Saat ini terlihat dua orang gadis sedang mengendap endap memasuki ruangan operasi.
Akan tetapi sepertinya kedua gadis itu sangatlah bodoh karena saat mereka memasuki ruangan itu, wajah mereka yang awalnya bahagia menjadi pucat pasi.
Mau tau kenapa? karena didepan mereka sudah ada beberapa polisi yang menatap mereka tajam
Kemudian seorang gadis muncul dibelakang polisi tersebut
"Wow seorang gadis yang terkenal polosnya sedang apa memasuki ruangan ini?ah gua tau lu mau bikin sahabat gua celaka kan?" Tanya Mona menatap kedua gadis itu dengan tajam sedangkan kedua gadis itu membeku sembari mengepalkan kedua tangan mereka erat.
"Ga nyangka yah kalau kalian ini adalah teman baik, gua kira lu" tunjuk Mona kepada gadis yang diikat satu rambutnya
"tirta. seorang gadis yang sering membully lala ternyata berteman baik gua kira kalian bermusuhan, gimana ya jadinya kalau semua orang tau lala yang terkenal mempunyai sifat yang baik hati dan lugu ingin mencelakai abell?" Lanjutnya tersenyum miring
"Aku kesini di paksa sama dia. IYA, AKU DIPAKSA! TANGAN AKU DITARIK KESINI BUKAN KARENA AKU YANG MAU" teriak lala panik.
"Diam woi suara lu toa banget" sarkas Vian sambil menatap tajam kedua gadis itu.
"Udah pak tangkap aja mereka, ucapan lu berdua basi tau ga" setelah mendengar perkataan zerlan para polisi bergerak mendekat kearah kedua gadis itu setelah tertangkap mereka membawa gadis itu keluar dari ruangan
"Pak kami ga salah lepasin, ayah saya seorang pengusaha akan saya laporin tindakan kalian!" Ancam tirta yang tak ditanggapi oleh polisi tersebut.
"Anda bisa menceritakan itu semua dikantor polisi nanti"
Setelah itu mereka semua bernafas lega untung saja ruangan abell sudah di pindahkan.
Bertanya tanya kenapa dipindahkan? karena dokter tersebut telah berhasil melakukan operasi abell sebelum kedua gadis itu menjalankan tindakannya dan sekarang abell sedang berada diruang vvip dengan xiel yang menjaganya.
"Huft beres, makasi ya mon" ucap zerlan sambil mengelus kepala Mona dan tindakan itu membuat Mona bersemu merah di pipinya.
"Ekhem, keknya kita cuman nyamuk deh disini, yuk stev pulang" ucap Vanessa menarik tangan Steven agar mengikuti langkah nya dan steven hanya menuruti perkataan Vanessa biasa manusia es.
"Kapan bangun?kamu ga kangen aku?" Tanya xiel sambil mengelus pergelangan tangan abell yang terdapat infus
"Nyenyak banget tidurnya, aku disini nungguin kamu katanya mau nikah sama aku" ucap xiel berkaca kaca sungguh kalau boleh ia ingin abell tidak merasakan sakit seperti ini.
Sedangkan diluar pintu terdapat beberapa orang yang mendengar ucapan xiel.
Sebenarnya mereka ingin masuk tadinya akan tetapi tidak jadi karena mereka tau xiel membutuhkan waktu untuk berdua dengan abell.
Tiba-tiba jari jari abell bergerak perlahan membuat xiel yang sedang tertidur ditangan abell pun seketika mengangkat kepalanya dan tersenyum
"Eungh" lenguhan abell membuat xiel menekan tombol disampingnya untuk memanggil kan dokter.
Kemudian dokter dan satu perawatnya mulai memeriksa keadaan abell dengan teliti
"Ini bagus keadaannya sudah kembali pulih, jangan lupa untuk meminum obat yang saya berikan" ucap dokter tersebut kemudian pergi diikuti perawat setianya.
"Hey are okey?" nada xiel yang terdengar lembut membuat abell menatap kearah nya dengan kebingungan
"Kamu siapa?" Dua kata itu membuat xiel kehilangan kata katanya
"Jangan bercanda sayang" ucap xiel menahan tangisan nya yang mulai keluar
"HAHAHA, maaf maaf" ucap abell tertawa sambil terbahak-bahak kemudian terbatuk pelan
Sedangkan xiel menatap datar gadisnya, eh gadisnya?
"Jangan gitu lagi aku khawatir tau" ucap xiel cemberut membuat abell tak tahan ingin mencubit pipinya
"Eh kamu belum minum, nih minum dulu" xiel menuntun abell untuk minum dengan gelas yang berada di genggaman nya
"Jangan pernah tinggalin aku" ucapnya sambil memeluk erat abell yang langsung dibalas gadis itu
EKHEM
deheman keras seseorang membuat mereka mengalihkan pandangannya dan terlihat lah keluarga mereka
"Hehe, daddy!" Teriak abell kesenangan kearah Daddy nya.
Kemudian Rafian maju mendekat kearah anak perempuan satu satunya dan mencium keningnya.
Rafian tersenyum pedih menatap kearah abell seandainya abell tau bahwa ibunya sudah bener bener tak ada di dunia ini.
___
Beberapa hari kemudian setelah merasa abell sudah lebih baik, mereka pun menjemput abell untuk pulang akan tetapi sebelum itu rafian berputar balik membuat yang lain menyergit heran.
"Dad mau kemana?" Tanya zerlan kearah sang Daddy.
"Nanti juga tau"
Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mereka sampai di tempat kuburan.
Mereka semua yang mengerti pun tersenyum sendu dan melihat kearah abell yang menatap mereka dengan pandangan bertanya tanya.
"Sini sayang ikut daddy" ucap rafi merangkul bahu abell dan membawa abell ke suatu tempat.
"Assalamualaikum" ucap keduanya, kenapa cuman dua? karena yang lain menunggu di dalam mobil tak ingin menganggu mereka.
"Ini makam siapa dad?" Tanya abell menatap manik mata sang daddy
"Ini makam mommy sayang" ucapan rafi membuat abell menatap makam sang mommy kemudian air matanya jatuh satu persatu dan tak lama jatuh begitu deras.
"Ini berarti mom dulu masi hidup?!kenapa daddy ga ngasi tau abell dad!kenapa baru sekarang .." abell menangis tersedu-sedu dipelukan rafian sedangkan rafian mengusap bahu anaknya untuk menenangkan.
"Daddy begitu tak ingin kamu bersedih, kemarin tepat waktu kamu kecelakaan mommy kamu datang berkunjung dan mommy mu berkata bahwa ia tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini maka dari itu ia memberikan darahnya untukmu" ucap rafi menguatkan dirinya sendiri.
"Mom maafkan abell, abell bukan anak yang baik ya?mom ga berpamitan sama abell?! Mommy jahat udah ninggalin abell!"
"Sayang udah ya mommy disini ga salah Daddy lah yang salah karena tidak memberitahu mu tentang ini"
"Sekarang mommy udah ga sakit lagi kan? kalau begitu abell mengikhlaskan mommy untuk pergi jangan lupa datang ke mimpi abell ya mom, abell sayang mommy" ucap abell dan terakhir mencium batu nisan itu dan memeluknya
"Sayang kita pergi yuk, hari udah mulai gelap mau hujan" ucap rafian membantu abell berdiri.
"Mommy abell pergi, abell akan berkunjung lagi, makasi atas semuanya abell sayang mommy" ucapnya menatap nisan fania lalu ikut pergi bersama rafian untuk pulang.
•
•
Huaaa akhirnya tamat juga
Maaf ya kalau ceritanya kadang rada ga nyambung
Makasi untuk yang telah dukung saya selama ini
Jangan lupa follow,vote,komen dan share ke teman-teman kalian saya akan tetap menulis cerita lain lagi nanti makanya jgn lupa pantau akun saya terus
21 - November - 2021
[Selesai]
KAMU SEDANG MEMBACA
ABELL ? [SELESAI]
Fantasysemoga suka dengan cerita ini jgn lupa di vote jika kalian menyukainya Don't forget follow me, vote and share˙︶˙. Sedang dalam masa revisi. - ada seorang gadis bernama Safira yang tengah membaca buku sembari mengumpat buku tersebut yang diketahui i...
![ABELL ? [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/285755489-64-k108782.jpg)