Warning!
Ada sedikit adegan 18+
Ahh! Ahh!
Teruussshh, Zeehhh! Aaahhh!!
Hmmmpphhh....hmmmmppphhh!
I love you, kak.
I love you too, Zee.
Ahh!
Kala keduanya kini hanyut dalam rasa yang sama. Sebagai bentuk nyata cara mengungkapkan perasaan itu dalam berbagai cara. Walau kadang, cara penyampaian masing-masing perasaan itu tidak biasa.
Begitupun cara penyampaian rasa antara Azizi dan Gracia. Penyampaian masing-masing diantara perasaan mereka. Terlebih, melupakan status Gracia yang masih menjadi milik Shani sampai kapanpun. Kadang kala, istilah dosa terindah itu memang benar adanya.
"Zee?" Tanya Gracia yang sedari tadi betah sekali menyenderkan kepalanya ditubuh Azizi.
"Iya, kak?" Tanya Azizi balik sembari mengusap lembut kepala Gracia perlahan secara berulang. Sesekali, ia mencium lembut kepala Gracia.
"Maafin soal Shani yang tadi, ya?"
"Gak apa-apa, kak. Maafin juga soal kak Chika yang tadi, ya?"
Baik Azizi dan Gracia sama-sama tertawa secara bersaman dengan perkataannya. Rasanya, dunia bagaikan milik mereka saat ini.
"Boleh nanya satu hal?" Kali ini, raut wajah Gracia sedikit serius. Azizi masih betah mengusap-ngusap lembut kepala Gracia.
"Apa emangnya, kak?"
"Chika pacar kamu?"
"Bukan."
"Tapi, dia suka sama kamu, 'kan?"
"Aku sukanya sama kakak aja."
"Bohong kamu." Gracia memukul pelan hidung Azizi. Azizi terkekeh mendapati perlakuan Gracia tersebut.
"Kalau aku suka sama dia, apa kita akan berduaan kayak gini sekarang?"
Ada benarnya apa yang Azizi katakan kepada Gracia. Jika seorang Azizi Asadel memang berpacaran dengan Chika, situasi seperti ini gak akan pernah terjadi antara dirinya dan Gracia.
"Tapi, dia suka banget sama kamu. Sampai-sampai nyuruh aku buat jauhin kamu." Gracia beranjak dari posisi tidurnya yang menyender ditubuh Azizi. Lalu, duduk ditepian tempat tidur Azizi.
Begitu pun dengan Azizi. Azizi kini mengambil posisi duduk disebelah Gracia sembari menoleh ke arah Gracia, dan tersenyum.
"Kakak cemburu?" Tanyanya sembari lagi dan lagi mengusap lembut rambut Gracia yang entah kenapa sangat candu baginya.
"Gak juga."
Lain dimulut, lain dihati. Gracia sudah gila. Ia menyimpan rasa cemburu kepada Chika yang menyukai Azizi. Jika memang dibilang gak tahu diri, ya memang betul. Gracia seolah melupakan statusnya sebagai kekasih Shani. Seolah, keberadaan Shani saat ini telah lenyap dari dalam hatinya. Mengingkari janji yang pernah ia ucapkan.
"Ck! Dasar pembohong."
"Udahlah, aku lagi gak mau bahas Chika. Jangan merusak moment, deh!" Ketusnya sembari menyenderkan kepalanya dipundak Azizi. Azizi pun kembali mengusap lembut kepala Gracia.
"Iya maaf dong sayang."
"Hmm."
Sesaat, keheningan menyelimuti ruangan yang tidak terlalu luas itu. Masing-masing antara keduanya hanyut dalam kenyamanan hati mereka satu sama lain. Azizi yang betah sekali mengusap lembut kepala Gracia. Sedangkan Gracia, menjadikan pundak Azizi sebagai sandaran kepalanya adalah candu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kromulen
Fiksi Penggemar"Gre, aku suka sama kamu. Aku mau kita jadian, dan kamu harus terima aku mau gak mau. Kalau gak, aku bakalan bunuh kamu!" "HAAHHH!!!" Well, Gracia sangat terkejut karena Shani menginginkan dirinya untuk menjadi pacarnya. Terlebih, cara Shani menyat...
