21.😊

4.9K 228 5
                                        

Posisi ku sangat jelas
Namun hubungan ku yang tak jelas.
Aku istri nya, namun yang jadi prioritas nya adalah orang lain.

_Mia_

_______

Mia tengah menunggu Devin pulang, suami nya itu berjanji akan mengajak nya, membeli perlengkapan bayi. Mia sudah tahu jenis kelamin anak nya, laki-laki. Devin juga sudah mengetahui nya, hanya satu yang Devin tidak tahu, kehamilan Mia sungsang.

Mia menonton kartun sedari tadi, ia benar-benar bosan. Ini sudah sangat sore tapi Devin belum juga datang, apa banyak jadwal operasi dirumah sakit.

Mia membuka layar ponsel nya, ia mengetikan pesan pada Devin.

Anda

Kapan pulang?

Anda

Aku nungguin tahu😡

My suami

Maaf ya, gak jadi sekarang
Aku lagi sibuk.

Anda

Yaudah, lain kali kalau
Gak jadi tu, kasih tahu.
Biar aku gak berharap

Read✅

Mia meletakan ponsel nya dimeja, ia kesal, padahal kan ini sudah direncanakan. Ah, harus nya Mia tak harus berharap lebih.

"Mama Mia kangen." lirih Mia, entah kenapa, akhir-akhir ini, ia sangat merindukan Mama nya, apalagi Mama nya yang sangat sulit dihubungi.

Mia bangkir dari duduk nya, ia ingin pergi keluar sebentar, rasa nya pengap terus-menerus diam dirumah, jalan kaki sangat baik buat ibu hamil, untuk memperlancar persalinan, kata dokter.

Mia mengelus perut buncit nya, ia berjalan pelan keluar, jalan-jalan ditaman seperti nya akan sangat menyenangkan.

Sekumpulan anak kecil yang tengah bermain petak umpet berhasil mencuri perhatian Mia.

Mereka tampak bahagia, Mia jadi membayangkan anak nya dimasa depan juga akan bermain dengan teman-teman nya.

"Awss.." ringis Mia, saat seorang bocah laki-laki tak sengaja menabrak nya.

"Ah, maaf tante." ucap anak mungkin sekitar lima tahunan. Mia mengelus kepala nya lembut.

"Lain kali hati-hati ya." ucap Mia. "Nama kamu siapa?" tanya Mia.

"Deri." ucap anak tersebut.

"Deri, nama kamu bagus, menerut kamu anak tante cocok gak samaan namanya kayak kamu." ucap Mia.

"Jangan, kata Mama nama Deri cuman satu." Deri memanyunkan bibirnya, membuat Mia gemas.

"Ah, baiklah. Mmm..dimana Mama kamu?" tanya Mia lagi, entahlah dia sangat tertarik dengan bocah ini.

"Disini." Deri menunjuk dada nya, Mia mengerutkan kening nya tak mengerti. "Kata Ayah Mama ada dihati Deri, Mama udah setahun tidur." Deri berkata dengan nada yang sendu. "Mama gak ngajak Deri. Tapi gak papa, kata Ayah nanti juga ketemu lagi, Mama lagi istirahat, mungkin udah capek, kata Ayah kalau Deri gak nakal lagi, Mama bakalan bangun." lirihnya.

Married By Accident [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang