulkan permohonan nya.

"Aku tidak ingin itu." Jawaban dari Oberon membuat Regina terkejut, dengan apalagi dirinya bisa menyelamatkan nyawa putranya.

Oberon berlutut, mencengkram dagu Regina, dia tatap tajam kedua mata Regina dan mengatakan, "aku hanya ingin menghancurkan seluruh kekaisaran dan membuat Victoria menderita," ucap Oberon.

Regina terdiam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia syok jika tahu hal itu, orang di hadapannya ini adalah orang tidak waras. Atau bahkan dia ini iblis.

Oberon berdiri, dan ingin segera menghabisi Regina dan Joshua. "Dan sekarang aku akan membantu kalian berdua beristirahat dengan tenang, bersiaplah." Oberon tersenyum smirk, dia kembali menggunakan sihir yang sama seperti yang ia gunakan untuk menyerang si kembar Aegis tadi.

Kali ini sihir itu tidak akan terpantul lagi, karena Oberon tahu jika Joshua dan Regina adalah manusia biasa tidak memiliki bakat sihir seperti Aegis atau Victoria sendiri.

"Setelah kalian tiada, aku akan berdoa agar di kehidupan selanjutnya kalian bisa hidup bersama lagi. Sampai jumpa ibu dan anak."  Oberon tersenyum smirk, laki-laki itu benar-benar seorang yang bengis dan tidak berperasaan. Masih menjadi misteri kenapa dia membenci Victoria, dan sampai melukai banyak orang tidak bersalah seperti ini.

Cahaya api yang sangat terang muncul dan menyerang Regina dan juga Joshua. Regina di saat-saat terakhir memeluk putranya itu sembari keduanya memejamkan mata.

"Putri Victoria... di manakah Anda.... Aku tidak bisa melindungi Joshua, tapi ku serahkan keamanan Caroline padamu. Tolong kali ini jangan patahkan harapan ku."

Regina dan Joshua tergelatak tak bernyawa, api membakar tubuh mereka.

Dari kejauhan, seorang gadis berusia 12 tahun, Caroline menyaksikan pemandangan mengerikan itu. Tubuhnya bergetar hebat, dia ingin berteriak dan memeluk ibu dan juga kakaknya. Namun janjinya pada sang ibu menghentikan aksinya itu.

Flashback on.

"Berjanjilah pada ibu, apapun yang terjadi pada ibu ataupun kakak mu jangan pernah keluar dari sini mengerti?" Caroline yang manis dan lugu itu mengangguk.

"Iya Caroline berjanji ibu."

Flashback off.

"Bibi Victoria..." gumam gadis kecil itu sembari menangis sesenggukan, dia berusaha tidak menimbulkan suara agar Oberon tidak mengetahui keberadaannya.

Luis, kstaria sekaligus orang kepercayaan Oberon datang dan berkata, "yang mulia apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanyanya.

"Tentu saja menduduki tahta kaisar yang kosong," jawab Oberon.

Victoria's [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang