True Revenge

3.9K 410 17
                                        

Warning:

Ada sedikit scene +18-nya.

"AAAKKKHHHH!!!"

"TIDAAAKKKKK!!!! JANGAN SAKITI GUEEEE!!!"

"PLIIISSSS!!! NOOOO!!! JA-JANGAAAA-AAAKKHHHH!!!"

Teriakan demi teriakan begitu menggema seantero ruangan kosong nan kumuh serta luas itu. Lebih tepatnya, ruangan itu adalah sebuah gudang bekas yang sudah tidak terpakai lagi.

Dihadapan Shani saat ini, sudah ada tiga orang sahabat dekat Dheo yang berhasil ia culik satu per satu. Tentunya ia melakukan penculikan itu bersama para pengawal-pengawal pribadinya yang berbadan kekar itu.

Masing-masing ketiga orang itu kondisinya sangat mengenaskan. Dengan luka lebam diwajah serta tetesan-tetesan darah disekujur tubuh mereka akibat sayatan yang dilakukan secara keji oleh Shani. Serta, mereka yang hanya berbalut celana pendek saja.

"Pl-pliiss! Plis... Le-lepasin kita Sh-Sha-Shaniii." Ucapnya dengan nada lemah salah satu dari ketiga lelaki yang terduduk lemas dikursi kayu rapuh dengan tubuhnya terikat tali tambang yang begitu kuat.

"SEBUT NONA SHANI!!! BEGOOO!!!"

BUGH!

Salah satu dari pengawal pribadi Shani memukul keras wajah laki-laki terkulai lemah itu dengan keras.

"Euuuhhh... I-iy-iyaaa. Ma-maksud sa-saya, No-Nona... Nona Shani."

Shani yang menatap ketiga sahabat satu kelas Dheo yang ikut andil dalam penculikan Gracia sebelumnya, tersenyum jahat dengan kedua tangannya yang menyilang diantara dadanya.

"Mau kita apakan lagi, Nona?"

"Apa sebaiknya kita habisi segera saja,Nona?"

Dua pertanyaan yang dituju kepada Shani dari para pengawal pribadinya, Shani yang mendengarnya hanya mengacungkan tangannya. Memberi sebuah kode untuk pengawalnya itu.

"Jangan dulu. Aku ingin menangkap semua teman-teman dekatnya Dheo yang ikut andil dalam penculikan Gracia kemarin. Lalu, habis itu tangkap Dheo. Soal menghabisi mereka, biar aku saja nanti."

"Baik, Nona."

Shani melangkahkan kakinya untuk mendekati ketiga lelaki yang menjadi sanderanya. Lalu, begitu tepat dihadapan ketiganya, Shani menatap ketiganya dengan senyuman penuh arti. Senyuman yang seolah masih ingin memberi pelajaran kepada orang-orang tersebut yang sudah berani macam-macam terhadap Gracia.

"Gimana rasanya berurusan dengan gue?! Haaahhh!!"

Mendapati tatapan serta senyuman penuh arti dari Shani, justru membuat mereka ketakutan.

"Pliiissss... Jangan sakiti aku lagi!! Aku mohon, bebasin kami semuaaa!! Kita nyesel banget udah berurusan sama Nona Shani." Ucap salah satu dari ketiganya dengan penuh harap.

"I-iyaaa!! Kami janji gak bakalan macem-macem lagi sama Nonaaaa!!"

"Kami janji. Kami bakalan melakukan apa saja demi Nona Shaniiii!!"

Ucapan ketiganya secara bergantian membuat Shani memikirkan sejenak. Kayaknya, menarik sekali apabila Shani memanfaatkan ketiganya. Senyuman smirk yang terpancarkan dari seorang Shani Indira Natio seolah menandakan ada sesuatu yang menarik menurutnya.

"Ooohhh! Lo pada pengen gue bebasin? Gue sih bisa aja bebasin lo pada. Tapi-" Sejenak, Shani menggantungkan kalimatnya. Mendengar Shani yang sepertinya akan membebaskan ketiganya, membuat wajah lebam mereka menampilkan senyuman penuh harap.

KromulenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang